Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Salah Orang II


__ADS_3

"Nangis kan lo sekarang bisanya, makanya jangan sok-soan. Cantik juga enggak belagu minta ampun!" bentaknya.


"Sayang, kamu apa-apaan sih. Mbak maaf ya." Cewek itu meminta maaf.


"Ngapain kamu minta maaf dia yang salah." Cowok itu menarik ceweknya meninggalkan Gita.


Gilang dari dalam melihat kekacauan langsung berlari keluar.


"Ada apa ini?" Gilang heran melihat meja Gita berantakan. "Kamu kenapa basah kuyup begini?"


"Sayang.." Gita menangis dalam pelukan Gilang.


"Kamu kenapa menangis?"


"Dia menampar aku dan juga menyiram aku pakai jus jeruk." Kata Gita sembari menunjuk cowok yang baru saja keluar dari restauran.


Gilang melepaskan pelukan Gita, dia berjalan cepat untuk mengejar cowok yang berani menampar istrinya.


Gilang menarik baju cowok itu sampai berhadapan dengannya, setelah itu dia melayangkan pukulan ke wajahnya, dan menendang perutnya hingga dia terkapar jatuh ke lantai.


"Siapa lo? Kenapa lo tiba-tiba menghajar gue." ujarnya sambil mengaduh. Tendangan Gilang sangat kuat, membuat cowok itu tak mampu berdiri.


"Bangun!" bentak Gilang.


"Lo sebenarnya ada masalah apa sama gue? Gue tidak kenal lo." ujarnya sembari berusaha bangun di bantu ceweknya.


"Kata siapa kita tidak ada urusan, lo berani menyentuh istri gue brati lo berurusan sama gue." Kata Gilang sambil melayangkan pukulannya ke wajah.


"Ampun.. Berikanlah maaf pacar saya." cewek itu meminta maaf.


"Cepat minta maaf sama istri gue, atau lo mau masuk penjara?" Gilang menyeret orang itu masuk kembali.


"Buruan minta maaf!" teriak Gilang.


Gita kaget, baru kali ini melihat Gilang benar-benar marah sama orang. Gilang yang jarang menggunakan otot kini dia terlihat membabi buta.


"Sorry." katanya.


"Yang benar!" Gilang menendang kaki orang itu sampai bersujud di depan Gita.


"Ma-aaf, gue nggak akan mengulanginya lagi." katanya sambil menunduk. Tak berani lagi menyangkal atau menggangu lagi.


"Kamu yakin masih mau menjalin hubungan sama orang macam dia. Hati-hati dia bisa main tangan kapan saja. Buruan pergi dari sini, sebelum kesabaran gue habis!"


"Kita putus, jangan pernah cari aku lagi. Dasar malu-maluin." Cewek itu pergi.


"Sayang... Tunggu.. Maafkan aku.."


"Kamu nggak apa-apa?" Gilang mengecek wajah Gita.Gita menggeleng kepala dan kembali menangis.


"Ada yang sakit? Katakan yang sakit mana atau kita ke dokter?" Gilang panik.


"Nggak ada, tapi makanan aku." Gita menunjuk meja makan yang berantakan.


"Kamu tuh ya, masih bisa mikirin makan." Gilang gemes, dia udah khawatir justru dia mikirin makananya.

__ADS_1


"Ya kan sayang, masih banyak mana mahal pula."


"Pak Gilang, ada apa kok Gita kotor begitu?" Lila bingung.


"Lila, kamu urus sisanya ya. Nanti kamu langsung ke kantor saja. Kamu bisa minta di jemput orang kantor atau naik taksi."


"Baik Pak."


...----------------...


Gilang membawa Gita memcari baju dan bebersih sekalian. Dia bau amis dan juga sudah tidak berbentuk.


"Maaf." kata Gita. Dia merasa bersalah karena mengacau meeting Gilang.


"Kamu minta maaf kenapa?" tanya Gilang yang fokus di jalan.


"Karena Gita udah mengacau meeting Kak Gilang hari ini. Harusnya Kak Gilang masih disana membahas kerjaan. Gimana kalau nanti kerjaanya jadi berantakan." ujar Gita.


"Tidak ada yang mengacau, lagian ada Lila yang bisa menghendel sisannya." kata Gilang.


