
Gita mengajak Fara
keluar, dia mau mengobrol empat mata sebagai sesama wanita saja.
“Far, lo udah lihat
kan?” tanya Gita.
“Iya udah. Gila benar
berani-beraninya posting fitting baju di media sosial.” Fara greret melihat
postingan instagram Bayu.
“Gue sih nggak masalah
ya dia mau nikah lagi atau apa, tapi please lah jaga perasaan Anita juga. Kenapa
sih harus nyakitin bertubi-tubi. Ah.. greget banget pingin banget gue
jambak-jambak rambut Kak Bayu.” Gita ikutan emosi.
“Ini nggak bisa
dibiarin tahu nggak.”
“Iya, kita harus
melakukan sesuatu. Tapi ngomong-ngomong Anita sudah tahu belum ya? Kok dia
anteng-anteng aja?” Gita menatap Fara.
“Gimana kalau kita
samprin Anita saja.” Ajak Fara.
“Gimana kita minta
izinnya. Nggak bakalan di kasih izin gue.” Kata Gita sambil menyenderkan
tubuhnya di kursi.
Fara memikirkan ide
agar mereka berdua bisa pergi ke rumah Anita. Belum sampai ketemu idenya, mobil
Anita berhenti di depan rumah Gita.
“Eidaaah... pucuk
dicinta ulam pun tiba. Emang punya ikatan batin yang kuat kita mah.” Kata Fara.
“Apaan?” tanya Anita
yang sedang berjalan tempat duduk Gita dan Fara.
“Kita lagi mikiri cara
mau ketemu lo, eh.. lonya malah yang kesini duluan.” Jelas Gita.
“Kan kita udah sehati.”
Kata Anita sembari terkekeh. “Pada disini ya, kelihatanya rame banget.”
“Iya. Lo tumben kesini nggak
bilang-bilang ada apa?” tanya Gita.
“Main aja.”
“Lo nggak apa-apa kan?”
Gita menatap Anita dalam, dilihat dari raut wajahnya Anita pasti sedang hancur
hatinya. Anita hanya diam dengan memberikan senyuman yang masam.
“Kalau memang lo nggak
baik-baik saja bilang, jangan di pendam sendiri. Cerita sama kita.” Fara
memegang tangan Anita.
Air mata Anita mulai
menetes, dia langsung mengusapnya. Dia menoleh melihat sekitar takut ada yang
melihatnya.
__ADS_1
“Kita ke kamar.” Gita
mengajak Anita dan Fara ke kamarnya agar lebih aman tidak di dengar dan dilihat
orang-orang.
Sesampai di kamar Gita,
Anita duduk di sofa menyenderan tubuhnya. Air matanya tak terbendung lagi.
“Kak Bayu, beneran mau
menikah lagi.” Katanya dengan menangis sesenggukan.
“Dasar manusia itu,
kalau saja dekat sudah gue kasih pelajaran.” Kata Fara.
“Darimana lo tahu?”
“Dari instagram.”
“Jadi dia nggak ngasih
tahu lo langsung?” Fara tercengang. Anita menggelengkan kepala.
“Memang kebangetan ya
dia, kita hancurkan saja pernikahan Bayu. Gimana?” kata Gita.
“Iya, kita acak-acak
saja pernikahannya. Enak aja mainnyakitin hati lo.”
“Jangan, kasihan dia
nanti malu. Gue nggak tega melihat dia menjadi bahan pembicaraan orang.”
“Ya ampun Anita, lo
masih saja memikirkan perasaan dia yang jelas-jelas nggak peduli sama lo.” Fara
kesal.
“Anita, lo boleh cinta
keluarganya. Coba sini gue lihat hp lo.” Gita meminta hp milik Anita.
“Udah bawa sini.” Gita mengambil ponsel dari tangan Anita. Dia menelpon
Bayu, Gita sudah emosi ingin memaki-maki Bayu.
Tuut.....tuuuut......tuuut............
“Lo telpon siapa?”
Anita tampak panik.
“Bayu.” Jawab Gita.
“Eh.. lo mau ngapaiin
telpon Kak Bayu.”
“Udah lo diam saja,
serahin sama gue dan Gita.” Kata Fara.
Setelah hampir lima
belas menit akhirnya telponnya di angkat. Gita mengehela napas pendek, dia siap
menyemprot Bayu.
“Halo sayang.”
“Jangan panggil
sayang-sayang.” Bentak Gita.
“Ini siapa?” Bayu kaget
karena yang angkat bukan Anita.
“Gue Gita.”
“Gita, ada apa? Dimana Anita?”
__ADS_1
“Kak Bayu, lo
sebenarnya punya hati nurani atau tidak?”
“Maksud lo apa sih Git?
Gue nggak ngerti tiba-tiba telpon marah-marah pula.”
“Gila ya lo, masih saja
tidak tahu maksud gue. Lo kenapa nggak bilang jujur aja sama Anita kalau mau
menikah lagi. Malah posting-posting di instagram. Otak lo dimana sih, kalau lo
udah nggak suka sama Anita ceraikan saja dia.” Gita lost Control.
“Jaga omongan lo Gita,
punya hak apa lo ngatur hubungan gue sama Anita. Lagian siapa juga yang posting
di instagram.”
“Alah.. nggak perlu
ngeles. Kak lo harus pilih pernikahan lo sama Anita atau pernikahan yang baru.
Cukup jangan sakiti Anita terus, dia sudah tersiksa. Lepaskan dia kalau memang
sudah ada yang lain. Gue bakalan tunggu sampai besok pukul tujuh di rumah gue. Kalau
Kak Bayu tidak datang kesini berarti memang sudah tidak peduli sama Anita. Dan Anita
akan melepaskan Kak Bayu selamanya.” Gita langsung mematikan sambungan
telponnya.
“Apa gue memang harus
cerai sama Kak Bayu.” Anita lemas, dia benar-benar masih cinta sama Bayu.
“Udahlah Anita, apalagi
sih yang lo harapin dari suami modelan dia. Nggak ada tanggung jawabnya sama
sekali. Tenang kalau lo cerai sama dia kita akan cariin calon suami yang lebih
baik berkali lipat sama dia.” Omel Fara.
“Anita, kalau Kak Bayu
masih sayang sama lo, dia akan datang besok. Tapi kalau dia tidak datang
berarti memang sudah tidak terselamatkan lagi.”
Anirta menadahkan
kepalanya ke atas, lalu menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tak disangka perikahan yang dia bangga-bangga selama ini tinggal diujung
tanduk.
“Lo yang kuat ya.” Gita
memeluk Anita.
“Iya, lo harus kuat.”
Fara pun ikut memeluk Anita.
“Kenapa nasib gue
seperti ini?” Anita menangis sesenggukan. “Kenapa Tuhan memberikan cobaan sama
gue yang sangat berat. Kenapa harus gue yang tidak bisa punya anak. Kenapa?”
“Anita, ini takdir. Ini
ujian cinta buat Kak Bayu sebenarnya." Ujar Fara.
“Iya Anita, dengan
begini lo kan jadi tahu seperti apa Kak Bayu dan keluarganya.”
Anita tak sanggup lagi
berkata-kata, dia menangis sejadinya di pelukan Gita dan juga Fara
__ADS_1