Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Moodbooster 2


__ADS_3

Kyra melihat toples berisikan coklat, dia menarik kertas kecil warna tosca.


Hai Kyra, lo pasti sedang sedih ya?


Jangan sedih lagi ya, gue bawain coklat ini sebagai teman lo


Kalau lo lagi kalut, nggak mood ambil saja satu. Rasakan kalau gue ada di dekat lo


Semangat!!


“Ya ampun sweet banget sih lo Ai, gimana nggak makin meleleh gue,” ucap Kyra.


Kyra mengambil ponselnya lalu memotret coklat dan tulisannya. Dia mau mengabadikannya. Kyra tidak mau bahagia sendirian, dia membagikan foto itu sama Dinda.


“Woi, kok bisa Kak Ai sweet begitu sih,” ucap Dinda saat sambungan teleponnya diangkat sama Kyra.


“Gue juga nggak menyangka, dia tiba-tiba datang dan kasih suprize seperti ini,” ucapnya dengan senyum-senyum sendiri.


“Gue juga mau tahu, gue pingin satu yang kayak Kak Ai.”


“Kan ada Luki, dekat aja pelan-pelan siapa tahu nyaman,”  ujar Kyra.


“Kak Luki, gue belum sreg.”


“Ibob, jangan Ai sama Rafa sudah punya pawang masing-masing.”


“Ibob itu lucu, gue nyaman sebagai teman saja.”


“Lo nggak mau coba dekat sama Luki, nanti kalau dia suka cewek lain lo heboh, patah hati sebelum jadian,” oceh Kyra.


“Itu mah lo, patah hati sebelum jadian.”


“Eits, itu kemarin sekarang nggak.”


“Iya deh, iya.”


“Din, gue jahat nggak sih deketin Ai karena tiket yang mau lo kasih,” Kyra merasa bersalah karena awalnya mendekati Aiden hanya demi sebuah tiket bukan rasa suka.


“Nggak, toh lo sekarang suka beneran kan sebelum jadian. Jadi anggap saja tiket yang bakalan gue kasih itu adalah bonus kalau kalian itu jadian.”


“Apa gue jujur saja ya, gue takut kalau nanti dia malah membenci gue kalau tahu tujuan utama gue dulu,” Kyra takut kalau Aiden menjauhinya lagi.


“Tenang, nggak ada yang tahu juga. Aman gue sudah batalin perjanjian ini. Gue bakalan kasih ini sebagai kado buat lo. Gimana?”

__ADS_1


“Beneran ya?”


“Iya, gue matiin dulu ya. Mau tidur, ngantuk. Bye.”


“Bye.”


Kyra menaruh ponselnya, dia menatap toples coklat dengan senyum-senyum.


“Makasih ya Ai, lo telaah hadir di masa-masa menjengkelkan hidup gue,” ucapnya sembari mencium toplesnya.


*****


Untuk membalas suprize yang di berikan Aiden semalam, Kyra membuatkan nasi goreng untuk makan siang Aiden. Karena biasanya dia sudah sarapan di rumah bareng teman-temannya.


“Mau dibantuin Mbak?” tanya Bik Imah.


“Nggak usah bik makasih, biar ini murni buatan dari tangan Kyra,” ucapnya sambil tersenyum.


“Buat pacarnya ya Mbak?” tanya Bik Imah sembari memindah sayur ke mangkuk untuk sarapan majikannya.


“Teman Bik, bukan pacar.”


“Mas Kris?”


“Soalnya yang sering ke sini kan Mas Kris. Seminggu bisa lima kali ke sini. Sampai bosan bibik,” ucapnya sambil tertawa kecil. “Eh bercanda lo Mbak,” Bik Imah langsung meralat ucapannya.


“Nggak apa-apa Bik, kalau bibi saja bosan apa lagi Kyra. Tiap ketemu harus tetap tersenyum padahal malas banget,” ujarnya.


“Soalnya Mas Kris sombong Mbak, sama bibi saja jarang menyapa, kalau di tanya nggak jawab. Kalau butuh saja baru mau ngomong.” Curhat Bik Imah selama Kris datang ke rumahnya.


“Kalau bisa jangan pacaran sama orang seperti itu mbak, bisa-bisa makan hati nanti,” tambah Bik Imah.


“Tenang Bik, Kyra nggak suka kok sama dia. Jadi bibik aman,” kata Kyra.


