Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Gita kesal


__ADS_3

Gita datang membawa pesanan dari cewek klien Gilang.


"Loh Git lo darimana?" tanya Lila.


"Nih habis beliin kopi, buat klien." Kata Gita sambil menaruh kopi di meja.


"Kenapa lo gak tungguin gue sih." Kata Lila sungkan. Meskipun Gita karyawan tapi dia juga istrinya Gilang bosnya jadi nggak bisa main suruh seperti yang lain.


"Dianya marah-marah, ngatain pula. Orang gue udah jam pulang kerja masih di omelin." kata Gita kesel.


"Lo kok malah ngobrol sih di tungguin lama sekali." kata cewek itu lagi diambang pintu. "Buruan bawa masuk." katanya dengan nada memerintah. Setelah itu dia masuk lagi.


"Sini Git gue aja yang bawa, lo duduk situ aja." Lila mengambil alih.


"Makasih Mbak, gue pulang dulu aja. Palingan mereka juga masih lama." Gita beranjak memilih pulang lebih dulu.


"Lo pulang sama siapa?"


"Gampang, gue bisa minta jemput sopir di rumah atau nggak naik taksi. Duluan ya Mbak." Gita bergegas pulang.


"Ok hati-hati."


...----------------...


Lila masuk membawa kopi yang tadi di pesan sekretaris kliennya Gilang.


"Lama banget sih, tinggal bawa sini doang." Gumannya.


Lila menghela napas panjang, pantesan Gita terlihat kesal karena orang itu terlihat ngeselin.


"Maaf Pak Gilang, saya rasa karyawan bapak itu tidak gesit. Saya memesan minuman sudah hampir setengah jam baru sampai." Kata sekretaris itu melirik ke arah Lila.


"Maaf ibu sekretaris yang terhormat, memesan sesuatu juga memerlukan waktu. Tidak bisa langsung pesan dan datang." Lila kesal dia tidak bisa menahan emosinya.


"Lila.." Gilang menatap Lila, dan Lila pun langsung mengangguk. Dia mengerti kalau tidak boleh membalasnya.


"Sepertinya tadi bukan kamu yang di depan? Kemana dia?" tanyanya lagi.


"Sudah pulang, ini kan sudah jam pulang kantor jadi sudah pulang." jawab Lila.


"Maaf Pak Gilang, tapi saya lihat beberapa karyawan disini tidak profesional dan malas ditambah lagi pembangkang. Bukanya itu akan menghambat pekerjaan sehingga perusahaan susah berkembang. Siapa tadi namanya?" tanyanya.


"Gita." jawab dengan tegas membuat Gilang kaget. "Dia bukan pembangkang, hanya saja jam kerjanya memang sudah selesai. Selain itu kerjaan tadi harusnya saya yang kerjakan. Dia hanya membantu saya." Jelas Lila.


"Wah.. Bakalan ngambek nih Gita." Batin Gilang was-was.


"Indah, cukup jangan teruskan kamu sudah keterlaluan." Kata Gio bosnya. "Pak Gilang maafkan Sekretaris saya yang sudah terlalu banyak komentar tentang karyawan bapak." Gio meminta maaf untuk Indah sekretarisnya.

__ADS_1


"Saya juga minta maaf kalau membuat Pak Gio, Bu Indah tidak nyaman dengan pelayanan karyawan saya." Gilang juga meminta maaf.


"Kenapa Pak Gilang minta maaf, kan dia yang salah." Gumam Lila. Dia lumayan kesal dengan Gilang kali ini.


"Pada dasarnya peraturan di perusahaan ini jika jam pulang mereka tidak akan mengambil kerjaan lagi. Kecuali mereka sedang lembur." Gilang menjelaskan tata tertib di kantornya.


"Di tambah lagi karyawan yang bernama Gita, dia memiliki jadwal khusus disini." tambah Gilang.


"Jadwal khusus? Sepertinya Pak Gilang mengistimewakan salah satu karyawan. Apa mereka tidak keberatan dengan hak istimewa yang bapak berikan?" Gio sangat penasaran dengan jawaban Gilang.


"Sepertinya tidak ada yang keberatan."


"Kamu Lila kan, memangnya tidak keberatan ada teman kamu yang diistimewakan?" tanya Indah. Pikiranya langsung jelek saja dengan Gilang dan Gita. Dia mengira kalau Gita itu pasti wanita simpanan Gilang makanya di istimewakan.


