Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Pisah


__ADS_3

Gita sudah menantikan kedatangan dari Bayu, dia menjadi gelisah. Meskipun masalah yang terjadi itu bukan dia namun dia merasa takut kalau Bayu tidak datang menemui Anita. Gita sangat kesal namun dia juga tidak berharap rumah tangga sahabatnya itu kandas di tengah jalna.


“Sayang.” Panggil Gilang.


“Ya.”


“Kamu nanti harus bisa control emosi kamu, aku tidak mau kamu terlalu terlibat masalah rumah tangga Anita dan Bayu.” Gilang mewanti-wanti Gita. Dia tahu kalau Gita orangnya konyol dan sembrono takutnya nanti malah mengacaukan semuanya.


Gilang bukan tidak suka Gita membantu sahabatnya, hanya saja dia tidak mau kalau sampai Gita yang di salahkan. Dia akan sedih melihat Gita yang putus asa dan menjadi tidak percaya diri.


“Iya sayang.”


Waktu sudah mau menunjukan pukul tujuh kurang lima belas menit namun Bayu belum juga . Anita mulai gelisah. Dia rasa memang sudah saatnya rumah tangganya kandas.


“Gue rasa Bayu tidak akan datang.” Kata Anita sambil tersenyum masam.


“Tunggu dulu masih ada lima belas.” Gita memegang tangan Anita.


“Kita tunggu saja sampai batas waktu, kalau memang tidak datang langsung saja lo ceraikan dia.” Kata Fara tanpa di saring.


“Huust, kamu jangan memperkeruh keadaan.” Raka menyentil kening Fara.


“Ya habis nggak menghargai banget.


“Mungkin


masih macet di jalan, kalian jangan pada negatif saja sama Bayu. Berikan waktu


sedikit lagi.” Kata Raka.


“Bayu juga


butuh waktu kan untuk perjalanan dari Jogja ke sini, dia juga punya pekerjaan


lain pastinya yang harus di selesaikan sebelum kesini.” Tambah Gilang.


“Lelaki


memang sama saja ya, selalu saja menggampangkan semua masalah yang ada, padahal


ini juga bukan masalah main-main.” Gita tidak suka dengan perkataan Gilang dan


Raka.


“Sabar


ibu-ibu, jangan terlalu terbawa emosi.” Vian mencoba menenangkan.


Anita menghela


napas panjang saat jam sudah menunjukan pukul tujuh tepat, dia menyandarkan


tubuhnya di sofa.


“Gue sudah


mendapatkan jawaban dari keputusannya.” Ujarnya.


Baru saja


selelsai bicara terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Gilang, “Mungkin


itu dia.” Kata Vian.


Dia bergegas


membukakan pintu, dan benar Vian tak lama masuk bersama Bayu.


“Sorry gue


telat, jalanan malam ini padat banget.” Katanya sambil duduk di samping Vian


berhadapan langsung dengan Anita.


“Nggak


apa-apa Bay, asal lo selamat sampai tujuan telat nggak masalah.” Kata Gilang.


“Kalau


begitu, kita pergi dulu kalian ngobrol berdua.” Raka mengkode yang lain agar


memberikan waktu untuk mereka berdua ngobrol.


“Kalian


nggak perlu pergi, disini saja.” Pinta Anita.


“Kalian


harus menyelesaikan berdua dengan kepala dingin, biat kita tunggu di dalam.”


Kata Gilang.

__ADS_1


“Nggak usah


Kak Gilang, gue sudah tidak bisa sendiri gue butuh Gita sama Fara.” Kata Anita.


Dia tidak


bisa berhadapan berdua dengan Bayu, dia takut kalau tidak akan bisa menjawab


dan pastinya akan luluh terus. Sejak kedatangannya dia terus memandangnya


dengan mata nanar.


“Baiklah,


kalian disini tidak apa-apa.” Bayu akhirnya mengalah.


Setelah semua


duduk kembali, tiba-tiba suasana menjadi sangat tegang. Tidak ada satupun yang


bicara. Gita dan Fara saling berpadangan, Fara mengangkat pundaknya.


“Anita,


katakan sesuatu.” Bisik Gita.


Anita


mengangguk, “ Kak Bayu, aku mau tanya sama kamu?” Katanya dengan sangat berat. Sebenarnya


dia kangen banget sama Bayu, namun dia juga sakit hati di perlakukan seperti


itu sama dia.


“Tanya apa?”


“Apa Kak


Bayu masih mencintaiku?” Tanya Anita dengan tatapan yang sangat dalam.


“Tentu saja,


aku sayang sama kamu selamanya. Kenapa kamu mempertanyakan hatiku apa kamu


tidak percaya?” Bayu berbalik menatap Anita dengan lekat.


