Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Part Vian & Anita III


__ADS_3

Fara menarik tangan Gita agar berhenti , Lo beneran sedang hamil Git?” Fara mengelus perut Gita.


“Nggak.” Jawabnya santai.


“Ha.. Maksud lo bagaimana ini?” Anita bingung.


“Gue nggak hamil Anita sayang.” Gita mencubit pipi Anita.


Terus kenapa tadi lo bilang lagi hamil?” Anita mengerutkan kening.


“Ya salah sendiri jadi cowok nggak ada pendiriannya banget, nggak tegas. Kan yang mau makan kita dulu masa harus nurut sama dia.” Jelas Gita. Ia nggak mau kalau harus nuut semua keinginan Bella.


“Good girl.” Fara mengangkat kedua jempolnya sejajar dengan dadanya.


“Kalian itu ya, ada saja.” Anita menggelengkan kepalanya sambil meneruskan jalan menuju meja yang sudah di pilih Vian dan Bella.


Anita menatap Vian dan Bella yang sedang asyik memilih makanan yang akan di pesannya, ingin rasanya ia pergi saja daripada melihat mereka yang sangat dekat. Ia tidak suka situasi seperti ini rasanya bikin nyeri hati.


“Aduh.. Haredang banget ya.” Gita mengipasi tubuhnya dengan tangan kanannya. Dia menggoda Anita yang memang haredang hatinya.


“Iya, padahal full ac loh ini.” Fara ikut mengipasi tubuhnya.


Anita manyun, ia melirik kearah Gita lalu Anita, kemudian mencubit perut mereka berdua bersamaan.


“Kalian kenapa masih berdiri saja, buruan pesan.” kata Vian.


Anita mengajak kedua sahabatnya agar segera duduk, mereka bertiga langsung memilih makanan yang sudah diidam-idamkan sebelum berangkat tadi.


Setelah memesan makanan suasana menjadi hening, setelah kedatangan Bella membuat suasana menjadi canggung. Mau ngobrol apa serba bingung, Vian sesekali mencuri pandang kepada Anita. Sedangkan Anita hanya melihat ponselnya.


“Bell, lo balik lagi kesini dalam rangka apa?” tanya Fara untuk membuka pembicaraan di tengah keheningan.


“Gue lagi liburan.”


“Yakin cuma liburan, nggak ada maksud lain?” Gita melirik ke arah Bella.


“Em, awalnya sih cuma liburan. Tapi gue pikir-pikir mau menetap lagi saja disini.” ujarnya sambil menatap Vian dengan senyuman penuh maksud.

__ADS_1


“Makanan sudah datang, makan dulu yuk keburu habis jam makan siangnya.” Vian mengalihkan pembicaraan sebelum Bella di serang sama Gita dan Fara.


“Tunggu, gue mau ngomong sesuatu sama lo Vian, mumpung ada sahabat-sahabat lo.” Bella ingin mengungkapkan perasaanya di depan teman-teman Vian agar menjadi saksi.


Jantung Vian menjadi tidak karuan, seperti badai besar akan terjadi di siang ini.


“Kita makan saja dulu, baru kita ngobrol.” Vian ingin mengobrol berdua saja tanpa ada ketiga sahabatnya. Ia takut hati mereka bertiga tidak nyaman dan gagal berbaikan.


“Sebentar saja.” Bella memohon.


“Ya sudah buruan ngomong, nggak usah bertele-tele.” samber Fara.


Bella memegang kedua tangan Vian, ia menatap sangat dalam mata Vian.


“Vian, aku mau minta maaf sama kamu. Aku mengaku salah karena dulu meninggalkan kamu. Aku mau ngomong di sini agar sahabat-sahabat kamu menjadi saksi, kalau aku sungguh sungguh mau minta maaf. Aku masih sayang banget sama kamu.”


Jantung Anita rasanya meledak, menyaksikan orang yang dia sayang di ambil orang lain. Air matanya ingin tumpah namun dia tahan. Tangganya terus memegangi roknya, ia ingin kabur, ia ingin teriak.


