Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Skors


__ADS_3

Semua orang bubar setelah Kris kabur, Kyra menatap Luki yang wajahnya lumayan memar. Kyra pergi ke kantin membeli es untuk mengompres Luki.


“Sini gue obatin.” Kyra menarik tangan Luki, memintanya untuk duduk.


“Gue bisa sendiri,” ujar Luki. Dia meminta kantung es yang ada di tangan Kyra namun di tolaknya.


Melihat Kyra menyeka luka Luki perasaan Aiden tidak senang.


“Biar gue saja yang bantuin,” Aiden mengambil kantung es di tangan Kyra.


“Gue bisa sendiri.” Luki segera mengambil kantung es dari tangan Aiden tapi di rebut lagi.


“Udah biarin gue yang ngobatin lo,” kata Aiden.


“Ai, gue masih sehat. Bukan pelangi,” ujarnya seakan mengklarifikasi karena pandangan Kyra dan Dinda kepadanya sangat aneh.


“Gue tahu, lo kan geledek. Nggak usah banyak bacot, memangnya selama ini yang ngurusin sama ngobatin lo siapa?” tanya Aiden.


“Benar juga,” Luki nyengir. “sepertinya gue memang tidak akan jadi pindah.”


“Yas,” Ibob happy mendengar keputusan Luki.


Dua tahun lalu saat Luki menjadi anak baru di sekolahannya Aiden tidak ada yang mau berteman dengannya. Mereka takut karena Luki anak nakal yang suka berantem. Suatu hari dia terluka saat melawan anak sekolah lain.


Aiden membawa dia ke rumahnya, dia merawat Luki seperti teman yang sudah lama di kenalnya. Dan sejak saat itu, dia nurut sekali dengan Aiden. Apapun yang dia katakan akan dia turutinya.


Karena Aiden lah yang membuatnya bangkit, membuatnya memiliki percaya diri lagi.


Kyra menatap Dinda, Dinda mengangkat kedua pundaknya. Rafa terkekeh dengan ekspresi Kyra dan Dinda. Mereka seperti shock, melihat Aiden dan Luki yang tampak romantis.


Apa Luki orang yang di taksir Ai, batin Kyra


“Jangan pikir yang aneh-aneh, ini bukan seperti film-film yang sering lo lihat,” Kata Aiden.


“Iya, bukan seperti pacar halu kalian itu,” tambah Luki.


Kyra mengusap tengkuknya, ia malu sudah berpikiran menyimpang tentang Aiden dan Luki.


“Luki, makasih ya sudah belain gue,” ucap Kyra.


“Sorry, gue bukan belain lo. Tapi belain Ai,” jelasnya.


Kyra mendengus kesal, harusnya Luki tinggal menjawab iya meskipun motifnya lain. Serasa ucapan terima kasihnya di tolak sama Luki.


“Ai, memangnya tadi pagi nyokap gue bilang apa?” tanya Kyra.


“Nggak ada, cuma perkenalan saja,” Aiden berbohong kepada Kyra. Dia tidak mau membuat Kyra semakin kepikiran.


“Tapi kata Kak Kris nyokap gue tidak memperbolehkan kita berteman,” ujar Kyra memastikan kalau mamanya itu mengatakan hal-hal yang menyinggung empat sekawan itu.


“Memangnya kita berteman?” tanya Aiden.

__ADS_1


Kyra melotot mendengar jawaban Aiden, setelah beberapa hari yang di lewati. Aiden masih saja belum menganggapnya teman. Padahal dia tadi memberikan coklat kepadanya.


Kyra melihat kearah Dinda. “Kak, kenapa ngomong sepeprti itu?” protes Dinda.


“Kalau memang kita tidak berteman kenapa lo bantuin gue?” ketus Kyra.


“Kyra, lo peringkat satu di sekolah ini kan?” tanya Rafa.


“Ya.”


“Kenapa begitu saja tidak tahu.”


“Tahu apa?” Kyra di buat bingung sama pernyataan Rafa.


Aiden tertawa kecil, dia mengacak-acak rambut Kyra. “Nggak perlu dipikirkan. Masuk sudah bel.”


Aiden mengajak Luki, Rafa dan Ibob masuk, sedangkan Kyra masih melongo dengan perilaku Aiden. Dia mengatakan bukan temanya, tapi kenapa dia menatap gemas kepadanya.


“Maksud saudara lo itu apa Din?” tanya Kyra.


“Gue juga nggak ngerti,” Dinda ikut bingung.


Mereka berdua menyusul masuk ke kelas, Dinda mendadak meghentikan langkahnya samapi Kyra menabraknya.


