Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
menghasut


__ADS_3

Dinda menelungkapkan kepalanya di meja, dia menangis sesenggukan. Dua tahun hubungan mereka sia-sia . Kyra mengusap rambut Dinda lembut.


“Ky, kenapa Bimo tega sama gue. Kurang apa gue selama ini?”


“Lo nggak kurang, Bimo saja yang kurang ajar,” jawab Kyra.


Melihat Dinda saat ini membuat dia teringat kembali dengan kisahnya bersama Rendi. Setelah beberapa tahun menjalin hubungan hanya di duaakan.


“Memang tidak ada lelaki yang bisa di percaya,” ucap Kyra.


“Eh, apa nih bawa lelaki-lelaki?” tanya Rafa yang baru saja masuk.


“Semua lelaki itu buaya, ngomongnya saja lo satu-saunya nyatanya mendua,” Kyra melimpahkan kekesalannya kepada Rafa.


“Eh, tidak semuanya ya. Kita ini lelaki alim, tidak pernah mempermainkan wanita,” Ibob membela diri tidak mau dikatakan buaya.


“Kenapa Dinda?” tanya rafa kembali ke topik awal.


“Dia di selingkuhi sama pacarnya,” jawab Kyra jujur.


“Yang mana sih cowok lo, biar kita kasih pelajaran,” ujar Ibob. Dia ingin memberikan pelajaran kepada cowok yang berani menyakiti Dinda.


“An--,” Dinda memegang tangan Kyra agar tidak mengatakan siapa orang yang menyakitinya.


“Anakonda?” Ibob meneruskan perkataan Kyra yang terputus.


“Dinda sudah tidak apa-apa kok.” Dinda mengusap air matanya. Dia tidak mau kalua kakak-kakaknya itu turun tangan untuk menghajar Bimo, hanya mengotori tangan mereka saja.


“Nggak apa-apa gimana kamu saja sampai menangis begini,” Rafa masih tidak terima Dinda disakiti.


“Sudah Kak, Dinda nggak mau kalian mengotori tangan kalian hanya untuk mengurusi manusia sampah kayak dia,” ujar Dinda.


Rafa mendengus mendengar jawaban Dinda, kenapa dia masih bisa sabar meskipun disakiti.


“Harusnya lo kemarin terima cintanya Luki, dijamin deh nggak akan nyakitin,” cicit Ibob.


Seketika Dinda mencubit lengan Ibob kuat-kuat sampai Ibob menjerit kesakitan.


“Dinda, sakit!”pekiknya.


“Makanya jangan asal ngomong, memangnya Kak Ibob setuju Luki jadi selingkuhan Dinda,” omelnya.


“Ya nggak,” jawabnya sembari meniupi lengannya yang merah gara-gara cubitan tangan Dinda.


“Sudah-sudah, jangan pada berantem saja,” Rafa menenangkan teman-temannya.


*****


“Sekarang kita berdua adalah cewek korban selingkuhan,” ucap Dinda sembari menendang angin.

__ADS_1


“Sudahlah, lo jangan terlalu memikirkan ini semua. Cepet move on, jangan sedih-sedih mulu,” nasehat Kyra.


“Mati satu tumbuh seribu Din, manusia modelan pulu-pulu nggak pantas lo tangisi,” tmpiali Ibob.


“Iya, tapi sudah dua tahun gue pacan sama dia,” Dinda menoleh kearah Ibob yang ada di samping kirinya.


“Yang sudah pacaran sampai belasan tahun saja bisa putus. Sudah lah baru juga dua tahun, ini ya kalau Luki sama Ai tahu pasti bakalan habis itu manusia pulu-pulu,” ujar Ibob.


“Makanya jangan kasih tahu Kak Ai sama Kak Luki,” pinta Dinda.


“Nggak janji,” jawab Rafa cepat.


Dinda adalah adik kecil Aiden dan Rafa meskipun tidak sama orang tuanya. Namun mereka sudah berjanji sama Vian dan Anita kalau mereka akan menjaga seperti adik kandung mereka. Mereka akan menjalin persahabatan seperti keluarga layaknya yang di lakukan orang tua mereka.


“Kyra,” panggil Kris.


“Ini lagi biang keladi,” gumam Ibob.


“Ya Kak,” jawab Kyra malas-malasan.


“Kita ada rapatkan hari ini?” tanya Kris.


“Iya Kak, tapi maaf Kyra nggak bisa ikut rapatnya,” ujar Dinda.


“Kalian mau main ya?” tuduh Kris. “Ky, mama lo kan sudah melarang temenan sama mereka. Cuma bikin nilai lo turun.”


“Kalau Kyra nggak main sama kita mau main sama siapa? Sama lo?” Dinda tersinggung sama perkataan Kris. Dia sedang sensitif kalau ada yang ngomong nggak enak gara-gara kejadian tadi.


