Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Salah Orang


__ADS_3

Gita senang akhirnya dia bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Gita menemui Bik setelah mendapatkan ijin kerja sama Gilang.


"Bik.." panggil Gita.


"Iya Mbak, ada yang bisa bibik bantu?" tanya Bik Siti menaruh lap di pundaknya.


"Bik, kan Gita udah dapat ijin lagi sama Kak Gilang buat kerja. Kira-kira, bibik keberatan nggak kalau sama mengasuh Aiden?" tanya Gita.


"Tentu saja tidak Mbak Gita, bibik malah senang lo." Kata Bik Siti dengan sumringah.


"Beneran bibik nggak kecapean, kalau bibik capek biar Gita cariin suster baru buat menjaga Aiden." Kata Gita.


"Jangan Mbak, biarin sama bibik saja. Bibik senang loh bisa jagain Aiden. Orang bibik pagi kerjaan udah kelar juga bingung mau ngapain. Cari orang baru juga tidak gampang kan." Kata Bik Siti.


"Iya sih."


"Mbak Gita yang tenang, serahin sama bibik semuanya."


"Gita cuma nggak mau kalau bibik capek."


"Nggak Mbak, Aiden adalah obat capek Bibik. Jadi ingat dulu waktu jagain Mas Gilang bayi." Bik Siti mengingat kecilnya Gilang.


"Pasti lucu ya Bik?"


"Lucu banget, kaya Aiden persis. Wajahnya juga ganteng begitu. Cuman kalau dulu itu waktu masih kecil aktif. Banyak ngomong, pas udah agak gedean jadi pendiam kalau kata anak-anak sekarang cool." Cerita Bik Siti.


"Oiaya."


"Iya. Tapi meskipun cool gitu, tapi tetap Mas Gilang tuh sangat perhatian. Dan kalau udah punya keinginan pasti kekeh memperjuangkannya. Seperti waktu mau dapatin mbak Gita."


"Memamgnya Kak Gilang ingin banget ya sama Gita?"


"Tahu nggak waktu di tolak terus Mas Gilang itu kayak mau depresi. Putus asa, mau menyerah gitu katanya. Karena capek nggak di terima-terima. Ingat nggak pas Mas Gilang sakit, Mbak Gita di ruang tamu sampai tidur. Itu mas Gilang ngomel-ngomel loh pas Mbak Gita pulang."


"Ngomel kenapa Bik?"


"Ya karena tahunya yang datang itu teman yang lain. Jadi nggak mau ketemu, eh pas tahu Mbak Gita lah langsung menyesal." cerita bibik waktu dulu.


Gita tersenyum, kalau dipikir memang perjuangan Gilang mendapatkan dirinya itu luar biasa. Bahkan diabaikan sekian lama cintanya tidak pernah berubah padanya.


Gita pergi ke kamar lagi, dia langsung memeluk Gilang.


"Ada apa nih?" Gilang mengerutkan keningnya.


"Nggak ada apa-apa." Gita tersenyum memandang Gilang.


"Masa sih, kamu merencanakan sesuatu?" Gilang tiba-tiba mencurigai Gita.


"Nggak sayang, Gita cuma mau bilang terima kasih sama Kak Gilang."

__ADS_1


"Untuk?"


"Karena Kak Gilang selalu sayang sama Gita. Dari dulu sampai sekarang, bahkan tidak berubah sedikitpun cinta buat Gita yang aneh ini." Kata Gita kembali memeluk Gilang.


"Gita bersyukur banget."


"Aku juga bersyukur bisa memiliki kamu, di tambah lagi kamu telah memberikan kado terindah yaitu Aiden." kata Gilang.


"He-he, kata bibik Aiden tuh mirip kamu banget waktu kecil."


"Iya, dia bahkan lebih lucu dari aku." Katanya sambil mengecup kening Gita.


Gilang memegang kedua pipi Gita, " Sampai kapan kamu mau peluk aku."


"Sampai rindu aku sama kamu hilang."


"Kira-kira masih lama nggak? Soalnya aku sedang di tunggu banyak orang." kata Gilang sambil mengusap kepala Gita.


"Siapa?"


Gilang melepaskan pelukan Gita, dia mengambil ponselnya. Dan sudah ada masuk penggilan dari Lila sepuluh kali lebih.


