Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kangen Gilang


__ADS_3

Gita duduk di teras sambil menggendong Aiden, dia bercanda dengan Aiden tapi pikiranya tidak berada di situ. Dia sangat merindukan Gilang.


“Sayang, kamu ngapain malam-malam duduk di teras berduaan lagi sama Aiden. Dingin nanti masuk angin lagi. Yuk masuk.” Ajak Wanda sambil menggendong Aiden.


“Ma,” Panggil Gita pelan.


“Ada apa Ta?”


“Gita mau pulang, Gita kangen sama Kak Gilang.” Ucap Gita. Dia sudah tidak bisa lama-lama jauh dari Gilang.bMeskipun dia masih marahan senggaknya kalau ketemu dia tidak akan merindu.


“Papa datang masih hari minggu, ini masih hari rabu.” Jelas Wanda.


“Lama banget ma, gimana kalau Gita sama Aiden pulang besok. Mama disini sampai papa menjemput.” Kata Gita.


“Kamu yakin?”


“Iya Ma, Gita yakin banget. Gita udah nggak bisa lama nggak ketemu sama Kak Gilang.”


“Ya udah deh, tapi lusa ya kan besok mau pergi dulu sama Arkan.” Jelas Wanda.


“Gita pulang setelah main aja Ma, Gita nggak mau lusa.” Gita sudah tidak mau menunda kepulangannya.


Gita nyamperin Fara yang lagi manyun saja di atas tempat tidur sambil memandangi ponselnya.


“Kenapa lo manyun aja?” Gita duduk di sebelah Fara.


“Gue kesal banget, kenapa Raka nggak menghubungi gue sama sekali. Dia benar-benar bikin emosi.” Fara mengomel.


“Ya mungkin karena lo kemarin ngambek nggak mau ngangkat jadinya Raka nggak mau mengangkat telpon lo.” Kata Raka.


“Benar juga, atau jangan –jangan malah sedang asyik-asyikan sama Prisil. Sumpah kesel banget gue kalau ingat wajah Prisil.” Fara meremas tangan Gita dengan sangat kencang.


“Fara..! sakit..!” teriak Gita.


“Eh..eh... sorry.” Fara meringis.


“Lo ya, kesel-kesel tapi jangan gue yang jadi pelampiasan.” Gita meniupi tangannya yang terasa perih.


“Ya maaf kan nggak sengaja.”


“Far, gue besok habis main sama Arkan.” Ujar Gita.

__ADS_1


“Pulang?” Fara menoleh sehingga berhadapan dengan Gita. Gita mengangguk.


“Kenapa lo tiba-tiba mau pulang, bukannya masih hari minggu pulangnya.” Kata Fara terkejut tiba-tiba Gita mau pulang saja padahal dia baru saja sampai.


“Gue udah nggak betah lama-lama nggak ketemu Kak Gilang. Mana dia nggak ngabarin lagi, ya senggaknya tanya-tanya tentang Aiden.” Gita benar-benar menyayangkan kenapa Gilang tidak menghubunginya walaupun hanya untuk ketemu Aiden.


“Ya begitulah cowok, di diemin malah ngelunjak.” Fara juga ikut kesal karena dia merasakannya juga.


“Oiya Far, soal Anita beneran dia masih mau sama Bayu?” Gita penasaran tentang Anita.


“Em.. nggak tahu. Bikin emosi juga kalau inget.” Fara kesal ketika diingat waktu di maki-maki sama Anita.


“Mungkin dia nggak sengaja waktu maki-maki lo, kan namanya orang labil nih sukanya gitu emosi nggak terkontrol.” Gita mencoba memberi l pengertian sama Fara.


“Nggak tahu ah..”


“Ya udah jangan manyun-manyun aja, gue ke kamar dulu ya.” Gita mau ke kamarnya.


“Hem.”


