Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Trik 2


__ADS_3

Vian membuka matanya lebar-lebar melihat postingan Gita. Dia melirik kearah Gilang sambil tersenyum jahil.


"Wah.. Baru beberapa hari pergi udah gandeng cowok ganteng saja Gita." Kata Vian.


"Maksud lo apa?" Gilang yang sedang mengaduk mie ayamnya langsung menaruh sendoknya. Dia menatap tajam kearah Vian.


"Cek coba postingan bini lo." Suruh Vian.


Dengan cepat Gilang melihat postingan Gita, matanya langsung terbuka lebar ketika melihat Gita memposting foto dirinya bersama Arkan. Di tambah Aiden di gendong Arkan tanpak wajah Gita yang sumringah.


"Siapa cowok ini." katanya dengan wajah yang sudah memerah karena marah.


"Ya mana gue tahu, lo tanya aja sama Gita sendiri." kata Vian karena dia benar-benar tidak tahu.


"Wah.. Ada apa ini makan makan siang kok mukanya pada tegang begini?" Raka yang sengaja datang ke kantor Gilang hanya untuk makan siang bareng sahabatnya.


"Raka, siapa cowok ini?" Gilang langsung menunjukan foto Gita sama Arkan.


"Oh.. Itu Arkan. Kenapa emang?" tanya Raka sambil mengerutkan keningnya.


"Siapa dia? Kenapa Gita terlihat senang sekali sama dia. Oiya, sebelum pergi sepertinya Gita membicarakan orang ini. Bahkan dia semangat banget mau ketemu." Kata Gilang dengan rasa penasaran dicampur kekesalan yang luar biasa.


"Dia sepupu gue sama Gita. Pastilah senang udah lama nggak ketemu. Dulu sebelum manja sama gue, dia manja sama Arkan." kata Raka dengan santai.


"Lo cemburu." goda Raka.


"Tapi kelihatan banget ya kayak keluarga bahagia. Ibu, bapak dan anak." Vian mancing emosi Gilang.


Gilang langsung memasang wajah seram, dia tidak suka Vian ngomong seperti itu.


"Sabar Lang, dia kan cuman sepupu. Nggak akan di rebut Gita sama Aidennya." kata Raka menenagkan Gilang. "Vian, lo jangan kompor deh. Gue gibeng juga lo." ancam Raka.


"Wah ini juga nggak kalah menarik." Kata Vian.


"Apaan lagi lo." Kata Raka.


"Nih gue bacain ya Raka, bini lo bikinin post foto dengan caption, sayang ya udah nikah." Vian membaca caption dari postingan Fara lalu menunjukan fotonya ke Raka.


Raka menggenggam tanganya erat, dia kesal banget dengan Fara. Kalau Gita dia tak risau kalau dia tidak mungkin bisa saling menyukai. Tapi kalau Fara, tentu saja mereka bisa saling menyukai dan bisa menikah.


"Kalian nggak mau nyusulin?" tanya Vian.

__ADS_1


"Nggak usah disusulin ntar juga balik sendiri." Kata Gilang seolah tidak peduli, padahal hatinya kesal melihat postingan Fara dan Gita.


Vian mulai iseng dengan Gilang dan Raka, dengan video call Gita.


"Hai...bestie. Lama amat lo nggak pulang-pulang. Kerasan?" tanya Vian.


"Kerasan lah, ada cogan disini. Bening nggak kaya lo buluk." kata Fara sambil tertawa.


"Heh.. Ingat lo punya suami disini. Malah asik ngecemgin cogan disitu."


"Nggak apa-apa sekali-kali Vian, lagian suami gue juga lagi kesengsem sama mantanya. Kan sama-sama jadinya." kata Fara.


"Heh.. Nggak boleh gitu." Gita menabok Fara.


"Sayang banget Gita ngenalin sepupunya pas gue udah nikah." ujarnya sambil tertawa.


"Sok-soan tahu nggak, dikiranya sepupu gue bakalan suka sama dia." Kata Gita yang membuat Vian terkekeh.


"Ta..ayo jadi pergi nggak. Katanya mau jalan-jalan." terdengar seruan Arkan. Gilang langsung panas, dadanya rasanya terbakar, ingin sekali menghajar orang yang mengajak Gita pergi.


