Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Main


__ADS_3

Bel pulang sekolah berdering nyaring, semua anak-anak langsung berhamburan keluar. Aiden meregangkan kedua tangannya, ia menarik tasnya lalu memnggendongnya ke belakang punggung.


“Guys, kita pergi cari es cendol atau es kelapa muda yuk. Seger ini kayaknya panas-panas,” ajak Aiden.


“Setuju ini mah, tenggorokan gue sudah kayak padang pasir, kering amat,” sahutnya.


“Gue setuju, biar adem juga itu hati dan pikiran Luki,” timpal Rafa.


“Nggak usah mancing-macing, gue embat itu Erina lo ntar nangis-nangis,” balas Luki.


“Awas saja kalau lo sampai berani.”


“Tuh kan, baru saja begitu sudah marah,” ejek Luki.


Sedang asyik membahas es cendol dan es kelapa muda, Bu Ariyani mendatangi mereka berempat.


“Aiden, Luki, Ibob sama kamu Rafa kalian ke ruangan ibu sebentar,” perintah Bu Ariyani.


“Aduh, es cendol bakalan melayang ini mah,” keluh Luki.


“Sudah jalan dulu,” ajak Aiden.


Mereka berempat berjalan di belakang Bu Ariyani, Kris yang melihat dari kejauhan tampak senang. Aduannya ke Bu Ariyani langsung di tindak lanjuti. Dan yang lebih membuatnya senang mereka akan mendapat hukuman.


“Kak, kenapa senyum-senyum?” tanya Kyra sembari melihat ke lorong yang bersebrangan berbatasan dengan lapangan.


“Tidak kok, ayo masuk,” ajak Kris.


Bu Ariyani masuk ke ruangan osis saat Kris menjelaskan kepada anggotanya tentang acara amal.


“Kris, maaf ibu mengganggu sebentar,” kata Bu Ariyani.


“Iya Buk, ada apa?”


“Begini, ibu akan memasukan empat orang sebagai bantuan kalian nanti di acara amal. Aiden, Luki,Rafa , Ibob silahkan masuk,” pinta Bu Ariyani.


“Nggak salah buk?” Kris nggak setuju dengan ide Bu Ariyani.


“Tidak, mereka pasti akan sangat membantu acara osis kali ini,” kata Bu Ariyani. “Kalian berempat cari tempat duduk yang masih kosong.”


Kris kesal kenapa malah mereka berempat gabung diacara amal, yang dia mau itu mereka kena hukuman.


“Ibu tinggal dulu ya, Kyra titip mereka berempat ya. Adukan saja sama ibu kalau mereka ngeyel,” kata Bu Ariyani.


“Baik buk,” jawabnya dengan berat hati. Kenapa harus dia yang berurusan dengan keempat orang yang terus saja membuatnya kesal.


“Awas saja kalau kalian mengacau kegiatan amal besok,” ancam Kris.

__ADS_1


“Itu tergantung lo,” jawab Aiden yang membuat anggota lain was-was.


“Betul,” sahut Luki, Ibob dan Rafa bersamaan.


Kris mendengus kesal, tak lama dari kedatangan mereka berempat Kris langsung membubarkan rapatnya. Dia sudah tidak berah dengan sanggahan-sanggahan yang dilakukan oleh Aiden dan ketiga sahabatnya.


“Gimana jadi nggak ini es cendolnya?” tanya Ibob.


“Gas lah,” kata Aiden.


“Kak Ai, mau kemana?” tanya Dinda.


“Cari es cendol,” jawab Aiden.


“Ikut, boleh ya?” Dinda memohon.


“Iya, tapi kita pergi naik angkot,” kata Rafa mengingatkan Dinda kalau dirinya pergi bukan menggunakan mobil atau motor.


“Nggak apa-apa, seru kali. Ky ikut yuk,” ajak Dinda.


“Nggak deh, gue-,”


“Mana mau dia naik angkot, lo mah ada-ada saja,” kekeh Aiden.


“Bagus deh kalau lo sadar diri, jadi nggak nyusahin,” sahut Kris dari belakang Kyra dan Dinda.