“Kalau kamu


memang mencitaiku, kenapa kamu mau menikah lagi. Dan kamu tidak bilang sama


“Itu semua


bukan kemauan aku sayang, bahkan aku tidak tahu kalau posting di media sosial. Meskipun


aku menikah lagi, kamu akan selamanya menjadi istri satu-satunya.” Bayu


memegang tangan Anita.


“Brati kamu


memang setuju pernikahan itu meskipun bukan kemauan kamu?” Anita tak menyangka


Bayu menjawab seperti itu. Yang dia inginkan Bayu menolak perjodohan mama


mertuanya itu. Bayu terdiam, dia tidak bisa menjawab karena dia juga tidak bisa


menolak kemauan mamanya.


Anita menarik


tangannya, air matanya langsung mengalir deras.


“Kamu diam


berarti kamu setuju, aku tahu memang aku bukan istri yang sempurna. Istri yang


gagal karena tidak bisa memiliki keturunan. Tapi apakah harus kalian


memperlakukanku seperti ini?” Anita menagis dengan sangat keras.


“Maafin aku,


bukan maksud aku seprti itu. Aku akan menikahinya tapi aku akan tetap


bersamamu, aku janji pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Aku akan segera


mengakhirinya.”


“Cukup Kak


Bayu, kalau memang tidak menginginkan pernikahan ini kenapa tidak dari sekarang


saja mngakhirinya. Kenapa harus menikah dulu?” Ujar Gita sambil memeluk Anita.

__ADS_1


“Kak,


awalnya gue senang lo datang kesini. Gue pikir bakalan membawa kabar baik untuk


Anita tapi nyatanya lo hanyalah seorang pengecut yang mengorbankan kebahagian


lo sama Anita.” Fara kesal.


“Kalian


tidak akan pernah ngerti di posisi gue. Kalian bisa saja menilai gue seperti


ini itu tapi apakah kalian merasakan rasanya tidak punya anak. Tiap hari


orang-orang terus menekan gue untuk punya momongan. Kalian pernah mikir tidak


perasaan gue. Gue manusia normal yang ingin merasakan punya momonyan layaknya


orang lain. Gue menikah hanya untuk mendapatkan memongan setelah itu gue bakal


ceraikan dia. Gue Cuma mau ambil anaknya saja.” Katanya dengan nada tinggi.


Plaaak!


Tamparan keras


dari tangan Vian, dia benar-benar benci mendengar ucapan dari Bayu.


Bisa-bisanya dia mengatakan hal menjijikan.


“Bayu, gue


tahu lo menginginkan seorang keturunan. Tapi bukan seperti ini caranya, banyak


cara lain. Lo pikir dengan begini lo tidak akan menyakiti siapapun?” Kata Vian.


“Bayu, Vian


benar. Kali ini gue berpihak kepada Anita. Lo tahu saat lo mengatakan seperti


barusan seberapa jatuhnya mental dia. Lo yang meminta dia di depan seluruh


keluarganya dengan catatan membahagiakannya kan. Kenapa lo malah menyakitinya?”


“Sudahlah


tidak perlu basa-basi lagi, kalau lo memang tetap akan menikah dengan cewek


itu. lepaskan Anita, biarkan dia bahagia tanpa lo.” Kata Vian.


“Jangan


kelewatan lo Vian, apa hak lo menagatakan semua itu.”


“Vian dan


yang lain berhak memberikan keputusan untuk gue. Dan gue mau kita sudahan saja,


mari kita bahagia masing-masing.” Kata Anita.


“Anita, bukan


seperti ini yang aku mau. Kamu cukup sabar saja aku akan membuat lebih bahagia.”


Bayu beranjak mendekati Aniat dia memeluk erat Anita.


“Tidak Kak,


aku tidak bisa. Aku hanya akan memberikan kamu pilihan dua malam ini. Kamu


pilih aku atau dia? Kalau kamu pilih dia maka lepaskan aku untuk selamanya.”


Anita melepaskan diri dari pelukan Bayu.


Bayu menghela


napas panjang, dia menadahkan kepalanya di atas. Dia benar-benar tidak bisa


melakukannya. Dia masih cinta sama Anita namun dia juga tidak bisa membatah


ibunya. Dan tambah lagi dia ingin memiliki momongan. Dia ingin memiliki


keturunan yang bisa mewarisi semua yang dia miliki.


“Baiklah


Kak, kamu tidak perlu mejawab lagi. Gue sudah tahu jawabannya, kita akan pisah


aku akan urus surat perceraian kita.” Kata Anita sambil berdiri. Dia pergi


meninggalkan ruang tamu. Gita dan Fara langsung saja mengejarnya.


Vian

__ADS_1


mendekati telinga Bayu, dia berbisik lalu pergi mengejar cewek-cewek takut ada


hal-hal yang tidak diinginkan.


__ADS_2