"Eh.. Vian. Udah dulu ya mau cabut jalan-jalan sama cogan gue. Bye.. Jangan mengganggu."


"Eh kalian berdua gue aduin sama suami-suami kalian." Kata Vian.


"Kalian berdua yakin nggak mau nyusulin mereka?" tanya Vian.


"Nggak, makin ngelunjak nanti mereka." kata Raka dengan Nada kesal.


"Memangnya lo balikan lagi sama Prisil?" tanya Vian.


"Ya nggak lah, ini semua salah paham. Gue kan udah jelasin semalam." ujar Raka.


"Udahlah, biarin aja mereka berdua mau ngapain. Sekali-kali kita ikutin permainan mereka mau sampai apa." kata Gilang dengan serius.


"Yakin?" Vian tidak percaya dengan kesekusan Gilang.


"Yakin lah, apa tampang-tampang kayak gue ini terlihat tidak meyakinkan?" Gilang menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya.


"Ya nggak sih, tapi gue cuma pesan hati-hati nanti anak lo nyaman sama cowok lain lupa sama kalian baru tahu rasa lo." Ujar Vian. Vian menakut-nakuti dua sahabatnya itu agar menyusul para istrinya.


...----------------...

__ADS_1


Gilang merebahkan tubuhnya di kasur, dia melihat postingan Gita di instagram yang di beri tahu Vian. Gilang kemudian menutup media sosialnya itu lalu menaruh ponselnya.


Ting... Pesan masuk, dia menoleh dan nama Vian yang tertera.


"Ngapain lagi nih bocah, baru juga beberapa menit pisah usah main kirim pesan kek pacar aja." gerutunya sambil mengecek pesan dari Vian.


Kedua mata Gilang langsung melotot, melihat foto kiriman dari Vian. Yaitu Foto Gita yang sedang pelukan sama Arkan.


Gilang mengambil jaket, kunci mobil dan segera pergi menyusul Gita.


"Apa-apaan Gita, di biarkan biar berpikir malah sama cowok lain." Gilang marah-marah.


Gilang pergi ke rumah Raka karena dia tisak tahu dimana Gita dan yang lainnya berada.


"Ka..Raka." Panggil Gilang tidak sabar. Dia teriak-teriak di depan pintu.


"Iya sebentar." Kata Bik Janah sambil berjalan cepat.


"Bik Raka sudah pulang?" Tanya Raka dengan buru-buru saat pintu terbuka.


"Ada di kamar Mas." Tunjuk Bik Janah ke dalam.


"Makasih Bik, Gilang masuk ya." Kata Gilang langsung lari ke kamar Raka.


"Raka..Raka..." Panggil Gilang sambil membuka pintu kamar Raka yang sudah terbuka sedikit.


"Ada apa? Lo kenapa kelihatan panik gitu, ada masalah?" Kata Raka yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Masalah besar, ayo sekarang ke Surabaya. Anterin gue kesana." Ajak Gilang paksa.


"Memang ada apa?"


"Lihat." Gilang menunjukan foto kiriman dari Vian.


"Yaelah lo cuma dipanas-panasin sama Vian kok mau. Dia kan sepupunya Gita ya mau pelukan juga nggak masalah. Nggak akan macem-macem." kata Raka menenangkan Gilang.


"Gue nggak peduli, sekarang lo anterin gue kesana buruan. Gue udah pesan tiket pesawat dua. Tiga jam lagi kita berangkat." kata Gilang.


"Memang gila lo ya." Raka geleng kepala, melihat tingkah iparnya itu.


"Memang lo nggak takut apa Fara bakalan. Mempel sama itu cowok." Gilang menakuti Raka, soalnya paling rawan yang bisa jadi pindah ke lain hati adalah Fara.

__ADS_1


"Ok. Kita jalan." Kata Raka segera membuka koper, packing pakaian.


Gilang dan Raka akhirnya pergi nyusulin Gita dan Fara. Mereka tidak mau mikirin gengsinya, cinta mereka berdua begitu besar sama istri-istrinya.


__ADS_2