Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kepiluan Anita


__ADS_3

Gita mengajak Fara


keluar, dia mau mengobrol empat mata sebagai sesama wanita saja.


“Far, lo udah lihat


kan?” tanya Gita.


“Iya udah. Gila benar


berani-beraninya posting fitting baju di media sosial.” Fara greret melihat


postingan instagram Bayu.


“Gue sih nggak masalah


ya dia mau nikah lagi atau apa, tapi please lah jaga perasaan Anita juga. Kenapa


sih harus nyakitin bertubi-tubi. Ah.. greget banget pingin banget gue


jambak-jambak rambut Kak Bayu.” Gita ikutan emosi.


“Ini nggak bisa


dibiarin tahu nggak.”


“Iya, kita harus


melakukan sesuatu. Tapi ngomong-ngomong Anita sudah tahu belum ya? Kok dia


anteng-anteng aja?” Gita menatap Fara.


“Gimana kalau kita


samprin Anita saja.” Ajak Fara.


“Gimana kita minta


izinnya. Nggak bakalan di kasih izin gue.” Kata Gita sambil menyenderkan


tubuhnya di kursi.


Fara memikirkan ide


agar mereka berdua bisa pergi ke rumah Anita. Belum sampai ketemu idenya, mobil


Anita berhenti di depan rumah Gita.


“Eidaaah... pucuk


dicinta ulam pun tiba. Emang punya ikatan batin yang kuat kita mah.” Kata Fara.


“Apaan?” tanya Anita


yang sedang berjalan tempat duduk Gita dan Fara.


“Kita lagi mikiri cara


mau ketemu lo, eh.. lonya malah yang kesini duluan.” Jelas Gita.


“Kan kita udah sehati.”


Kata Anita sembari terkekeh. “Pada disini ya, kelihatanya rame banget.”


“Iya. Lo tumben kesini nggak


bilang-bilang ada apa?” tanya Gita.


“Main aja.”


“Lo nggak apa-apa kan?”


Gita menatap Anita dalam, dilihat dari raut wajahnya Anita pasti sedang hancur


hatinya. Anita hanya diam dengan memberikan senyuman yang masam.


“Kalau memang lo nggak


baik-baik saja bilang, jangan di pendam sendiri. Cerita sama kita.” Fara


memegang tangan Anita.


Air mata Anita mulai


menetes, dia langsung mengusapnya. Dia menoleh melihat sekitar takut ada yang


melihatnya.

__ADS_1


“Kita ke kamar.” Gita


mengajak Anita dan Fara ke kamarnya agar lebih aman tidak di dengar dan dilihat


orang-orang.


Sesampai di kamar Gita,


Anita duduk di sofa menyenderan tubuhnya. Air matanya tak terbendung lagi.


“Kak Bayu, beneran mau


menikah lagi.” Katanya dengan menangis sesenggukan.


“Dasar manusia itu,


kalau saja dekat sudah gue kasih pelajaran.” Kata Fara.


“Darimana lo tahu?”


“Dari instagram.”


“Jadi dia nggak ngasih


tahu lo langsung?” Fara tercengang. Anita menggelengkan kepala.


“Memang kebangetan ya


dia, kita hancurkan saja pernikahan Bayu. Gimana?” kata Gita.


“Iya, kita acak-acak


saja pernikahannya. Enak aja mainnyakitin hati lo.”


“Jangan, kasihan dia


nanti malu. Gue nggak tega melihat dia menjadi bahan pembicaraan orang.”


“Ya ampun Anita, lo


masih saja memikirkan perasaan dia yang jelas-jelas nggak peduli sama lo.” Fara


kesal.


“Anita, lo boleh cinta


keluarganya. Coba sini gue lihat hp lo.” Gita meminta hp milik Anita.


“Udah bawa sini.”  Gita mengambil ponsel dari tangan Anita. Dia menelpon


Bayu, Gita sudah emosi ingin memaki-maki Bayu.


Tuut.....tuuuut......tuuut............


“Lo telpon siapa?”


Anita tampak panik.


“Bayu.” Jawab Gita.


“Eh.. lo mau ngapaiin


telpon Kak Bayu.”


“Udah lo diam saja,


serahin sama gue dan Gita.” Kata Fara.


Setelah hampir lima


belas menit akhirnya telponnya di angkat. Gita mengehela napas pendek, dia siap


menyemprot Bayu.


“Halo sayang.”


“Jangan panggil


sayang-sayang.” Bentak Gita.


“Ini siapa?” Bayu kaget


karena yang angkat bukan Anita.


“Gue Gita.”


“Gita, ada apa? Dimana Anita?”

__ADS_1


“Kak Bayu, lo


sebenarnya punya hati nurani atau tidak?”


“Maksud lo apa sih Git?


Gue nggak ngerti tiba-tiba telpon marah-marah pula.”


“Gila ya lo, masih saja


tidak tahu maksud gue. Lo kenapa nggak bilang jujur aja sama Anita kalau mau


menikah lagi. Malah posting-posting di instagram. Otak lo dimana sih, kalau lo


udah nggak suka sama Anita ceraikan saja dia.” Gita lost Control.


“Jaga omongan lo Gita,


punya hak apa lo ngatur hubungan gue sama Anita. Lagian siapa juga yang posting


di instagram.”


“Alah.. nggak perlu


ngeles. Kak lo harus pilih pernikahan lo sama Anita atau pernikahan yang baru.


Cukup jangan sakiti Anita terus, dia sudah tersiksa. Lepaskan dia kalau memang


sudah ada yang lain. Gue bakalan tunggu sampai besok pukul tujuh di rumah gue. Kalau


Kak Bayu tidak datang kesini berarti memang sudah tidak peduli sama Anita. Dan Anita


akan melepaskan Kak Bayu selamanya.” Gita langsung mematikan sambungan


telponnya.


“Apa gue memang harus


cerai sama Kak Bayu.” Anita lemas, dia benar-benar masih cinta sama Bayu.


“Udahlah Anita, apalagi


sih yang lo harapin dari suami modelan dia. Nggak ada tanggung jawabnya sama


sekali. Tenang kalau lo cerai sama dia kita akan cariin calon suami yang lebih


baik berkali lipat sama dia.” Omel Fara.


“Anita, kalau Kak Bayu


masih sayang sama lo, dia akan datang besok. Tapi kalau dia tidak datang


berarti memang sudah tidak terselamatkan lagi.”


Anirta menadahkan


kepalanya ke atas, lalu menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tak disangka perikahan yang dia bangga-bangga selama ini tinggal diujung


tanduk.


“Lo yang kuat ya.” Gita


memeluk Anita.


“Iya, lo harus kuat.”


Fara pun ikut memeluk Anita.


“Kenapa nasib gue


seperti ini?” Anita menangis sesenggukan. “Kenapa Tuhan memberikan cobaan sama


gue yang sangat berat. Kenapa harus gue yang tidak bisa punya anak. Kenapa?”


“Anita, ini takdir. Ini


ujian cinta buat Kak Bayu sebenarnya." Ujar Fara.


“Iya Anita, dengan


begini lo kan jadi tahu seperti apa Kak Bayu dan keluarganya.”


Anita tak sanggup lagi


berkata-kata, dia menangis sejadinya di pelukan Gita dan juga Fara

__ADS_1


__ADS_2