Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Menjalankan Rencana


__ADS_3

Gita, Fara dan Anita langsung


menuju ke rumah Bayu yang jaraknya tidak jauh dari hotel yang mereka inap hanya berjarak sekitar empat puluh menit saja.


“Nit, lo yakin kan Kak Bayu ada


di rumah?” tanya Fara.


“Gue yakin kok.” Kata Anita.


“Tapikan ini weekend apa dia


nggak jalan-jalan?” Gita juga cemas kalau saja Bayu sedang tidak ada di rumah karena hanya akan menjadi sia-sia saja perjuangannya.


“Semoga deh, gue juga nggak tahu.”


Kata Anita ikut cemas.


“Biasanya keluar nggak?”


“Tergantung sih, tapi selama ini lebih sering menghabiskan waktu saja di rumah.” Jawab Anita.


“Fifty –Fify nih , semoga aja di


rumah. Kalau nggak di rumah lo tahu kan diaman aja dia biasanya pergi.”


“Tahu Git.”


Taksi berhenti di seberang rumah


dengan cat putih dua lantai, dengan pagar pendek yang menunjukan halaman rumah yang lumayan luas. Dan pot-pot yang tertata rapi sehingga menampakan keindahan


dan keasrian rumah tersebut.


“Ini rumah Kak Bayu?” Tanya Gita,


dia takjub melihat rumah yang sangat sederhana namun terlihat sangat mewah.


“Iya, selama ini gue tinggal disini.” Anita tiba-tiba mengingat kenangan-kenangan di rumah itu.


“Bagus ya, lingkungannya,


pemandangannya di jogja tuh luar biasa bagusnya. Sayang kisah cinta lo nggak sebagus pemandangan disini.” Ucap Fara dengan kedua matanya yang masih mengitari halaman rumah Bayu.


“Yah begitulah, takdir mau gimana


lagi.” Jawabnya lemes.


“Far, mulut lo di filter sedikit.


Orang lagi sedih juga malah lo tambahain.” Omel Gita.


“Tapi kan ini kenyataannya.” Fara nggak mau diomelin Gita, karena ucapanya memang sesuai fakta.


“Gue nggak apa-apa kok, yuk kita


masuk.” Ajak Anita.


Anita mendorong pintu gerbang


pelan, dia melihat banyak orang di dalam. Mereka bertiga langsung saling


berpandangan.


“Ini Kak Bayu nggak lagi nikah


lagi kan.” Ceplos Fara.


“Mulut lo Far, jangan


sembarangan.” Gita menabok Fara.


“Iya Far, lo mah keterlaluan.

__ADS_1


Lagian gue kan masih istri sahnya bagaimana bisa dia menikah tapa ijin gue. Lagian nih ya Kak Bayu itu cinta sama gue mana mungkin dia melakukan itu sama gue.” Anita manyun.


“Ya maaf, gue kan cuma tebak-tebak behadiah. Lagian kalau istri tercinta masa udah pergi berhari-hari nggak dicariin."


"Heh!"


"Iya..iya.."


Mereka bertiga pun berjalan pelan


menuju ke teras, sembari tengok kanan kiri takut ada yang melihat.


“Kenapa jadi seperti maling gini


sih?” Bisik Fara.


“Kan kita lagi mau mengintai,


bukan berniatan bertamu.”  Jawab Gita.


“Bayu, sudahlah jangan terus


memikirkan istri kamu yang tidak tahu diri itu. Biarkan dia pergi sesuka hatinya."


Ucapan itu seketika membuat


mereka mematung di depan jendela kaca besar yang bisa melihat ke dalam.


“Nak Bayu, yang mama kamu bilang


benar. Bagaimana bisa seorang istri kabur tanpa kabar sampai sekarang.”


“Siapa sih dia pingin gue


cakar-cakar itu mukanya.” Gita mulai terpancing emosi.


“Itu ibu mertua gue yang


sebelahan dengan Kak Bayu, tapi gue nggak tahu siapa tante-tante yang bersama dengan cewek itu.” Kata Anita menahan tangis.


“Lebih baik ceraikan saja dia,


sudah tidak bisa punya keturunan, sekarang pergi tanpa ijin juga sama kamu. Harga diri kamu Bayu. Ibu sudah bilang dari dulu jangan menikahi anak yang manja, masih saja ngeyel. Lihat sekarang dia kaburkan."Mertua Anita.


“Vivi siap kok jadi istri kamu? Bisa memasak, bersih-bersih rumah yang pasti dia bisa bahagiain kamu. Iya kan Nak."


Cewek yang bernama Vivi itu


tersenyum sembari mengangguk, dia sepertinya menyukai Bayu sehingga nurut di jodohkan.


