
am Gita tersentak melihat Gilang saat dia baru keluar dari kantornya.
"Sayang, kamu masih disini?" Tanya Gita.
"Kamu yang kenapa masih disini?" Gilang tanya balik.
"Kerjaan aku numpuk, kemarin kan kamu minta aku libur mendadak jadi ya jadi numpuk kerjaan. Tuh masih ada banyak berkas di atas meja." Gita menunjuk ke belakang.
"Ya udah yuk pulang." Gilang menggandeng tangan Gita.
Sepanjang perjalanan Gilang hanya diam saja. Gita melirik kearah Gilang, wajahnya seperti sedang capek.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gita sambil memegang tangan Gilang.
"Aku nggak apa-apa, memangnya kenapa?" tanya Gilang balik.
"Kamu seperti kurang enak badan begitu, kamu pasti kecapean." Kata Gita.
"Ya cuma capek aja, kan udah beberapa hari ini kerjaan full." Kata Gilang.
"Nanti kamu pulang langsung isturahat saja, jangan lembur. Oiya.. Udah makan belum?"
"Belum."
"Kan, kamu juga lupa makan. Kamu mau makan apa?" tanya Gita.
"Makan sup buntut kayaknya enak." Kata Gilang.
"Bani, nanti kita berhenti dekat komplek ya, beli tolong beliin sup buntut buat Kak Gilang." Gita meminta tolong sama Bani.
"Iya Mbak."
Gilang menyandarkan tubuhnya di pundak Gita, dia merasa tubuhnya semakin lemas.Tak lama Gilang pun memejamkan matanya.
"Kamu pasti sangat lelah." Batin Gita sambil mengusap pipi Gilang.
Lima belas menit dari Gilang terlelap mobil sudah terparkir di garasi rumah. Gita awalnya tidak tega membangunkannya, namun dia juga tidak bisa membiarkan Gilang tidur posisi duduk.
"Sayang... Bangun yuk pindah ke dalam." Bisik Gita pelan sambil mengusap rambut Gilang.
"Iya.." Katanya sambil mengangkat kepalanya. Gilang mendorong pelan pintu mobilnya.
Setelah itu dia langsung bergegas ke kamar, dia bebersih dan langsung merebahkan tubuhnya.
"Sayang, kamu udah mau tidur?" tanya Gita sambil duduk disamping Gilang.
"Iya sayang, badan ku tiba-tiba tidak enak." ujarnya.
"Kamu makan dulu ya, biar aku bawain kesini." Kata Gita. Gilang menganggukkan kepalanya, Gita memegang kening Gilang sebelum dia mengambil makanan.
"Kamu panas, apakah kamu pusing?" tanya Gita.
"Lumayan." kata Gilang.
Gita bergegas mengambil makan untuk Gilang, tak lupa dia membawakan obat juga.
__ADS_1
"Sayang, ayo duduk dulu." Kata Gita.
Dengan tubuh yang berat dia berusaha untuk duduk, dia ingin mengambil piring dari tangan Gita. Namun Gita tidak memberikannya.
"Biar aku suapin." kata Gita sambil menyendok nasi dan menyuapi Gilang.
"Aaa..." Gita meminta Gilang membuka mulutnya.
"Biar aku makan sendiri saja, kamu istirahat." Kata Gilang berusaha mengambil piring dari Gita namun Gita langsung menahannya.
"Biarin aku merawat kamu, kalau mau makan sendiri ya cepat sembuh." cerocos Gita.
"Iya nyonya." Jawab Gilang setelah nasi sup buntut mendarat lagi di mulutnya.
Setalah selesai makan Gilang meneguk obat dan segera tidur sesaat efek mengantuk dari obatnya.
Gita mengecek suhu badan Gilang yang lumayan meninggi. Dia mengambil kompresan, dia malam ini sepertinya tidak akan tertidur.
Tok..tok...
"Mbak Gita." Panggil Bik Siti.
"Iya Bik, ada apa?" Gita beranjak dari duduknya untuk menemui Bik Siti.
"Aiden nangis terus, sepertinya mau sama Mbak Gita." kata Bik Siti.
"Sini sayang, sama mama." Gita menggendong Aiden. Aiden yang sejak tadi rewel menangis langsung diam saat di gendongan Gita.
"Bik Siti tidur saja, biar malam ini Aiden tidur disini." Kata Gita.
