
Gita bangun lebih pagi, dia menyiapkan segala sesuatunya. Ini adalah hari pertama dia ke kantor setelah sekian lama jadi dia tidak mau terlambat.
"Sayang, bangun yuk udah pagi." Bisik Gita di telinga Gilang.
"Eemm.." Gilang menggeliat dan meneruskan tidurnya lagi.
"Sayang, ayo nanti terlambat loh. Katanya kamu ada meeting pagi." Gita menarik kedua tangan Gilang.
"Lima menit lagi." Kata Gilang dengan mata masih tertutup.
"Ih.. Ayoo... Nggak ada lima menit- lima menit. Aku mau pompa asi dulu. Nanti aku kesini kamu harus udah selesai mandi." kata Gita.
"Iya sayang. Kamu lagi ini kenapa bawel banget sih." kata Gilang kembali menarik selimutnya.
Meskipun Gita bekerja dia tetap akan memberikan asi buat Aiden. Dia tidak mau mengganti dengan susu formula.
"Bibik." panggil Gita.
"Iya Mbak." Bik Siti bergegas mendekat ke tempat Gita.
"Asi Aiden ada di kulkas ya." Katanya.
"Iya Mbak."
Gita mrnggendong Aiden duduk di balkon, sembari menunggu Gilang selesai siap-siap.
"Sayang, nanti mama udah mulai kerja kamu jangan rewel ya sama Bik Siti." Gita menimang putranya sebelum dia pergi kerja.
Tiba-tiba saja ada perasaan berat meninggalkan Aiden di rumah. Gita mencium pipi Aiden yang mulai mengbang seperti bapau.
"Mama pasti bakalan kangen deh." Kata Gita saat melihat Aiden tersenyum manis.
"Aah.. Gemes banget sih anak mama." Gita ingin menggigit pipi Aiden. "Mama gigit juga pipi kamu."
"Eh..eh..." seru Gilang mendekati Gita dan Aiden.
"Ada apa sayang?" Gita heran.
"Kamu jangan gigit Aiden, nanti kalau dia memangis gimana."
"Nggak nangis, kan gigitnya pakai cinta, kasih sayang seorang ibu. Nggak akan menangis." Celoteh Gita.
"Kamu dapat pernyataan darimana digigit nggak sakit."
"Kamu tahu kan kucing, macan itu suka bawa anaknya di gigit. Tapi anaknya tidak menangis karena apa karena induknya pakai hati gigitnya." Celoteh Gita semakin tidak jelas.
"Jadi kamu samakan Aiden sama kucing?"
"Dia kan emang lucu kayak anak kucing. Comel bikin gemes." Gita menciumi Aiden.
"Dan kamu induk kucingnya." Kata Gilang sambil memeluk Gita.
"Kamu bapak kucing." Gita terkekeh.
Gilang menggeleng sambil tersenyum, dia meminta untuk menggendong Aiden.
"Ganteng banget sih, anak siapa ya?" Gilang menciumi Aiden.
__ADS_1
"Anak papa ganteng. Sayang ayo kita sarapan nanti kita terlambat lagi." ajak Gita.
"Ok. Baby Ai kita sarapan." Gilang berjalan lebih dulu. Sedangkan Gita membawa tas milik Gilang.
...----------------...
Sesampai di kantor Gilang tidak langung ke ruangnnya. Dia berjalan mengikuti Gita.
"Sayang, kamu kenapa kesini kan ruangan kamu di sana." Tunjuk Gita ke lain arah.
"Aku mau anterin kamu sampai ke ruangan kamu." ujar Gilang sembari menggandeng tangan Gita.
"Sayang, emangnya tidak apa-apa gandengan di kantor." Kata Gita sambil lihat sekitar.
"Ya nggak apa-apa, kan kamu istri aku. Lagian ini kantor aku bebas kan mau gandeng mau peluk kamu." ujar Gilang.
Gita hanya mengangguk-angguk saja, dia melepaskan gendengan tangan Gilang saat sampai di ruangannya.
"Selamat pagi semua." Gilang menyapa semua anggota team Gita.
"Selamat pagi Pak." jawab serentak.
"Ada pengumuman untuk team kalian."
"Pengumuman apa Pak?" tanya Win udah mau di buat jangan saja padahal Gita belum juga lima menit di ruangan.