“Memangnya yang mana mbak yang jadi teman spesial?” Bik Imah kepo.


“Ada Bik, cuma belum bisa Kyra bawa pulang. Soalnya mama nggak menyetujuhi.” Kata Kyra sembari memasukan hasil masakannya ke tempat makan.


“Loh kenapa?”


“Dia dari orang sederhana Bik. Bibik tahukan mama kayak apa?” ujarnya dengan raut wajah sedih.


Kyra nggak tahu kenapa mamanya selalu mengukur kebahagiaan dengan uang. Di tambah lagi hanya mengizinkan berteman dengan anak-anak yang pintar dan kaya.

__ADS_1


“Iya Mbak, sabar ya mbak. Semoga kisah cinta mbak kyra bukan seperti siti nurbaya ya.”


“Kalian pada ngobrolin apa pagi-pagi?” kata Selfi. Dia menatap Kyra dan Bik Imah.


“Lagi tanya-tanya resep masakan ma sama Bik Imah, soalnya Kyra mau masak sendiri yang buat bekal,” ucap Kyra berbohong.


“Iya Buk, masakan Mbak Kyra enak lo,” puji Bik Imah.


“Kyra, kamu itu nggak usah sibuk membuat makanan. Biar Bik Imah saja, kamu cukup belajar. Kalau mau makan apa tinggal bilang,” ternyata Selfi tetap tidak menyukai tindakan positif anaknya.


Kyra mendengus, mamanya terlalu mengekang dirinya. Bahkan membuat sarapan saja salah. Terlalu obsesi dirinya menjadi paling pintar.


“Makasih ya Bik resepnya, jangan kasih tahu siapa-siapa in resep terenak soalnya,” kata Kyra dengan tatapan memohon.


“Baik Mbak,” Bik Imah tahu arti sebenarnya dari ucapan anak majikannya itu.


“Memangnya seenak apa sampai sama mamanya rahasia-rahasiaan,” ucap Selfi sembari mengambil susu yang baru selesai di buat sama Bik Imah.


Kyra menatap ke arah luar jendela, dia tidak pernah bahagia saat bersama keluarganya. Dia capek, nggak ada hiburan apa-apa. Yang ada hanya tekanan-demi tekanan yang dia terima.


“Kyra, gimana belajar kamu?” tanya mamanya dengan menoleh kearah Kyra sebentar.


“Biasa saja.”


“Biasa gimana maksud kamu?”


“Ya biasa, belajar di sekolah, les dan belajar lagi di rumah,” jawabnya malas.


“Kira-kira lesnya kurang nggak? Apa perlu mama tambahin di hari sabtu dan minggu untuk ulangan tengah semester ini?” cerocos mamanya.


“Terserah mama,” Kyra semakin tidak semangat merespon mamanya. Karena baginya semua sama saja, menolak ataupun menerima juga bakalan sesuai dengan kemauan mamanya.


“Kok terserah mama, kan yang menjalani kamu,” ucap Selsi sembari mematikan mesin mobilnya ketika sudah berada di parkiran sekolah.


“Meskipun Kyra yang menjalani kan semua mama yang mengatur, kalau Kyra bilang capek kan mama juga tetap bakalan menyuruh Kyra les di hari sabtu dan minggu kan,” katanya sambil membuka pintu mobilnya.


Selfi terdiam mendengar ucapan putrinya, memang benar selama ini dia mengartur kedua putrinya terutama Kyra.


“Kyra tunggu sebentar,” Selfi masih ingin ngobrol.


“Kyra ada piket ma, nanti keburu masuk.” ucapnya lalu menutup pintu mobil bahkan dia lupa kalau belum mencium tangan mamanya.


Keakraban antara ibu dan anak ini merenggang semenjak mamanya terobsesi dengan anak-anaknya untuk menjadi yang terbaik. Selfi terus menekan kedua anaknya untuk bisa lebih unggul dari siapapun sehingga anak-anaknya mulai menjauh dari mama dan papanya.

__ADS_1


“Kyra, mama melakukan semua ini untuk kamu. Semoga kamu nanti mengerti kenapa mama melakukan ini. Dan kamu akan berterima kasih dengan mama,” gumamnya sembari memperhatina Kyra sampai menghilang dari pandangannya.


__ADS_2