“Vian, kenapa kamu diam saja. Kamu waktu itu bilang bakalan menunggu aku kan, pintu hatimu akan selalu terbuka buat aku kan.”


Anita menghidupkan keran, ia langsung mencuci mukanya berkali-kali. Ia menatap wajahnya, matanya terlihat sudah berkaca-kaca.


“Lo harus kuat Anita, ini memang sudah jalannya. Kalau lo sama Vian itu memang tidak berjodoh. Dan semua ini memang karena salah lo sendiri. Kalau saja kemarin lo terima dia, pastinya semua ini tidak akan terjadi.” Anita menguatkan diri sendiri.


“Anita, lo nggak apa-apa?” tanya Gita, ia langsung gercep nyamperin Anita.


“Gue baik-baik saja, barusan panggilan alam.” Anita tersenyum, namun Gita tahu kalau senyumannya itu senyuman yang sangat menyayat hati.


“Pulang dulu saja yuk kita.” Ajak Fara.


Gita dan Fara tahu benar perasaan Anita, jadi lebih baik tidak makan dan mengajaknya langsung pulang saja agar tidak semakin sakit hati.


Saat mereka kembali, di kejutkan dengan Bella dan Vian yang sedang berpelukan. Dan hancurlah hati Anita, air matanya yang sudah ia bendung sejak tadi kini rubuh.


Saat mereka kembali, di kejutkan dengan Bella dan Vian yang sedang berpelukan. Dan hancurlah hati Anita, air matanya yang sudah ia bendung sejak tadi kini rubuh. Anita langsung lari keluar, dia sudah tidak tahan lagi.


“Anita..Anita.. Tunggu.” panggil Gita dan Fara.

__ADS_1


“Git..Far.. Gue pindah kantor saja ya.” katanya sambil tersendat-sendat .


“Nit..” Gita menarik Anita dalam pelukannya.


“Gue nggak bisa begini terus, gue nggak sanggup Git.” Anita menangi sesenggukan.


“Lo yang sabar ya,”


“Kenapa nasib gue begini banget ya, semua orang yang gue sayang pergi ninggalin gue. Semuanya pergi.. Apa salah gue?”


“Lo nggak salah Nit, mereka yang nggak beruntung mendapatkan cewek secantik dan sebaik lo.”


“Iya Nit, lo itu baik, cantik. Mereka pasti menyesal memninggalkan lo.”


“Yuk, kita pulang saja. Atau lo mau pergi kemana gue ijinin sama Kak Gilang.”


“Iya, cabut saja. Lo mau kemana?”


“Gue nggak tahu.”


“Ya sudah yuk kita jalan saja.”


Anita akhirnya memilih untuk diantar pulang saja, dia sedang tak ingin pergi kemana-mana.


“Makasih ya sudah temani gue."


“Iya sama-sama Nit, lo yakin nggak mau kita temani?” Fara cemas karena Anita tidak mau di temani.


“Iya gue nggak apa-apa kok, kalian tenang saja. Sudah gih sana kalian pulang. Kasihan anak-anak kalian loh nungguin mak-emaknya.” Anita menyuruh kedua sahabat pulang.


Anita masuk ke kamarnya, ia meletakkan tas lalu merebahkan tubuhnya. Ia kembali meratapi nasib hidupnya. Kenapa kisah cintanya begitu buruk, tidak semulus yang ia harapkan dulu.


Anita beranjak dari kasurnya, ia membuka laci kecil di lemarinya. Ia melihat foto pernikahan yang masih tersisa. Beberapa tahun lalu ia sangat bahagia bisa menikah dengan cinta pertamanya, semuanya sangat indah.


Tangisnya pecah lagi saat ia mengingat semua permasalahan ini karena dirinya yang tidak bisa mengandung.


"Mungkin memang Tuhan menciptakan gue sendiri di dunia ini."

__ADS_1


__ADS_2