"Saya akan menyampaikan jam kerja untuk Gita. Jangan pernah menegur dia saat pagi terlambat karena dia bebas datang jam berapa saja. Yang kedua dia tidak boleh lembur atau pulang lebih dari pukul empat sore. Sekian pengumuman dari saya terima kasih."
Mendengar jadwal kerjanya Gita langsung melongo, dan teman-temannya pun ikutan melongo.
"Tidak profesional." Guman Vian.
"Apa ada yang keberatan?" tanya Gilang.
"Tidak Pak, kami semua setuju kok." Win mengehela napas panjang.
"Aku yang tidak setuju, kenapa kamu buat jadwal aku seperti ini. Harusnya kamu bisa membedakan masalah keluarga sama kerjaan." kata Gita.
"Kalau kamu tidak setuju, berati kamu tidak akan masuk kerja semalanya." kata Gilang.
"Ok..ok.. Aku bakalan ikuti aturan yang kamu buat." Gita ikut saja daripada tidak boleh bekerja.
Setelah Gita setuju Gilang pun kembali ke ruangannya. Kepergian Gilang langsung hebohlah ruangan Gita.
"Enak lo ya biasa brangkat seenaknya. Curang lo." protes Fara.
"Ngapa nggak dari tadi lo protes kakak ipar."
"Heh.. Udah-udah, kerjaan numpuk jangan pada ribut aja. Git tugas lo banyak banget nih." Mas Win memberikan berkas dua tumpuk di meja Gita.
"Wow.. Luar binasa sekali."
"Luar biasa." sahut Win.
"Ya itung-itung hadiah penyambutan buat lo." Kata Nino.
"Terima kasih teman-teman kalian baik sekali." jawab Gita sembari membuka satu persatu berkasnya.
__ADS_1
Meskipun jam kerja Gita pendek, setidaknya sangat membantu di team Win. Yang harusnya selesai lusa hari ini pun sudah selesai. Satu persatu berkas telah Gita kerjakan.
Gita merenggangkan kedua tangannya, semua berkas yang ada di mejanya sudah kelar.
"Akhirnya selesai juga." Ucapnya sambil menekan ctlr + S di keyboardnya.
"Kelar Git?" tanya Nino.
"Sudah dong Mas."
"Wih.. Masih pro aja lo meskipun udah lama nggak kerja." Nino salut dengan kinerja Gita yang masih sama.
"Bagus deh kalau sudah kelar, kita besok ada proyek baru. Kita akan survie ke tempatnya yang akan pergi nanti Vian, Nino, Anita dan Gita." Kata Win.
"Mas, masa gue nggak ikut mereka." Protes Fara.
"Lo temani Mbak Ina disini aja." Kata Win.
"Yah.. Gue mau ikut Mas." Fara merengek meminta ikut.
"Kayaknya lebih baik gue yang nggak ikut deh Win." Nino mengundurkan diri untuk ikut bersama orang-orang konyol macam mereka.
"Lo kan yang paling tua, harus ikut lah mereka nanti kalau bingung minta pendapat sama siapa." ujar Win.
"Kalau Nino nggak mau biar aku aja yang ngawasin mereka." Mbak Ina menawarkan diri.
"Ya udah kamu aja sayang, Nino emang nggak berguna." Kata Win.
"Idih.."
"Ingat ya, jangan pada bikin masalah besok. Vian Nino ikut gue ketemu klien sekarang." Ajak Win.
"Siap Mas."
"Kalian pada lapar nggak?" tanya Mbak Ina.
"Lapar banget." Jawab Fara.
"Kantin yuk,"
"Bentar Mbak belum kelar kerjaan gue." Anita masih sibuk.
"Nanti lagi Nit, kita makan dulu yuk." Mbak Ina samperin Anita.
"Dikit lagi." Anita masih belum mau beranjak.
"Nit, ayolah nanti lagi punya gue juga masih banyak kok. Nanti kalau lembur gue temani deh." bujuk Fara.
"Gue rasa kebalik deh, lo yang bakalan minta gue temani." Anita manyun.
"He-he."
"Dah yuk makan dulu,"
"Ayolah.. Hari ini gue yang traktir deh." Kata Gita.
"Yok Gas."
__ADS_1