Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kepiluan Anita 2


__ADS_3

"Git, Far.. Kalau Kak Bayu nggak datang besok..?" Anita menggantung ucapannya.


"Ya udah tinggalin aja, ajuin aja surat cerai. Kalau memang dia itu benar-benar laki-lali harusnya tegas dengan pilihannya." Gita marah. Dia kesal dengan Bayu yang seperti tidak punya pendirian sama sekali.


"Anita, banyak orang yang sayang sama lo. Ngapain mikirin yang tidak mencintai lo. Buka mata lo jangan buta karena cinta. Gue kira lo pasti sudah menderita lama hanya saja lo tutupi dari kita kan?" Fara menatap Anita dengan lekat.


Anita menunduk, air matanya tak kuasa dia tahan lagi. Sebenarnya semenjak pernikahan dia memang tidak bahagia, bukan karena Bayu melainkan keluarganya Bayu. Apalagi mama mertuanya yang terus saja mengomel dan sering membandingkannya dengan orang lain.


"Anita, pulang ya. Jangan biarkan kamu tersesat di hatinya. Kalau saja dia benar-benar cinta sama lo pasti akan memperjuangkannya." Gita memeluk Anita.


"Masa iya gue cerai, nanti gue jadi janda apa kata orang-orang. Gue malu." Anita berpikir panjang tentang status sosialnya nanti.


"Anita lo itu janda terhormat, lagian ya lo itu lebih baik jadi janda tapi bahagia daripada istri orang tapi menderita. Di duakan, tak dianggap apa yang lo harapin dengan memepertahankan status itu. Lagian kan ada Vian..." Gita tersenyum kecil.


"Sembarangan, Vian bisa mendapatkan yang lebih baik dari gue." ujar Anita sambil menyeka air matanya.


"Lo baik kok, dan pastinya kalian akan cocok kalau berdua." Fara ikut mengomporinya.


"Apaan nih bawa-bawa nama gue?" tanya Vian diambang pintu.


"Sini lo."


"Ada apa sih?"


"Anita cantik nggak?" tanya Fara.


"Jujur apa bohong nih?" Vian masih bercanda.


"Buruan jawab atau gue tendang sampai hongkong lo." Fara mulai emosi.


"Ngeri kali, cantik pastinya kan perempuan. Ada apa sih kalian aneh banget. Lo kenapa Nit kok menangis?"


"Layak nggak sih cewek secantik ini ada yang sakitin." kata Gita menatap lekat Vian yang membuat gelagapan.


"Ya tentu saja tidak, memangnya siapa yang berani sakitin Anita." Katanya.

__ADS_1


"Bayu." Jawab Fara tegas.


"Far..."


"Udahlah nggak usah di umpetin Nit, kita semua kan sahabat jadi nggak apa-apa juga mereka tahu kebusukan Kak Bayu."


"Mamangnya apa yang Bayu kenapa?"


Gita membuka ponselnya, dia menunjukan postingan instagram milik Bayu.


"Bajingan!" umpat Vian, emosinya memndadak mendidih. "Kalau dia ada disini sudah gue hajar habis-habisan dia." katanya.


"Vian, lo kenapa emosi gitu?" Gilang menatap Vian, lalu bergantian ke arah cewek-cewek.


"Lihat nih." Vian menunjukan postingan Bayu.


Bayi terdiam, dia menoleh kearah Raka.


"Gue nggak nyangka dia sekejam ini." Ujar Raka.


"Ini semua juga bukan kemauan Bayu." Gilang akhirnya buka mulut. Dia sempat ngobrol sama Bayu di jogja setelah insiden melabrak ke rumah Bayu.


Semua langsung tertuju kepada Gilang, Gilang menghela napas. Sebenarnya dia ingin menyimpannya sendiri.


"Maksud Kak Gilang apa?"


"Bayu sudah berusaha untuk mempertahankan Anita. Dia terus meyakinkan ibunya, namun ibunya tetap kekeh mau menikahkanya dengan cewek itu."


"Kan bisa menolak, kabur atau apa.Masa iya harus gue ajarin." Gita kesal banget.


"Sayang, kamu tidak bisa mengatakan seperti itu. Pasti dia juga bingung dan menderita sama seperti Anita."


"Dia kan pemimpin keluarga, harusnya kan bisa memberikan keputusan. Lagian kan ini rumah Anita sama Kak Bayu harusnya ibunya tidak ikut campur."


"Iya, jangan lembek. Tegas gitu loh." Fara ikut emosi.

__ADS_1


Perdebatan semakin panas antara Gilang dan Gita, Anita memegang tangan Gita dan Fara agar tidak terus mendebat. Anita takut kalau mereka ribut gara-gara dirinya.


"Sudah jangan berdebat lagi, memang benar kata Kak Gilang mungkin Kak Bayu bingung harus nurut mamanya atau harus sama gue."


"Kok lo jadi gini, jangan mau kalah lah. Lihat saja besok berani kesini atau nggak?" kata Fara.


"Bayu mau kesini?" Tanya Raka.


"Iya, Kita tantang kesini. Dia harus memberikan keputusan untuk Anita." Kata Fara.


"Anita, harusnya kalian ngobrol berdua untuk masalah ini. Agar tidak gegabah mengambil keputusan." Gilang menasehati Anita. Dia tidak berpihak kepada siapa-siapa hanya saja dia tidak mau kedua sahabatnya itu salah langkah karena emosi sesaat.


"Gue tahu Kak, hanya saja gue tidak mungkin berdua. Kita sudah membahas ini berkali-kali tapi tidak pernah ada ujungnya. Gue mengikuti saran Gita dan Fara. Dia harus memberikan keputusan besok." Kata Anita, dia sudah capek dan tidak mau di gantung lagi.


"Good Anita, lo juga harus tegas. Lo harus bahagia." Kata Gita.


Gilang menatap Gita, sedangkan Gita menghindarinya. Dia tahu pasti Gilang tidak akan setuju karena dia terlalu ikut campur urusan Anita dan Bayu.


"Kapan dia kesini?"


"Besok jam tujuh malam paling lambat."


"Tenang Anita, kita ada di pihak lo kok." Kata Vian setelah menjadi penonton debat.


"Heh!" Raka menepuk Vian.


"Kenapa sih lo, emang gue di pihak Anita."


"Betul, pilihan yang tepat Vian." Fara mengangkat kedua jempolnya diikuti oleh Gita.


"Kalian besok bisa menemui Bayu, tapi ingat jaga etika kalian. Berikan dia waktu untuk menjelaskan jangan sampai kalian tersulut emosi dan mengacau semua. Terutama kamu Gita sama Fara." Kata Gilang memperingatkan istri dan kakak iparnya agar tidak memperkeruh suasana dan membuat runyam masalah Anita dan Bayu.


"Ok." Jawab Gita dan Fara barengan.


Setidaknya Gilang mengizinkan mereka ikut menemui Bayu.

__ADS_1


__ADS_2