"Harusnya aku nggak ikut. Bikin sial aja." gumamnya pelan.


Gilang menghentikan mobilnya mendadak membuat Gita kaget sampai mengangkat kepalanya.


"Ada apa Kak?"


"Lihat sini?"


"Em.."


"Ingat ya kamu jangan pernah bilang kalau kamu bawa sial. Kamu itu hokinya aku, keberuntungan yang luar biasa."


"Lo..lo..kok menangis lagi sih." Gilang bingung.


"Habisnya kamu bikin aku terharu sih."


"Hah.. Kamu tuh ya selalu saja buat aku jantungan. Kamu kenapa tadi kok tidak melawan malah menangis?" tanya Gilang sambil kembali mengemudi mobilnya.


"Em..benar juga ya kenapa aku tadi malah menangis. Harusnya kan ya itu aku plintir tangannya, aku tendang sampai jauh." Katanya dengan sedikit menyesal karena tidak melakukan perlawanan justru menangis.


"Besok-besok kamu tidak boleh pergi sendirian, kalau tidak ada teman ajak Beni biar dia yang jagain kamu." perintah Gilang.


"Iya sayang. Sekarang kita mau kemana?"


"Ke kantor."


"Tapi ini udah mau jam makan siang, kamu nggak mau aku temani makan siang?" tanya Gita.


"Kamu mau temani aku, atau aku temani kamu makan?" Pertanyaan Gita di balik sama Gilang.


"He-he.. Ya kan namanya ibu menyusui pastikan butuh tenaga extra karena yang makan dua orang." Kilahnya.


"Ok..ok deh. Kita cari ganti baju dulu baru makan.


...----------------...

__ADS_1


Selesai makan Gilang dan Gita langsung ke kantor. Dan Gita langsung pergi ke ruangannya.


"Selamat siang teman-teman." sapa Gita.


"Selamat siang, jawab serentak."


"Mau apa lagi ini bocah, mau bawa semua orang keluar dari sini." omel Mas Win. Karena Gita mengajak Fara dan Vian pergi Mas Win dan Nino mendapat tambah kerjaan.


"Hehe.. Nggak Mas, sensi banget sama gue."


"Lo mau ngapain Git kesini?" tanya Fara.


"Gue bawa kabar gembira buat kalian."


"Yakin nggak nih?" tanya Nino.


"Yakin dong, gue bakalan masuk kerja lagi mulai besok pagi." Kata Gita dengan wajah sumringah.


"Yuhuuy... Akhirnya lo kembali kerja lagi." Fara bersorak senang.


"Wah.. Bencana di mulai nih." Win menghela napas panjang. Bakalan jadi semakin heboh kantornya dengan ditambahnya manusia konyol satu lagi.


"Bakalan sering senam jantung nih gue." tambah Win lagi.


"Sabar Mas, kayaknya lo bakalan sering-sering naik darah." Nino menambah daftar hal yang akan sering dirasa Win.


"Kayaknya Mas Win sama Mas Nino nggak suka nih Gita balik lagi kesini?" Gita mendekati Win.


"Bukan nggak suka, hanya siap-siap aja selalu di bikin jantungan sama lo." Kata Win.


"Gita udah berubah loh mas." kata Gita.


"Nggak percaya gue." jawab Nino.


"Sebagai bukti nih, gue bawain makan siang buat kalian." Gita mengambil beberapa box nasi untuk teman-temannya.


"Uhuuy.. Makan gratis nih." Kata Nino.


"Mbak Ina kemana Mas?" tanya Gita.


"Lagi ketemu klien."


"Ooh..."


Gita menarik kursi dan duduk dinsampung Fara yang masih sibuk.


"Lo nggak makan?"


"Bentar, kurang dikit ini." Kata Fara.


"Anita belum datang juga ya?" Gita celingukan mencari keberadaan Anita.


"Udah, lagi buat kopi di pentri." Sahut Vian.


"Em..." Gita menghidupkan komputer miliknya yang sudah berbulan-bulan tidak dia buka.

__ADS_1


"Tujuan lo kesini sebenarnya ngapain sih Git?"


"Nggak ada tujuan, cuma ikut Kak Gilang saja. Tadi habis ikut ketemu klien." Gita membuka game, dia berencana menghabiskan waktu main game di komputernya.


__ADS_2