"Eh.. Jam berapa sekarang?" Gita melihat jam di dinding. "Kamu kok nggak bilang sih mau ke kantor." Kata Gita.


"Kamu aja masih kangen masa aku tega tinggalin kamu." Gilang menyetuh hidung Gita.


"Kok genit sih."


"Sayang, aku kerjanya hari ini saja ya. Please."


"Besok saja."


"Sekarang."


"Kamu ikut aku aja dulu ketemu klien yuk." Ajak Gilang.


"Ok. Aku ganti baju sebentar." Kata Gita bergegas untuk ganti baju.


...----------------...


Hari ini Gita menemani Gilang meeting, sudah lama dia tidak ikut Gilang ketemu klien. Dan Gita tidak pernah berubah, dia memilih menunggu di meja yang beda.


Dia akan memesan semua menu yang ada di restauran tempat Gilang meeting.


"Gita, lo yakin mau duduk sini?" tanya Lila.


"Iya Mbak Lila, tenang aja." kata Gita sembari memilih menu makanan.


"Kamu jangan aneh-aneh ya." Kata Gilang sembari mengusap kepala Gita, seperti seorang ayah kepada anaknya.

__ADS_1


"Iya, janji nggak aneh-aneh." Gita mengangkat kedua tangannya.


Gita mengambil ponselnya saat makanan dia datang. Seperti cewek pada umumnya dia akan memfoto semua makanan sebelum dia makan.


"Wah bagus banget nih, udah tempatnya keren makanannya enak-enak lagi. Selfi dulu ah." Gita selfi beberapa kali.


Setelah puas selfi barulah dia makan dengan lahapnya. Padahal sebelum dia datang sudah makan, di mobil juga ngemil terus.


"Hai.." sapa seorang lelaki.


Gita yang sibuk memasukan makanna kemulutnya, menjawab dengan anggukan kepala.


"Boleh duduk sini?" tanya dia.


Karena mulut Gita masih penuh dia tidak bisa ngomong. Dia menjawab dengan gerakan. Gita memggelengkan kepalanya.


"Apa kamu menunggu seseorang?" tanya dia lagi. Gita pun mengangguk.


"Gimana kalau aku temenin sampai yang kamu tunggu datang?" tanyanya lagi.


Gita menelan bulat-bulat yang ada di mulutnya, kemudian dia meneguk air minum.


"Mas, nggak usah. Mending mas cari tempat lain." kata Gita.


"Galak banget sih, cuma mau numpang duduk aja." katanya lagi.


"Tempat lain kan masih ada Mas, tuh masih banyak yang kosong ngapain pakai numpang." Gita mulai emosi. Dia yang lagi enak-enak makan menjadi tidak mood.


"Sayang ada apa nih?" seorang cewek nyamperin.


"Ini dia minta aku duduk disini, padahal kan aku lagi tungguin kamu. Tapi dia maksa pakai marah-marah lagi." ujarnya.


"Eh.. Mulut lo ya dijaga, lo sendiri yang mau kesini kok bilang gue yang minta. Nggak sudi juga gue sama cowok macam lo. Nggak berguna, mending lo ganti pacar aja deh. Palingan lo diselingkuhi atau jangan-jangan lo selingkuhanya, ups.." Ucap Gita.


"Jangan kurang ajar!" bentak cowok itu.


"Kalau lo emang setia kenapa harus marah, mbak lebih baik selidiki deh."


"Sayang, jangan-jangan yang dia bilang benar lagi. Kamu selingkuh ya?" tuduh ceweknya yang mulai terprofokasi dengan ucapan Gita.


"Nggak sayang, eh lo jangan ngada-ngada ya. Lo itu yang penggoda masih saja fitnah orang." Cowok itu mengambil jus jeruk milik Gita lalu mengguyurkan di kepala Gita.


"Aaah.." Mulut Gita menganga, dia kaget.


Gita tidak terima dia mengambil cumi saus padangnya lalu melempar ke tubuh cowok itu.


"Sayang udah, malu itu dilihatin orang." Cewek itu menahan pacarnya.


"Cewek kurang ajar, lo ya.." Cowok itu meapar pipi kanan Gita dengan sangat keras. Mata Gita berkaca-kaca, dia memegangi pipinya yang perih.

__ADS_1


__ADS_2