Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Trik


__ADS_3

"Fara.." panggil Gita lalu memeluknya.


"Kangen tahu beberapa hari nggak ketemu." Kata Fara.


"Iya kangen banget, Rafa masih tidur ya?" tanya Gita.


"Heem."


"Ya udah yuk cus, kita ke rumah." Gita membawakan koper milik Fara.


Perjalanan dari bandara sampai rumah tantenya hanya sekitar lima belas menit. Tak lama mereka sudah sampai, Gita kembali membawakan koper Fara, sedangkan Fara sibuk sama Rafa yang sudah bangun.


"Hai.. Cucu mama." wanda menyambut Kedatangan Rafa dan Fara. "Ayo masuk."


"Makasih Ma."


"Kemarin kamu nggak mau, kan enak bisa bareng-bareng." Kata Wanda.


"Baru dapat cuti dari Kak Gilang Ma." Kata Fara.


"Sana kalau mau istirahat dulu, biar Rafa sama mama. Mumpung Aiden tidur juga." Wanda menggendong Rafa.


"Iya ma, makasih ya. Maaf ngerepotin." kata Fara.


"Ngerepotin apanya, sudah sana. Biar Rafa main sama mama."


Gita mengantar Fara ke kamarnya, mereka tidur bersama.


"Lo sebenarnya ada masalah apa sama Raka?" tanya Gita. Dia sudah tidak sabar mendengar ceritanya.


"Prisil datang lagi Git." katanya sambil duduk di kasur dan meyandarkan tubuhnya.


"Prisil?" Kedua mata Gita membulat.


"Iya, Prisil datang lagi. Gue kesel banget kenapa Raka masih mau bantuin dia. Gue takut Raka masih suka sama dia." kata Fara dengan mata berkaca-kaca.


"Lo jangan sembarangan ngomong, Raka itu hanya cinta sama lo setelah dia putus sama Prisil." Gita meyakinkan kalau kakak sepupunya itu tidak akan berpaling.


"Tapi pas gue kasih pilihan dia malah memilih Prisil." ujarnya.


"Pilihan apa?"


"Ya pilih gue atau Prisil, dia pilih Prisil." jelasnya.


"Masa sih Raka milih balikan sama Prisil." Gita tidak percaya. Dia tahu banger sifat Raka, jadi masih tidak yakin kalau Raka memilih Prisil dibandingkan Fara yang sudah memberikan kebahagiaan sama dirinya.


"Ya bukan Prisilnya, gue tuh nggak mau Raka bantuin dia. Seperti tidak ada orang lain saja. Memangnya di dunia ini hanya Raka orang dia kenal." Fara kesal.


Gita menepuk-nepuk pundak Fara pelan, "Lo yang sabar ya, gue tahu pasti kalau Raka hanya cinta sama lo semenjak dia putus sama Prisil. Dan lo boleh kesel sama Raka tapi lo jangan sampai membuat celah untuk Prisil masuk ke keluarga kecil lo." Nasehat Gita.


"Benar juga, meskipun ngambek begini gue kan sayang banget sama Raka. Oiya Git, sebenarnya yang bikin kesel bukan hanya Raka tapi juga Anita."


"Ada apa dengan Anita?" tanya Gita.

__ADS_1


"Kemarin gue angkat telpon Bayu, gue maki dia dan gue bilang kalau Anita bakalan nikah sama Vian. Habis itu Anita marah-marah katanya gue terlalu ikut campur. Dia takut Bayu berpikir aneh tentang dirinya." ceritanya dengan penuh emosi.


"Anita gimana sih, Vian sudah susah-susah membanyunya malah kayak begitu. Lalu mengapa cerai kalau masih berharap seperti itu."


"Entah gue juga nggak tahu, tapi Git, roman-romanya lo sama Kak Gilang juga lagi nggak baik-baik saja. Ada masalah apa?"


"Gue baik-baik saja kok."


"Kalau baik-baik saja, mana tahan lo berjauhan lama sama Kak Gilang." Fara tidak percaya.


Gita meringis, "Iya, gue sama Kak Gilang emang ada masalah. Kemarin kita bertengkar hebat gara-gara gue lembur. Habis itu gue juga di suruh berhenti kerja. Tapi gue nggak mau, semakin hebat saja debatnya. Lalu gue putuskan tinggal di rumah mama." cerita Gita.


"Lo benaran nggak mau berhenti kerja?" tanya Fara sungguh-sungguh.


"Lo tahu gue kan, kalau gue di rumah pasti bosen. Gue itu pinginya bisa kerja, bukan persoalan penghasilan. Tapi gue lebih bahagia kalau bisa bekerja, mengurus rumah tangga. Itu seperti kebanggan sendiri buat gue." Gita menjelaskan alasan kenapa dia tak mau bekerja.


"Bener juga sih."


...----------------...


"Hai Gita." Sapa Arkan.


