Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Kesal 3


__ADS_3

Di dalam mobil Kyra manyun, dia terus memandangi luar jalanan. Dia enggan diajak bicara sama Kris. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Aiden.


“Ky,” panggil Kris.


“Ya Kak,” jawabnya malas.


“Lo kenapa kok diam saja, sakit?”


Iya, sakit hati karena lo ngrecokin hari gue, makinya dalam hati.


Kyra menggeleng pelan sembari tersenyum untuk menutupi rasa tidak sukanya pada Kris. Kyra mengintip layar ponselnya saat ada pesan masuk, pipinya sedikit mengembang saat membaca pesan dari Aiden yang berisikan pujian atas makanannya.


“Ini kan masih ada waktu setengah jam, gimana kalau kita makan dulu?” ajak Kris.


“Kyra masih kenyang, gimana kalau kita makan ice cream atau cemilan lain?” Kyra menyarankan mencari cemilan saja.


“Boleh,” jawabnya dengan semangat.


Setelah sekian purnama dia mendekati Kyra, dan berhasil mengajak pergi akhirnya Kyra mau bahkan memilih tempatnya sendiri. Biasanya hanya terserah atau beralasan.


Mereka berhenti di kafe yang jaraknya kira-kira dua ratus meter dari tempat les Kyra. Kyra memilihnya supaya tidak terlalu jauh dari tempat lesnya, bahkan dia bisa jalan tanpa diantar Kris.


“Lo mau makan apa?”


“Friench fries sama cappuccino.”


“Mbak, pesan Friench fries dua, sama cappucinonya dua,” pesan Kris.


“Baik, di tunggu sebentar ya.”


“Ok Mbak.”


Kris terus saja tersenyum hari ini, dia sangat bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar.


“Tempatnya bagus ya, gimana kalau besok-besok pas berangkat atau pulang les kita makan di sini lagi?” tanya Kris.


“Kak, sebenarnya ada yang mau Kyra omongin sama Kakak,” ujar Kyra sebelum Kris berbicara semakin dalam.


“Apa?”

__ADS_1


“Kyra tahu selama ini Kak Kris menyukai Kyra.”


“Akhirnya lo peka juga,” ujarnya sembari tersenyum lebar. “gue sudah suka sama lo sejak pertama kali lihat lo di sekolah ini. Ya sejak setahun yang lalu, saat lo masih pacaran sama Rendi yang sekarang pindah dari sekolah kita.” cerocos Kris.


“Kyra terima kasih karena kakak sudah menyukai Kyra, tapi maaf Kak Kyra nggak bisa menerima cinta Kak Kris,” Kyra menolak Kris dengan halus.


“Kenapa?” ucapnya gemetar. Kris berasa sudah di terbangkan tinggi oleh Kyra lalu di jatuhkan sejauh mungkin.


“Maaf Kyra hanya menganggap kakak sebatas kakak senior saja, tidak lebih. Jadi Kyra harap kakak tidak perlu lagi perhatian atau pun repot-repot nganterin Kyra les,” Jelas Kyra.


Kyra mungkin terlalu tega mematahkan harapan Kris, namun dia tidak mau berlarut-larut sampai Kris terlalu berharap padanya. Kyra ingin menyudahi dengan cepat, Kyra juga ingin bebas tanpa harus ada bayang-banyang Kris yang mengikutinya dengan embel-embel mamanya.


“Apa karena Aiden?”


“Bukan Kak, Kyra memang tidak memiliki perasaan sama sejak lama. Jadi lebih baik kakak cari yang lebih baik dari Kyra. Masih banyak kok yang suka sama kakak,” Kyra memberikan suport kepada Kris untuk mencari perempuan lain.


“Tidak ada Kyra, cewek yang terbaik itu lo. Kenapa lo nggak mau mencoba menjalin hubungan sama gue?” Kris memegang tangan Kyra.


“Kak hubungan ini bukan untuk coba-coba, nanti kakak akan lebih sakit hati lagi,” Kyra menarik tangannya.


“Memangnya kurang gue apa dari pada cowok miskin itu?” suara Kris meninggi.


“Kenapa kakak bilang seperti itu?” Kyra tidak suka Kris menghina Aiden.