“Ma.. Bayu masih suami sah


Anita. Mana bisa seperti ini, lagian nih ma Bayu belum mendengar alasan dia


kenapa dia pergi.” Bayu masih kekeh dengan pernikahannya dengan Anita. Sebenarnya dia masih berharap Anita kembali hanya saja dia tidak mau menghubungi Anita dulu.


“Bayu apa yang kamu harapkan dari


wanita mandul itu, kamu mau sampai tua tidak punya keturunan. Lihat Vivi yang jelas-jelas subur, sehat, cantik pula.  Pasti dia bisa membuat kamu bahagia.” Kata mamanya menggebu-gebu.


“Kak Bayu, jika sudah tua nanti


kita pasti membutuhkan seseorang yang akan menjaga kita. Kalau sama istri Kak Bayu yang tidak bisa hamil, bagaimana nasib tuanya nanti.” Ucapan Vivi sangat lembut namun langsung membuat hati Anita hancur lebur.


“Ma, Bayu memang kecewa dan


menginginkan anak, tapi tidak begini juga. “


“Kamu masih mencintainya? Kemarin


kamu bilang sangat membenci Anita. Kenapa sekarang kembali lagi.”


“Ma..”

__ADS_1


“Mama nggak mau tahu, kamu segera


urus perceraian kamu dan segera nikahi Vivi. Mama mau segera punya cucu. Titik!”


“Kak Bayu, kita kan sudah lumayan


saling kenal, apa masih perlu waktu lama agar kita bersama. Kamu masih


memikirkan istri kamu yang sama sekali tidak peduli dengan kamu.” Kata Vivi sembari memegang tangan Bayu.


Anita sudah tidak kuat mendengarnya, dia langsung masuk di tengah-tengah mereka. Gita dan Fara langsung mengikutinya.


“Ma, bukankah mama yang meminta


Anita pergi dari rumah ini? kenapa jadi Anita yang mama salahkan?” dada Anita rasanya panas, ingin sekali dia teriak di rumah itu.


"Anita.." Bayu kaget. Tak hanya Bayu semua orang yang ada di rumah itu kaget dengan kedatangan Anita yang tiba-tiba.


“Jangan sembarangan menuduh kamu,


jelas-jelas kamu menantu tidak tahu diri. Jangan suka memutar balikkan fakta.”


“Ma, selama ini Anita masak, bersih-bersih apapun yang mama mau Anita lakukan, meskipun Anita seperti babu disini tapi Anita iklas, tapi mama malah menjatuhkan Anita seakan tak pernah melakukan apa-apa.. Kak Bayu, kita sudah membahas ini lamakan, kamu bilang kita akan melakukan bayi tabung atau hal lain agar bisa punya bayi. Tapi kamu bilang...” Anita sudah tidak kuat meneruskan ucapanya. Dia merasa lemas mendengar suaminya yang selama ini sangat ia cintai


membencinya.


“Kak Bayu, lelaki macam apa lo


meninggalkan Anita yang sedang tidak baik-baik saja.” Gita gemas.


“Hey.. kamu ini siapa ikut


nerocos saja. Kalian itu siapa? Berani-beraninya masuk ke rumah saya tanpa ijin.”


“Saya temannya Anita, dan saya


kesini mau meminta penjelasan dari Kak Bayu. Maksud dia apa?”


“Gita, lo nggak tahu masalahnya.


Please jangan ikut campur.” Bayu memohon.


“Nggak tahu masalahnya bagaimana?


Dengan sangat jelas kami mendengar obrolan kalian. Itu cewek centil


bisa-bisanya mau merusak hubungan rumah tangga orang, satu lagi ini ibu mertua kalau dulu memang merestui hibungan Kak Bayu sama Anita harusnya menerima apapun keadaannya.” Cerocos Fara membuat semua orang diam.


“Tante, emmangnya siapa yang mau


punya penyakit seperti itu, bukan lah ini takdir.”


“Berani sekali kalian berkata


seperti itu kepada oranag tua, pergi kalian dari rumah ini. Dan ingat kamu


Anita, Bayu akan segera menikah jadi jangan pernah datang lagi kesini!” Mama mertua Anita mendorong Aniat, Fara dan Gita keluar rumah.


Bayu hanya dia tidak merespon


apapun, dia terdiam tanpa membela istrinya, dia  sangat kelas karena Anita meninggalkan rumah. Padahal itu bukan kemauan


Anita.


“Tega kamu Kak, kamu buat aku


seperti ini. Aku selalu berjuang untuk kamu dan sekarang kamu mau menikah lagi?”


Anita meangis sejadinya.


“Andai saja waktu terulang, gue


sama sekali tidak akan mengijinkan Anita menikah denganmu.” Kata Gita mengajak

__ADS_1


Fara dan Anita meninggalkan tempat.


__ADS_2