“Ih, lo ya. Kenapa berhenti mendadak?” omel Kyra.


“Ky, gue tahu maksud dari omongan Kak Rafa.”


“Berarti tadi pagi nyokap lo memang tidak mengizinkan Kak Ai sama yang lain berteman sama lo. Karena mereka mau tetap berteman makanya mengatakan seperti itu,” jawab Dinda.


“Masa sih?” Kyra masih tidak yakin dengan pemikiran Dinda.


“Iya, kalau nggak kenapa dia perhatian banget sama lo. Dan gue rasa Kak Ai suka sama lo.” Jelas Dinda, wajahnya langsung berbinar saat menemukan jawaban dari ucapan Rafa.


“Jangan ngaco, dia sudah punya crush.”


“Oiya, siapa?” Dinda mengerutkan keningnya.


“Ibob yang bilang, dia sudah memiliki crush.”


“Woi, kalian berdua mau berdiri sampai kapan di situ?” seru Rafa.


Kyra dan Dinda langsung berlari menuju ke kursinya. Mereka kalau sudah keasyikan ngobrol suka lupa waktu dan tidak memandang tempat.


*****


Bu Intan datang menaruh buku, dia melihat ke arah Aiden dan Luki.


“Aiden, Luki maju,” perintah Bu Intan.


Aiden dan Luki maju tanpa banyak pertanyaan, dia menunduk di hadapan Bu Intan.

__ADS_1


“Anak-anak, kalian buka halaman seratus dua belas, dan kerjakan. Dan kalian berdua ayo ikut ibu.”


“Baik Buk,” jawab Aiden dan Luki bersamaan.


Mereka berdua di bawa ke ruang BK, Aiden dan Luki tidak kaget lagi. Pasti itu semua ulah dari Kris. Benar kata-kata orang kalau anak osis ibu backingannya pasti guru.


“Masuk,” suruh Bu Intan.


Tidak salah lagi, Kris sudah duduk di sofa di sebelah Bu Ariyani.


“Ai, Luki duduk,” pinta Bu Intan.


“Kalian ibu undang kesini sudah tahu kan alasannya?” tanya Bu Ariyani.


“Belum buk,” kata Lui.


“Kalian kan anak baru di sini, kenapa kalian membuat kerusuhan?” tanya Bu Ariyani dengan lembut.


“Kami berdua tidak membuat kerusuhan Bu, kami --,”


“Terus apa ini?” Kris menunjuk hidungnya yang masih berdarah. “Kalian mengroyok gue sampai berdarah,” Kris memotong ucapan Luki.


“Bukanya itu lo dulu yang main pukul,” tukas Luki.


“Benar, bahkan Luki hanya melakukan satu pukulan. Sedangkan lo memukul wajah Luki berkali-kali. Tak hanya itu lo juga menjatuhkan mental anak-anak,” ujar Aiden.


“Bu itu tidak benar, mereka terus mengganggu temannya yang sedang belajar. Bahkan sampai di hukum padahal dia yang melakukannya,” Kris secara tidak langsung menuduh Aiden biar keributan di kelasnya. Dan menjadikan kambing hitam di hukumnya Kyra.


“Dari mana lo tahu kalau gue mengganggu di kelas, bahkan kita nggak satu kelas,” papar Aiden.


“Sudah cukup!” bentak Bu Ariyani.


“Karena kalian berkelahi ibu skors kalian tiga hari,” Bu Ariani menjatuhkan hukuman untuk ketiga orang itu.


“Tapi Buk, saya kan korban kenapa saya juga di hukum?” tanya Kris. Ini semua di luar ekspetasinya. Dia pikir yang akan mendapatkan hukuman Aiden dan Luki tidak dengan dirinya.


“Karena kamu juga berkelahi.”


“Tapi Buk,”


“Kris, kamu mau ibu tambah hukumannya?” ancam Bu Ariyani.


“Tidak Buk,” ucapnya pelan.


Aiden dan Luki menahan tawa melihat Kris yang kayak kerupuk di kasih air lembek.


“Sekarang kalian bubur,” pinta Bu Ariyani.


“Buk, apa punya saya nggak bisa di kurangi? Saya kan ketua dari kegiatan amal besok?” Kris mengangkat tangannya.


“Kegiatan amal tetap berjalan, tapi kalian tidak boleh ikut pelajaran. Ai, Luki kalian harus hadir diacara amal besok,” Bu Ariyani mengingatkan.

__ADS_1


“Baik Buk,” jawabnya.


__ADS_2