“Alasan pertama gue lebih suka berteman sama Ai dan yang lain karena mereka saling menghargai. Tidak pernah mencela kekurangan orang lain, menghasut orang lain untuk membenci. Kalau saja Ai tidak menyuruh gue pergi sama kakak. Gue pun tidak akan pergi,” Kyra terpancing emosi.


“Kyra, apa lo nggak bisa buka mata. Gue nggak menghina tapi memang kenyataannya dia tidak memiliki apa-apa. Bahkan motor saja butut, lo hanya akan tersiksa kalau sama dia.”


Kyra menghela napas panjang. “Kak, terima kasih atas jamuannya hari ini. Tapi Kyra tekankan sekali lagi, kalau gue nggak suka sama Kak Kris. Gue permisi dulu.”


Kyra mengambil tasnya dan berlalu pergi, telingannya sudah panas mendengar Kris yang terus menghina Aiden.


“Sialan! Kyra lo yang memulai ini. Jadi jangan salahkan gue kalau berlaku sedikit keras untuk mendapatkan lo,” ujarnya.


Kris merasa terhina dengan penolakan yang di lakukan oleh Kyra. Hari ini menjadi hari patah hatinya Kris, dia akan membalas semua sakit hati ini kepada Aiden. Karena gara-gara dia Kyra menjadi menolaknya.


Perjuangannya kembali sia-sia, padahal dia dulu dia sudah sengaja mengeluarkan Rendi dari sekolahan agar jauh dari Kyra. Dan sepertinya dia juga akan membuat Aiden dan teman-temannya keluar dari sekolah.


“Tunggu saja tanggal mainnya, lo terlalu berani bermain-main dengan gue,” ancam Kris.

__ADS_1


*****


Dinda memgerutkan keningnya saat melihat mobilnya yang di pompa bannya.


"Kok bisa ya, kayaknya tadi pagi baik-baik saja. Pasti ada yang iseng deh," ucap Dinda.


"Anggap saja ini buat olahraga, karena nyenengin orang itu bukanya ibadah," sahut Aiden dengan santai.


"Tapi kan capek dan ngeselin juga."


"Lo kan cuma duduk diam di dalam mobil, capek kenapa?" cerca Luki.


"Benar, kalau yang di katakan capek tuh kita. Nih sampai mandi keringat." Ibob membagikan es teh yang dibelinya di warung dekat bengkel.


“Gue rasa ada yang ngerjain kita,” ucap Rafa sebelum menyeruput es teh untuk menyegarkan tenggorokannya yang haus.Lumayan lah mendorong mobil dengan jarak seratus meter dari sekolah sampai bengkel.


“Kalau gue tahu bakalan gue pretelin itu kendaraan dia,” ucap Luki geregetan.


“Ya sudah, pretelin saja besok,” sahut Aiden.


“Ya masalahnya kita nggak tahu siapa yang melakukannya.”


“Kalian nggak jeli sama situasi sih, orang jelas-jelas pelakunya tadi menampakan diri,” Kata Aiden.


Mereka saling berpandangan, lalu mengarahkan pandangannya ke Aiden.


“Siapa? Lo tahu dia Ai?” tanya Rafa.


“Iya, katakan saja dengan jujur siapa dia?” ujar Luki nggak sabar banget pingin tahu orang yang rese kepadanya.


“Ingin sekali gue bejek-bejek itu orang. Berani-beraninya ngisengin gue,” Dinda geregetan.


“Orang yang menampakan diri,” ucap Ibob pelan, dia mencoba mengingat kembali siapa saja yang ada di area perkiran.


“Kris?” Ibob menatap Aiden.


“Anak pintar.” Aiden menjentikan jarinya mendengarkan jawaban Ibob yang benar seratus persen.


“Kris, kok bisa?” Rafa masih belum mengerti kenapa Kris yang menjadi tersangka.

__ADS_1


“Karena Kris suka sama Kyra, jadi dia mau menjadi pahlawannya. Sehingga melakukan ini demi bisa bareng sama dia.”


“Seratus untuk lo,” ucap Aiden. Ibob memang sangat pandai menganlisis permasalaha. Meskipun belum bisa cepat kalau nggak di pancing dulu sama Aiden.


__ADS_2