
Gita sudah menantikan kedatangan dari Bayu, dia menjadi gelisah. Meskipun masalah yang terjadi itu bukan dia namun dia merasa takut kalau Bayu tidak datang menemui Anita. Gita sangat kesal namun dia juga tidak berharap rumah tangga sahabatnya itu kandas di tengah jalna.
“Sayang.” Panggil Gilang.
“Ya.”
“Kamu nanti harus bisa control emosi kamu, aku tidak mau kamu terlalu terlibat masalah rumah tangga Anita dan Bayu.” Gilang mewanti-wanti Gita. Dia tahu kalau Gita orangnya konyol dan sembrono takutnya nanti malah mengacaukan semuanya.
Gilang bukan tidak suka Gita membantu sahabatnya, hanya saja dia tidak mau kalau sampai Gita yang di salahkan. Dia akan sedih melihat Gita yang putus asa dan menjadi tidak percaya diri.
“Iya sayang.”
Waktu sudah mau menunjukan pukul tujuh kurang lima belas menit namun Bayu belum juga . Anita mulai gelisah. Dia rasa memang sudah saatnya rumah tangganya kandas.
“Gue rasa Bayu tidak akan datang.” Kata Anita sambil tersenyum masam.
“Tunggu dulu masih ada lima belas.” Gita memegang tangan Anita.
“Kita tunggu saja sampai batas waktu, kalau memang tidak datang langsung saja lo ceraikan dia.” Kata Fara tanpa di saring.
“Huust, kamu jangan memperkeruh keadaan.” Raka menyentil kening Fara.
“Ya habis nggak menghargai banget.
“Mungkin
masih macet di jalan, kalian jangan pada negatif saja sama Bayu. Berikan waktu
sedikit lagi.” Kata Raka.
“Bayu juga
butuh waktu kan untuk perjalanan dari Jogja ke sini, dia juga punya pekerjaan
lain pastinya yang harus di selesaikan sebelum kesini.” Tambah Gilang.
“Lelaki
memang sama saja ya, selalu saja menggampangkan semua masalah yang ada, padahal
ini juga bukan masalah main-main.” Gita tidak suka dengan perkataan Gilang dan
Raka.
“Sabar
ibu-ibu, jangan terlalu terbawa emosi.” Vian mencoba menenangkan.
Anita menghela
napas panjang saat jam sudah menunjukan pukul tujuh tepat, dia menyandarkan
tubuhnya di sofa.
“Gue sudah
mendapatkan jawaban dari keputusannya.” Ujarnya.
Baru saja
selelsai bicara terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Gilang, “Mungkin
itu dia.” Kata Vian.
Dia bergegas
membukakan pintu, dan benar Vian tak lama masuk bersama Bayu.
“Sorry gue
telat, jalanan malam ini padat banget.” Katanya sambil duduk di samping Vian
berhadapan langsung dengan Anita.
“Nggak
apa-apa Bay, asal lo selamat sampai tujuan telat nggak masalah.” Kata Gilang.
“Kalau
begitu, kita pergi dulu kalian ngobrol berdua.” Raka mengkode yang lain agar
memberikan waktu untuk mereka berdua ngobrol.
“Kalian
nggak perlu pergi, disini saja.” Pinta Anita.
“Kalian
harus menyelesaikan berdua dengan kepala dingin, biat kita tunggu di dalam.”
Kata Gilang.
__ADS_1
“Nggak usah
Kak Gilang, gue sudah tidak bisa sendiri gue butuh Gita sama Fara.” Kata Anita.
Dia tidak
bisa berhadapan berdua dengan Bayu, dia takut kalau tidak akan bisa menjawab
dan pastinya akan luluh terus. Sejak kedatangannya dia terus memandangnya
dengan mata nanar.
“Baiklah,
kalian disini tidak apa-apa.” Bayu akhirnya mengalah.
Setelah semua
duduk kembali, tiba-tiba suasana menjadi sangat tegang. Tidak ada satupun yang
bicara. Gita dan Fara saling berpadangan, Fara mengangkat pundaknya.
“Anita,
katakan sesuatu.” Bisik Gita.
Anita
mengangguk, “ Kak Bayu, aku mau tanya sama kamu?” Katanya dengan sangat berat. Sebenarnya
dia kangen banget sama Bayu, namun dia juga sakit hati di perlakukan seperti
itu sama dia.
“Tanya apa?”
“Apa Kak
Bayu masih mencintaiku?” Tanya Anita dengan tatapan yang sangat dalam.
“Tentu saja,
aku sayang sama kamu selamanya. Kenapa kamu mempertanyakan hatiku apa kamu
tidak percaya?” Bayu berbalik menatap Anita dengan lekat.
