
Aiden di dudukkan di ruangan bk berhadapan dengan Bu Ariyani, kepala sekolah dan keamanan sekolah. Kris pun tidak mau ketinggalan.
“Aiden ini sudah melewati batas, sudah tidak ada teleransi lagi,” kata Bu Ariyani saat melihat video yang beredar.
“Tapi saya tidak melakukan ini Bu,” kata Aiden dengan santai. Toh apa yang terlihat di video itu tidak terekam semuannya.
“Benarkah Sila?” Bu Ariyani menoleh kearah Sila. Sila menundukan kepalanya sambil mengangguk.
“Aiden memaksa saya untuk melakukannya,” kata Sila.
“Buk, buat apa dia di pertahankan di sini lagi. Cowok mesum yang hanya mencemarkan nama buruk sekolah kita saja,” cicit Kris. Dia merasa senang melihat Aiden dalam masalah besar. Dan kemungkinan besar dia akan di keluarkan dari sekolah ini sesuai dengan keinginannya.
“Dan tak hanya itu Bu, Aiden juga curang dalam nilai. Dia mencontek sehingga mendapatkan nilai terbaik. Menggeser posisi dari peringkat pertama yang sebenarnya.
Segala tuduhan sedang terarah kepada Aiden, namun Aiden masih saja santai menanggapinya. Dia sama sekali tidak panik, karena dia tidak melakukannya.
“Aiden, kenapa kamu melakukan semua ini?” kata Pak Rusdian kepala sekolah.
“Maaf Pak, saya benar-benar tidak melakukannya. Kalau bapak mau bukti kita tes saja sekarang. Mau secara lisan atau tertulis,” tantang Aiden.
“Sudahlah nggak usah banyak petingkah, lo itu sudah salah masih saja berkilah!” maki Kris. Dia tidak mau kalau Pak Rusdian dan Bu Ariyani menyanggupi dengan melakukan ujian ulang.
“Kenapa lo nyolot banget sih, lo sengaja ya ingin menjatuhkan gue. Atau memang ini memang ulah lo?” Aiden menatap Kris dengan tesenyum. Dia kelimpungan melihat Aiden yang tersenyum kearahnya. Sekakan dia tahu apa yang di lakukannya.
“Cukup kalian berdua!” bentak Bu Ariyani.
“Sila, bagaimana kalian bisa sampai di uks?” tanya Bu Ariyani untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di uks.
__ADS_1
“Saya sakit, terus Aiden yang mengantarkan saya. Tapi bukannya langsung keluar Ai memaksa saya melakukan hal itu?” Sila menangis. Seolah dia memang korbannya.
Aiden tertawa kecil. “Pandai ya aktingnya. Kalau kira-kira ketahuan muka lo mau di taruh di mana?” ujar Aiden. Mendengar perkataan Aiden, Sila langsung ketar-ketir.
“Ai, jangan ancam Sila.”
“Sudah-sudah, Aiden untuk beberapa waktu ini kamu libur sekolah dulu sampai ada keputusan dari pihak sekolah keluar.”
“Baik Buk.”
“Kenapa nggak di keluarkan sekalian buk?” Kris gatel banget pingin Aiden keluar.
“Kita belum tahu kebenarannya yang asli, kita perlu pendalaman masalah ini dulu. Sudah sekarang kalian balik ke kelas masing-masing.”
Aiden keluar dari ruang Bk sudah di tunggu sama teman-temannya, mereka ingin tahu hasil dari sidang.
“Ai, gimana?”
“Kok bisa?” Rafa mensejajarkan jalannya dengan Aiden.
“Sila berlaku sebagai korban meskipun dia lah pelaku utamannya. Dan Kris menamnah keseruannya dengan memfitnah gue mencontek sehingga mendapatkan peringkat pertama.” jelas Aiden panjang lebar.
“Kurang ajar! Gue bakalan kasih pelajaran sama Kris.” Emosi Luki sudah sampai ubun-ubun.
Aiden menarik kerah baju belakang Luki “Jangan memperkeruh keadaan, nanti lo bisa di keluariin dari sini.”
“Tapi Ai, ini keterlaluan.”
__ADS_1
“Tenang saja, nanti juga bakalan kebongkar sendiri. Lo nggak perlu capekcapek mengotori tangan lo.” Aiden memberikan keyakinan kepada Luki.
“Ai, sekarang tidak bisa. Kita tetap harus memberikan pelajaran sama Kris dan Sila,” Rafa setuju dengan Luki.
“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Ai mereka itu ular yang harus di basmi.”
Aiden sedang mengatur strategi, dia tidak mau teman-temannya gegabah dan ikut di kelurakan nantinya.
...ΩΩΩ...
Kyra melihat ke layar ponselnya yang terus berdering namun tidak diangkat oleh Aiden.
Dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dari mulut dia sendiri. Dia juga ingin menenangkan Aiden karena mendapatkan masalah yang bertubi-tubi.
"Ai, lo sedang apa kok nggak mau angkat telpone gue?" kata Kyra dengan air mata yang mulai menetes.
...Kyra...
...Ai, kenapa tidak angkat telepone?...
Pesan pun masuk namun tetap saja tidak dibalas. Kyra seperti di abaikan oleh Aiden.
Dia ingin sekali pergi menemui Aiden, namun dia tidak bisa keluar rumah.
Kyra menuruni tangga perlahan saat mendengar ada Kris di rumahnya. Dia tak mau diketahui oleh Kris dan mamanya.
"Tante, gimana?"
__ADS_1
"Ya tante akui, kamu memang hebat. Anak itu benar-benar tidak tahu malu."
"Kris juga tidak menyangka tante, dia bisa semesum itu. Untung saja Kris terus menjaga Kyra kalau tidak bisa-bisa Kyra yang jadi korban," ucapab bulsyt dari Kris yang membuat Kyra bergidik.