Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kita baikan


__ADS_3

Fara menghidupkan air, dia mencuci muka.


"Masih aja ngeselin." omelnya sembari membasuk air setelah menggunakan facial foam.


"Datang tuh yang manis, bukanya malah menuduh. Orang dia yang salah kok malah curiga sama gue. Emang nih ya kalau cowok tuh maunya menang sendiri."


Fara terus saja mengomel, dia berharap kalau Raka itu bakalan membujuknya dengan manis bukan malah menuduhnya.


"Papamu itu emang ngeselin sayang, kamu jangan tiru ngeselinya ya. Yang baik-baik saja." Fara mencium kening Rafa kemudian mematikan lampu utama.


Tok..tok..tok...


Pintu kamar Fara ada yang mengetuk, Fara menghela napas panjang.


"Kebiasaan banget loh Git, gue udah siap-siap tidur lo datang." gerutunya sambil turun menuju pintu.


"Lo ya Git kebiasaan banget, setiap gue udah siap tidur lo...." Fara memperlambat ucapanya saat melihat di depan pintu bukanlah Gita melainkan Fara.


Setelah terdiam sekejap, Fara langsung bergegas menutup pintunya namun di tahan oleh Raka.


"Sayang..sayang tunggu."


"Mau ngapain sih?" Fara masih berusaha menutup pintu agar Raka tidak masuk.


"Kita perlu bicara."


"Nggak perlu, nggak ada yang perlu di bicarakan,"Fara menolak.


Raka pun akhirnya berhasil masuk setelah aksi dorong-dorongan pintu hampir sepuluh menit.


"Kamu mau apa?" tanya Fara sambil meninggalkan Raka yang masih di depan pintu.


Raka menutup pintu pelan, lalu menguncinya dan segera mengikuti Fara di dekat jendela.


"Sayang, berikan kesempatan aku menjelaskan semuanya." kata Raka.


Fara hanya diam, dia sebenarnya tidak minat mendengarkan penjelasan dari Raka. Yang dia mau hanya Raka tidak lagi berhubungan dengan Prisil dalam bentuk apapun.


"Aku hanya membantunya tidak lebih, kamu harus percaya."


"Sudah?" katanya sambil membalikan badan.


Raka mengangukan kepala, "Aku cuma mengatakan itu."


"Kalau sudah keluarlah, aku mau tidur." Fara mengusir Raka.


"Sayang, jangan seperti ini."


"Lalu aku harus seperti apa? Seperti mantan kamu itu. Tentu saja tidak bisa, aku tidak bisa anggun. Harusnya kalau kamu masih suka sama mantan kamu, jangan nikahi aku, kamu cari lagi dia. Atau kalau kamu mau kita pisah saja."


Raka meradang mendengar celotehan Fara, dia langsung menarik tubuh Fara hingga berada dalam pelukanya. Dia langsung mencium bibir Fara.


Fara terdiam, matanya membelalak kaget dengan serangan Raka. Awalnya dia menolak, namun Raka memeluknya erat dan tak membiarkan celah kepada Fara untuk menghindarinya.


Fara pun mulai menikmatinya, Raka pun menurunkan ritmenya. Dan melepaskan ciumanya setelah Fara tenang.


"Jangan pernah mengatakan kalau kamu mau pisah denganku. Aku tak akan mampu tanpa kamu. Kamulah satu-satunya perempuan yang aku cintai meskipun ada beribu banyak perempuan di luaran sana, aku tidak peduli." Bisik Raka lembut.

__ADS_1


Fara tersentuh, matanya rasanya panas mendengarnya. Selama ini hanya Raka yang menerima apa adanya. Dia sama sekali tidak pernah meninggalkan dirinya meskipun tingkahnya sering konyol dan bikin dia kesal.


"Benarkah?" ucapnya pelan.


"Tentu saja." Jawab Raka sambil mencium belakang telinga Fara.


"Kamu kenapa berpakain sexy seperti ini?" bisiknya.


"Inikan baju tidur, memangnya aku harus pakai hoodie begitu."


"Tentu saja tidak, tapi pakaian kamu ini menggoda ku."


Raka menarik Fara lagi, dia mencium Fara dengan ritme yang cepat. Fara pun mengimbanginya.


Fara mengalungkan tanganya, mereka berdua melakukan ciuman panas, setelah beberapa hari mereka sama sekali tidak saling menyentuh.