“Kyra ada les Kak, ini sebentar lagi juga bakalan dijemput sama mama.”


“Tuh dengar, jangan negatif mulu jadi orang. Katanya ketua osis tapi kok pikirannya licik. Dulu yang milih pada buta kali ya,” ujar Rafa.


“Maksud lo ngomong kayak begitu apa?” Kris kepancing emosi dengan ucapan Rafa.


“Maksud gue, lo itu ketua osis yang nggak berguna. Nggak patut di contoh.” Rafa mendekatkan tubuhnya dengan Kris, dia siap untuk berkelahi dengan ketua osis yang rese ini.


“Rafa.” Kyra menarik tangan Rafa.


“Kak, Kyra izin dulu nggak ikut rapat. Mama Kyra sudah menunggu,” tambah Kyra.


Kyra mengajak teman-temannya untuk segera pergi meninggalkan Kris sebelum baku hantam terjadi.


“Sial,” Kris menendang angin.


Dia yang mengadu dengan mamanya Kyra, dia juga yang menjadi susah bertemu dengan Kyra. Ternyata caranya itu tidak bagus, dan dia sedang memikirkan cara lagi agar dia bisa bertemu Kyra dengan dukungan mamanya Kyra.


*****


Kyra menggeliat saat mendengar namanya di panggil, dia masih mengantuk. Masih males untuk bangun kalau hanya sekedar untuk makan. Otaknya masih terlalu capek setelah di gempur pelajaran di kelas dan les.

__ADS_1


“Kyra,” Selfi menggoyangkan tubuh Kyra. Kyra tak menjawab, ia membuka matanya sebentar lalu memejamkkannya lagi.


“Ky, bangun ada teman kamu.”


“Siapa?” jawabnya lemah.


“Kris, dia sudah nungguin kamu sejak tadi.”


“Bilang saja Ky masih tidur.” Kyra menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya. Dia sedang capek malah kedatangan tamu yang sangat tidak diinginkan pastinya akan membuat moodnya jelek.


“Kamu jangan kayak begitu, temu dulu sebentar,” paksa mamanya.


Kyra membuka selimut dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


“Ada apa Kak?” tanya Kyra saat menuju ke sofa ruang tamu.


“Hai Ky, sorry ya ganggu istirahat lo.”


“Tidak apa-apa, memang sudah waktunya bangun tidur. Sudah menjelang malam juga,” kata Selfi. “kamu ke sini ada apa?”


“Begini tante, besok tiga hari kan ada kegiatan amal. Bolehkan Kyra ikut berpartisipasi?” tanya Kris. Dia meminta izin untuk kedatangan Kyra.


“Kyra banyak les Kak, mana bisa Kyra ikut acara begituan,” ujar Kyra menyindir mamanya.


“Kyra kan anggota osis juga tante, jadi saya harap tante memberikan izin.” Kris berharap-harap cemas.


“Kegiatan ini bisa menambah nilai Kyra tante,” tambahnya lagi.


“Baiklah, Kyra boleh datang ke acara amal.”


“Ma, tapi les Kyra bagaimana?” Kyra sebenarnya lebih senang nggak ikut acara amal.


“Nggak apa-apa, sekali-kali bersosialisasi. Oiya, anak-anak yang kemarin nggak ikut kan?” Selfi menanyakan keikut sertaan Aiden dengan yang lain.


“Sepertinya ikut tante, tapi tante tanang saya akan menjaga Kyra agar tidak dekat-dekat dengan mereka,” jawab Kris.


“Bagus kalau begitu, kamu harus terus mengawasi jangan sampai mereka itu dekat-dekat dengan Kyra. Hanya akan memberikan pengaruh buruk saja,” ujar mamanya.


“Memangnya salah mereka apa? Kak jangan menghasut mama seperti ini dong,” Kyra kesal.


“Gue nggak menghasut apa-apa kok,” ucapnya dengan wajah yang sok polos.


“Kyra, kamu jangan menuduh Kris. Memang mama yang nggak suka dengan teman-teman kamu yang urakan itu. Hanya bikin nilai sekolah kamu menurun. Mereka itu nggak pernah memikirkan masa depan,” cerocos mamanya.


“Benar kata mama kamu Ky, kita sekolah kan harus sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan universitas yang bagus,” tambah Kris untuk mengompori Selfi.


“Dengar itu kata Kris, kamu memang harus banyak bergaul dan belajar dengan Kris.”


Yas, gue dapatin hati tante Selfi. Aiden lo nggak akan mungkin bisa mendekati Kyra, batinya

__ADS_1


Kira mendengus kesal, mamanya sudah terhasut sama Kris padahal belum mengenal Aiden dan juga yang lain.


__ADS_2