"Hai.. Ini beneran Kak Arkan?" tanya Gita. Dia tidak percaya Arkan berubah sangat ganteng.


"Nggak mau peluk nih?" tanya Arkan. Gita pun langsung memeluk Arkan, kakak sepupu jauhnya.


Dulu waktu masih kecil mereka sering main bareng, namun semenjak orang tua Arkan pindah tugas mereka jarang bertemu.


"Kenalin ini mantu tante, istrinya Raka." kata Wanda.


"Fara." jawabnya sambil menyabut uluran tangan Raka.


Mereka pun asyik ngobrol, tak hanya itu mereka pun mengabadikan moment-mement saat bersama.


Melihat Arkan tiba-tiba Gita kangen banget sama Gilang. Dia kangen di peluk dan di manja sama dia.


"Kak Gilang lagi ngapain ya, kok nggak telpon atau chat aku. Jangan-jangan Kak Gilang marah beneran sama Gita. Gimana nanti kalau Kak Gilang bener-bener ngembaliin Gita ke mama." Gumamnya sambil ngecek ponselnya namun tidak ada chat satu pun masuk dari Gilang.


"Halo Bik.." Gita menelpon Bik Siti.


"Halo Mbak Gita, ada yang bisa bibik bantu?" tanya Bik Siti.


"Em..Mas Gilang sudah pulang belum?"


"Belum Mbak. Biasanya sebentar lagi pulang sama Mas Vian."


"Oh.. Vian tidur di rumah?"


"Iya Mbak, semalam malah sama Mas Raka."


"Raka juga ke rumah?"


"Iya Mbak."

__ADS_1


"Ya udah bik, jangan lupa ya Bik Vitamin buat Kak Gilang. Jangan lupa juga sarapan sama makan malamnya Kak Gilang ya bik." kata Gita. Setiap hari Gita menelpon Bik Siti untuk menanyakan keadaan Gilang.


"Siap Mbak Gita."


"Oiya Bik, Kak Gilang bajunya siapin sendiri apa minta banguin Bik Siti?"


"Ambil sendiri Mbak."


"Ok Bik makasih, besok Gita pulang kok bik, cuman mungkin di rumah mama dulu."


"Baik Mbak Gita."


"Kalau gitu Gita tutup dulu ya Bik."


"Iya Mba Gita."


"Heh.. Kenapa lo sedih gitu?" tanya Fara sambil duduk di sebelah Gita.


"Gue kangan sama Kak Gilang, tapi sepertinya Kak Gilang nggak kangen sama gue. Mungkin Kak Gilang marah beneran sampai-sampai dia nggak mencari gue." ujar Gita.


"Em.. Sini. Gue punya ide buat Gilang kelabakan." kata Fara.


"Apaan?"


"Sini hp lo." Fara meminta ponsel milik Gita. "Lo post photo ini, maka Gilang akan menyusul lo kesini." Fara memberi tahu Gita agar post foto bareng Arkan.


"Heh.. Tapi kan dia sepupu gue, sama seperti gue sama Raka. Mana dia cemburu." ujarnya.


"Git, dulu aja waktu kalian belum jadian Kak Gilang cemburu sama Raka. Padahal jelas-jelas saudara, gimana sekarang yang tidak kenal meskipun status saudara." kata Fara.


"Bener juga, kalau memang Kak Gilang masih sayang sama gue harusnya tetap cemburu." Kata Gita sambil bibirnya tersenyum lebar.


"Nah, begitu jangan sedih-sedih." kata Fara.


"Eh Far, kenapa ini nggak lo lakuin, justru Raka yang bakalan ke bakar cemburu. Karena kan lo hanya saudara ipar." jelas Gita.


"Iih.. Bener juga kenapa malah gue nggak kepikiran ya."


Mereka adalah istri-istri yang penuh trik-trik gila untuk menaklukan hati suaminya.


"Eh.. Git tapi Arkan ganteng banget ya." Kata Fara sambil cengar-cengir.


"Heh.. ingat Raka. Meskipun ganteng lo udah nikah. Udah punya Rafa." Gita mengingatkan.


"Iya..iya.. Gue kan cuma mengagumi kegantengan dia. Sayang banget udah nikah gue."


"Memangnya kalau belum nikah lo mau apa?"


"Ya kan bisa lo jodohin sama gue." Fara terkekeh.


Seketika Gita menyentil kening Fara, "Heh.. Lagian apa mau dia sama lo. Cewek-cewek jepang kan lebih cantik dan sexy dari pada lo."


"Sialan lo, memangnya gue nggak cantik dan sexy apa."

__ADS_1


"Lo kayak preman gitu, untung Raka sayang sama lo. Kalau nggak lo masih jomblo sampai sekarang sama kayak Vian." Ejek Gita.


"Sok-sokan mengejek, kalau Kak Gilang matanya bener juga nggak bakalan nikahin lo. Lo sama gue itu sama sebelas dua belas." balas Fara.


__ADS_2