“Kalau kalian tahu miskin itu harusnya sekolah yang benar, jadi orang tua kalian itu tidak sia-sia menyekolahkan kalian di sini,” ejek Kris.


“Apa yang gue omongin salah?”


“Dinda sudah,” Aiden menahan Dinda yang ingin menjawab omongan Kris.


“Ya kita mash sadar diri kok, kalau kita ini miskin,” tambah Aiden.


“Ya, kita kalah saing kalau sama lo, kalian berdua cocok lo,” Rafa menunjuk Kris dan Kyra bergantian.


“Dinda, lo jadi mau ikut kita atau mau sama mereka?” tanya Aiden.


“Ikut Kak Ai aja, Ky gue duluan ya,” pamit Dinda.


Kyra bingung, dia nggak mau pulang bareng Kris. Tapi dia juga nggak bisa pergi main sama mereka karena harus les.


“Kyra --,”


“Maaf Kak, Kyra mau bareng sama Dinda. Soalnya ada tugas yang harus diselesaikan hari ini,” Kyra memotong pembicaraan Kris.


Kyra berlari mengejar Aiden dan yang lain yang sudah berjalan jauh. Kyra berharap mereka belum pergi.

__ADS_1


“Ai, tunggu!” teriak Kyra saat melihat Aiden sedang menaiki angkot.


Aiden menoleh, dia mengerutkan keningnya melihat Kyra yang berlari menghampiri dirinya.


“Lo kenapa?” tanya Aiden.


“Gue ikut lo,” ujarnya sambil masuk ke dalam angkot. Aiden menaruh tangannya diatas pintu takut Kyra kejedot karena buru-buru masuknya.


Aiden menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang mengikuti dirinya atau yang membuatnya ketakutan sehingga mau ikut dengannya.


“Kyra, lo nggak jadi pergi sama Kak Kris?” tanya Dinda.


“Lagian siapa juga yang mau pergi sama dia,” dengus Kyra kesal.


“Lo kenapa lari-lari, ada masalah?” tanya Aiden dengan wajah serius.


Kyra menggelengkan kepalanya pelan, dia selalu heran kalau dekat dengan Aiden. Kali ini Kyra merasa kalau Aiden sangat peduli dengannya.


“Lo lagi menghindari Kris ya, kalian sedang marahan,” tebak Ibob.


“Kalau lagi marahan sama pacar jangan larinya ke cowok lain. Makin bahaya tahu,” nasehat Rafa.


“Lagian siapa yang pacaran sama Kak Kris, kalian sok tahu deh,” dengus Kyra kesal.


“Kalian nggak pacara?” Luki ikut penasaran.


“Nggak,” jawabnya ketus.


Aiden mengangguk-angguk paham, kenapa Kris tidak suka dengan dirinya dan teman-temannya. Pasti dia merasa kalau mereka berempat menjadi ancamannya yang sedang pedekate dengan Kyra.


“Mereka memang nggak pacaran, tapi Kak Kris itu suka sama Kyra,” jelas Dinda.


“Dan dia kesal karena Kyra selalu dekat sama kita,” tambah Rafa.


“Kesimpulan yang bagus,” Luki menjentikan tangannya.


“Kenapa nggak di terima saja, kalian cocok loh,” ujar Aiden.


“Kenapa lo ngebet banget sih jodohin gue sama dia?” Kyra mengubah duduknya sampai menyerong. Kaki Kyra menyenggol kaki Aiden. Kyra melihat Aiden dengan wajah garang.


“Terus lo maunya berjodoh sama siapa, gue?” katanya dengan senyuman lebar.


“Ng-ngak lah,” Kyra kembali duduk dengan lurus. Wajahnya memerah, jantungnya berdetak lumayan cepat di buatnya.


“Kalau gue sih lebih suka kalian jadian, dari pada sama Kak Kris,” harap Dinda.


“Jangan, nanti kita nggak jadi pindah,” Rafa menolak.

__ADS_1


“lagian juga siapa yang mau sama dia, orang aneh,” gumam Kyra.


“Hati-hati kalau ngomong,” Aiden berbisik di telinga Kyra. Kyra menoleh menatap Aiden yang sedang tersenyum.


__ADS_2