“Oiya Far, kalau besok lo masih mau disini sama mama juga nggak apa-apa. Lo kan juga masih mau lihat yang bening-bening kan.” Kata Gita terkekeh.


“Halo.. ada apa Git?” Anita langsung mengangkat telpon dari Gita.


“Sudah tidur belum Nit?” tanya Gita. Takutnya dia mengganggu waktu istirahat Anita.


“Nggak, gue masih mainan hp aja. Ada masalah kah?” tanya Anita.


“Nggak, Cuma gue mau menanyakan sesuatu sama lo.”


“Masalah?”


“Apa benar lo mau balikan lagi sama Bayu?” tanya Gita hati-hati.


“Tentu saja tidak, hanya saja dia terus menelpon gue.” Bantah Anita.


“Fara bilang lo masih memikirkan perasaan Bayu, apa lo menyesal telah bercerai sama Bayu?” Gita mulai introgasi Anita. Dia tidak sudi kalau sahabatnya itu balik lagi sama Bayu yang sudah membuatnya sakit hati dan di permalukan di depan umum.


Anita terdiam sesaat, dia tidak langsung menjawab pertanyaan Gita. Gita langsung menghela napas panjang.


“Nit, coba lo pikir deh. Dia itu sudah menyakiti lo, bahkan mempermalukan di depan orang banyak. Dia tidak bisa terima kalau lo itu tidak bisa hamil, apa lo masih mau menerima dia. Dan justru

__ADS_1


menyia-nyiakan orang yang tulus datang untuk membuat lo bahagia. Gue nggak akan


memaksa perasaan lo untuk Vina kalau lo memang masih ingin bersama  Bayu. Gue hanya mengingatkan luka yang pernah dia buat untuk lo.” Kata Gita.


“Gue bukan bermaksud seperti itu, gue hanya..”


“Hanya belum bisa move on dari Bayu. Sebuta itukah lo? Coba buka mata lo lebar-lebar. Nit, kalau lo masih sama Bayu apa lo tahan dengan mulut mertua lo itu. Apa lo akan baik –baik saja?”


“Gue nggak tahu Git.” Katanya pelan. Terdengar isak tangis dari Anita.


“Gue sama Fara bukannya mau ikut


campur urusan lo. Tapi kita itu care, sayang sama lo. kita nggak mau lo sakit hati lagi. Kita mau lo bahagia, kita nggak terima kalau lo di perlakukan seperti itubsama Bayu.” Kata Gita.


Gita tidak membela Fara, tapi kenyataanya kalau apa yang di lakukan Anita ini hanya akan menambah lukanya saja.


“Maafin gue Git.” Katanya sambil menangis.


“Lo nggak perlu minta maaf, lo nggak salah sama sekali.” Ujar Gita.


“Gue kemarin masih kalut sampai-sampai memaki sahabat gue yang jelas-jelas peduli sama gue.”  Kata Anita.


"Lo coba ngomong sama Fara nanti pas dia pulang." kata Gita.


"Pasti dia sangat marah ya sama gue?" tanya Anita.


"Nggak, dia cuma kesel aja sama lo." Kekeh Gita.


"Gimana kalau Fara nggak mau maafin gue?" Anita takut kalau Fara sampai tidak mau memaafkannya.


"Pasti dia mau maafin lo, kita kan sahabatan. Oiya Nit, lo juga harus minta maaf sama Vian." Gita mengingatkan Anita kalau ada satu orang lagi yang dia buat tersinggung.


"Kalau Fara gue masih optimis bakalan maafin gue, tapi kalau Vian gue nggak yakin." Ujarnya. Dia merasa sudah menyakiti hati Vian terlalu dalam. Jelas-jelas dia yang menbatunya selama ini.


"Tenang, Vian itu sangat mencintai lo. Bahkan sebelum meminta maaf saja pasti dia sudah memaafkan lo." Gita meyakinkan Anita.


"Apa benar?"


"Coba saja."


"Ok." katanya ragu.

__ADS_1


__ADS_2