Raka ingin menjelajah, dia menciumi Fara sambil membawanya ke ranjang. Dia menjatuhkan Fara, menciumi leher Fara sampai Fara mulai mengeluarkan suara y


gemasnya.


Raka mengungkung tubuh Fara, dia mulai menggerelia dari leher sampai ke aset Fara. Dan kembali ke bibir manis Fara, membungkam suara gemas dari Fara.


Suhu tubuh keduanya semakin panas, namun keduanya hanya mau main-main saja tanpa bermain inti.


"Kamu selalu saja menbuat aku tergoda, aku itu terlalu nimkmat."


"Benarkah? Haruskan aku melepaskan semua ini?" goda Fara.


"Apa kamu sudah merindukan permainan inti?"Raka membalas godaan Fara.


"Tidak."


Tubuh kekar Raka itu seketika menarik Fara, dia merindukan kehangatan yang di berikan Raka.


"Kamu mau ngapain, lihat Rafa disini bagaimana kalau dia bangun?" Fara melirik ke arah Rafa.


Raka pun ikut melihat putranya yang terlelap tidur. Dia turun dari ranjang dan menggendong fara.


"Sayang, tidur yang nyenyak papa akan buatkan adik untukmu."


Raka menggendong Fara lalu menidurkan ke sofa panjang yang berada dekat di jendela.Malam ini dia ingin memberikan adik untuk Rafa.


"Bagaimana apa kamu siap memberikan adik Rafa?" ucapnya.


Fara hanya tersenyum, dia berinisiatif melakukan ciuman. Tangannya meremas rambut Raka. Raka pun semakin terbakar.


Tangannya dengan sigap melepaskan semua pakaian Fara.


"Aku sangat merindukan ini." katanya.


"Benarkah?" jawab Fara dengan ngos-ngosan karena Raka menciumnya dengan brutal.


"Tentu saja, coba kamu hitung berapa hari aku tidak mendapatkan jatah ini."


"Sayang," bisik lembut Raka, dia mulai menautkan jemari tanganya dengan jemari tangan Fara.


"Iya sayang.."

__ADS_1


"Bersiaplah."


...----------------...


Matahari sudah berpindah tugas dengan bulan, sinarnya memasuki kamar Fara melalui celah-celah.


Fara perlahan membuka matanya, tububnya terasa capek setelah perang perdamain dengan Raka.


"Wah, seberapa gilanya gue semalam sampai baju gue terlempar jauh." Fara melihat baju tidurnya yang ada di sekat ranjang.Dia menarik selimutnya, malu dia polosan.


"Kenapa?" tanya Raka dengan mata yang masih tertutup.


"Kamu sudah bangun?"


"Hm."


"Tolong ambilin baju aku."


"Mau kemana?" bukanya membantu mengambilkan baju justru Raka menarik Fara dalam pelukanya.


"Nggak kemana-mana, cuma itu kalau Rafa bangun nanti pasti cariin aku."


"Rafa masih tidur, diam saja disini biarkan aku menempel sama kamu. Gantian sama Rafa."


"Kamu tuh ya, bisa-bisanya rebutan sama anak."


"Habisnya suka nggak mau gantian."


"Kamu tuh ya." Fara menggelengkan kepala.


"Berati kita baikan kan sekarang?" Tanya Raka.


"Ya asal kamu tidak berhubungan lagi saja sama itu perempuan."


"Tidakan akan pernah, berikan sarapan buat aku."


"Baiklah, lepaskan pelukan kamu."


"Kenapa?"


"Katanya mau sarapan? Biar aku siapin."


"Aku bukan mau sarapan nasi dan lainya."


"Terus?"


"Aku mau kamu saja." Raka nyengir.


"Dasar gombal."


"Aku nggak gombal." Raka mengusap lembut wajah Fara.


"Mumpung Rafa masih tidur." Katanya.


Raka mencium kening, mata, Hidung lalu bibir Fara lembut.


"Ma..ma.." Rengek Rafa.

__ADS_1


"Udah ya sarapanya, tuh saingannya bangun." membelit tubuhnya dengan selimut dan segera memunguti bajunya.


"Pagi sayang." Raka beranjak lalu berjalan menuju Rafa dan segera menggendongnya.


__ADS_2