"Tidak, semua orang tidak ada yang keberatan. Bu bos mau datang jam berapa pun kami tidak akan iri." Jawab Lila enteng.


"Bu bos?" Indah mendelik.


"Karyawan yang bernama Gita itu istri saya." jawab Gilang.


"Istri?" Indah mendelik. Dia langsung menelan ludah, dia kaget saat tahu orang yang dia suruh itu adalah istri pemilik perusahaan. Dan sekarang kerjasama perusahaannya dalam ujung tanduk. Kalau Gilang tidak berkenan bisa saja tidak terima.


"Iya, maafkan istri saya."


"Saya yang minta maaf Pak Gilang, saya tidak tahu kalau dia istri bapak." Kata Indah.


"Tidak apa-apa ini hanya salahpaham saja." Kata Gilang.


"Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahpahaman ini. Kerjasama kita akan tetap di lanjutkan Pak?"


"Tentu saja, ini hanya masalah kecil."


"Terimakasih Pak Gilang atas pengertiannya."


Setelah Gio dan sekretarisnya pulang, Gilang pun bergegas menyusul Gita pulang. Takutnya dia keburu ngambek dan susah untuk di bujuknya.


"Lila, tadi Gita lama disini?"


"Nggak Pak, ya cuma sekitaran setengah jam."


"Tadi dia bilang pulang sama siapa?"


"Kalau nggak di jemput sopir naik taksi."


"Ok Lila, makasih. Saya pulang dulu ya."


"Iya Pak."

__ADS_1


...----------------...


Gita pulang langsung bebersih mandi. Setelah itu dia menggendong Aiden, dia sudah kangen banget.


"Mbak Gita mau makan dulu?" tanya Bik Siti.


"Nanti Bik, nungguin Kak Gilang. Sebentar lagi kayaknya pulang kok." Gita mau makan bareng Gilang.


Baru saja diomongin terdengar mobil Gilang, Gita langsung tersenyum dia bangkit untuk menyambut Gilang.


Gita berdiri di teras, "Tuh papa pulang sayang."


Gilang bernapas lega, tadi dipikirnya Gita bakalan ngambek karena kejadian dia nunggu lama dan disuruh-suruh sama Indah.


"Sayang kok bengong?"


"Eh, hai gantengnya papa. Sini yuk papa gendong." Gilang mencium kening Aiden. Gilang meminta Aiden untuk di gendongnya.


"Mandi dulu sayang, baru gendong Aiden." Kata Gita.


"Sebentar saja sayang."


"No, buruan mandi Gita tunggu di bawah ya."


"Ok baikalah komandan." Gilang bergegas mandi agar bisa segera menggendong Aiden.


Lima belas menit kemudian Gilang sudah selesia mandi. Dia langsung mengambil Aiden.


"Gantengnya papa." Gilang menciun pipi bapau Aiden. Dia gemas banget sama anaknya itu.


"Sayang, tadi tuh klienya nyebelin banget sih masa tadi ngata-ngatain aku." kata Gita sembari sibuk mengupas jeruk untuk Gilang.


"Masalah itu, tadi dia sudah minta maaf karena nggak tahu." Jawab Gilang.


"Nggak tahu apa?"


"Ya nggak tahu kalau kamu istri aku."


"Oh.. Jadi kalau aku bukan istri kamu dia nggak akan minta maaf. Dia bebas gitu ngatain karyawan." Gita kembali di buat kesal sama Gilang.


"Ya bukan gitu sayang, mungkin memang cara dia begitu biasanya jadi ke bawa saat meeting. Kamu jangan marah-marah gitu, tadi cuma salah paham." Kata Gilang tanpa melihat Gita.


"Kamu dari tadi belain dia terus, memang dia siapa? Pacar kamu atau istri simpanan kamu." Kata Gita dengan nada lumayan tinggi.


"Sayang, kamu ngomong apaan sih." Gilang kaget Gita tiba-tiba marah.


Gita tidak menjawab, dia langsung pergi ke kamar. Dia tidak mau berdebat di bawah yang akan di dengar semua orang. Gilang pun menitipkan Aiden lalu mengejar Gita.

__ADS_1


__ADS_2