"Iya Mbak."
"Kamu pasti kangen papa sama mama ya pasti." Gita menciumi pipi gembul Aiden.
Aiden mulai besar, Gita mulai gemes apalagi Aiden yang mulai aktif. Dia sudah mulai berusaha untuk merangkak.
"Harusnya Aiden mulai tidur sini lagi." kata Gita.
Dia ingin menghabiskan malam bersama Aiden, selama beberapa bulan ini dia sudah lumayan sedikit waktu bersama Aiden.
Aiden yang sejak tadi aktiv, dia pun mulai lelah dan mengantuk. Tak hanya Aiden yang mengantuk Gita pun perlahan menutup matanya.
...----------------...
Baru juga memjamkan matanya, dia langsung terbangun kaget mendengar rengekan Aiden. Gita menepuk-nepuk pelan Aiden, tak lama dia pun kembali tertidur.
Gita mengecek kening Gilang, dia kembali mengopres Gilang karena demamnya masih tinggi.
"Sayang, cepat sembuh ya." Kata Gita.
Dan pada akhirnya Gita tidak tidur semalaman karena menunggu dia jagoannya sekaligus. Gilang yang sakit, dan Aiden yang beberapa kali terbangun.
Sampai jam menunjukan pukul setengah lima pagi, Gita tidak sadar tertidur di samping Gilang.
Aiden sudah memutar-mutar tubuhnya, untung Gita sudah memberi bantar guling di ujung kasur.
__ADS_1
Aiden ngoceh, Aiden merangkak di tubuh Gilang. Dia menepuk-nepuk wajah Gilang.
"Aiden.." Katanya kaget putranya sudah ada di atas tubuhnya.
Gilang langsung duduk, dia memangku Aiden yang masih terus mengoceh. Gilang melihat Gita yang tidur dengan posisi duduk.
"Pasti semalaman nggak tidur kan kamu." Kata Gilang. "Sayang, kamu sama Bik Siti dulu ya. Nanti papa gendong lagi." Gilang mau menitipkan Aiden ke Bik Siti dulu.
"Bik..Bik Siti..." Panggil Gilang.
"Iya Mas," Bik Siti mencuci tangannya lalu berjalan me dekati Gilang.
"Bibik lagi ngapain?"
"Masak Mas, tapi udah mau selesai sih tinggal menunggu matang. Ada yang bisa di bantu mas?"
"Tolong Aiden ya Bik, Gita masih tidur pasti baru saja tidurnya."
"Iya Mas, biar Aiden sama Bibik. Maaf Mas semalam Aiden rewel jadi kangen mamanya. Jadi tidur sama Mas Gilang dan Mbak Gita."
"Nggak apa-apa Bik."
"Mas Gilang sudah enakan belum?" tanya Bik Siti.
"Susah kok Bik, ya sudah Gilang ke kamar dulu ya."
"Iya Mas."
Gilang bergegas untuk memindah Gita agar tidur di tempat tidur. Namun sampai di kamar Gita sudah tidak ada.
"Sayang." Panggil Gilang.
"Iya." Gita keluar dari kamar mandi.
"Kamu kok udah bangun?" tanya Gilang.
"Kan udah pagi, kamu darimana aku cariin, Aiden kemana ya?" Gita mendekati Gilang sambil memegang keningnya.
"Aiden udah sama Bik Siti, kamu semalam pasti tidak tidur kan?"
"Tidur kok, kamu istirahat lagi. Badan kamu masih panas begini." Gita meminta Gilang merebahkan tubuhnya lagi.
"Kamu juga tidur lagi, aku kamu semalam tidak tidurkan."
"Jangan sok tahu, Gita tidur kok. Oiya.. Maafin Gita ya Kak Gilang karena nggak bisa merawat full. Hari ini Gita banyak kerjaan jadi nggak bisa libur." kata Gita sambil menyelimuti Gilang.
"Iya nggak apa-apa, tapi ingat kamu berangkat siangan aja. Jangan lupa, tidak boleh lembur." kata Gilang.
"Iya sayang, maaf ya."
"Nggak apa-apa, harusnya aku yang minta maaf karena merepotkan kamu." kata Gilang.
"Ih.. Merepotkan apaan sih. Kan aku istri kamu." Kata Gita sambil mencium kening Gilang.
"Aku siapin sarapan sama obat dulu ya."
__ADS_1