“Kalau kamu
memang mencitaiku, kenapa kamu mau menikah lagi. Dan kamu tidak bilang sama
“Itu semua
bukan kemauan aku sayang, bahkan aku tidak tahu kalau posting di media sosial. Meskipun
aku menikah lagi, kamu akan selamanya menjadi istri satu-satunya.” Bayu
memegang tangan Anita.
“Brati kamu
memang setuju pernikahan itu meskipun bukan kemauan kamu?” Anita tak menyangka
Bayu menjawab seperti itu. Yang dia inginkan Bayu menolak perjodohan mama
mertuanya itu. Bayu terdiam, dia tidak bisa menjawab karena dia juga tidak bisa
menolak kemauan mamanya.
Anita menarik
tangannya, air matanya langsung mengalir deras.
“Kamu diam
berarti kamu setuju, aku tahu memang aku bukan istri yang sempurna. Istri yang
gagal karena tidak bisa memiliki keturunan. Tapi apakah harus kalian
memperlakukanku seperti ini?” Anita menagis dengan sangat keras.
“Maafin aku,
bukan maksud aku seprti itu. Aku akan menikahinya tapi aku akan tetap
bersamamu, aku janji pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Aku akan segera
mengakhirinya.”
“Cukup Kak
Bayu, kalau memang tidak menginginkan pernikahan ini kenapa tidak dari sekarang
saja mngakhirinya. Kenapa harus menikah dulu?” Ujar Gita sambil memeluk Anita.
__ADS_1
“Kak,
awalnya gue senang lo datang kesini. Gue pikir bakalan membawa kabar baik untuk
Anita tapi nyatanya lo hanyalah seorang pengecut yang mengorbankan kebahagian
lo sama Anita.” Fara kesal.
“Kalian
tidak akan pernah ngerti di posisi gue. Kalian bisa saja menilai gue seperti
ini itu tapi apakah kalian merasakan rasanya tidak punya anak. Tiap hari
orang-orang terus menekan gue untuk punya momongan. Kalian pernah mikir tidak
perasaan gue. Gue manusia normal yang ingin merasakan punya momonyan layaknya
orang lain. Gue menikah hanya untuk mendapatkan memongan setelah itu gue bakal
ceraikan dia. Gue Cuma mau ambil anaknya saja.” Katanya dengan nada tinggi.
Plaaak!
Tamparan keras
dari tangan Vian, dia benar-benar benci mendengar ucapan dari Bayu.
Bisa-bisanya dia mengatakan hal menjijikan.
“Bayu, gue
tahu lo menginginkan seorang keturunan. Tapi bukan seperti ini caranya, banyak
cara lain. Lo pikir dengan begini lo tidak akan menyakiti siapapun?” Kata Vian.
“Bayu, Vian
benar. Kali ini gue berpihak kepada Anita. Lo tahu saat lo mengatakan seperti
barusan seberapa jatuhnya mental dia. Lo yang meminta dia di depan seluruh
keluarganya dengan catatan membahagiakannya kan. Kenapa lo malah menyakitinya?”
“Sudahlah
tidak perlu basa-basi lagi, kalau lo memang tetap akan menikah dengan cewek
itu. lepaskan Anita, biarkan dia bahagia tanpa lo.” Kata Vian.
“Jangan
kelewatan lo Vian, apa hak lo menagatakan semua itu.”
“Vian dan
yang lain berhak memberikan keputusan untuk gue. Dan gue mau kita sudahan saja,
mari kita bahagia masing-masing.” Kata Anita.
“Anita, bukan
seperti ini yang aku mau. Kamu cukup sabar saja aku akan membuat lebih bahagia.”
Bayu beranjak mendekati Aniat dia memeluk erat Anita.
“Tidak Kak,
aku tidak bisa. Aku hanya akan memberikan kamu pilihan dua malam ini. Kamu
pilih aku atau dia? Kalau kamu pilih dia maka lepaskan aku untuk selamanya.”
Anita melepaskan diri dari pelukan Bayu.
Bayu menghela
napas panjang, dia menadahkan kepalanya di atas. Dia benar-benar tidak bisa
melakukannya. Dia masih cinta sama Anita namun dia juga tidak bisa membatah
ibunya. Dan tambah lagi dia ingin memiliki momongan. Dia ingin memiliki
keturunan yang bisa mewarisi semua yang dia miliki.
“Baiklah
Kak, kamu tidak perlu mejawab lagi. Gue sudah tahu jawabannya, kita akan pisah
aku akan urus surat perceraian kita.” Kata Anita sambil berdiri. Dia pergi
meninggalkan ruang tamu. Gita dan Fara langsung saja mengejarnya.
Vian
__ADS_1
mendekati telinga Bayu, dia berbisik lalu pergi mengejar cewek-cewek takut ada
hal-hal yang tidak diinginkan.