Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Dinner


__ADS_3

Anita berpangku tangan, sesekali dia menoleh ke arah Vian. Sepertinya ada yang aneh hari ini. Kenapa dia terus mengatakan kalau dirinya calon istrinya.


“Kenapa?” tanya Gita sambil ikut melihat ke arah Vian.


“Kayaknya ada yang aneh deh sama Vian.” ucapnya lirih.


“Aneh bagaimana?” Gita masih nggak ngerti.


“Tadikan gue ketemu itu sama Kak Bayu, tiba-tiba Vian datang.”


“Oiya, terus. Far..Far..” Gita memanggil Fara agar mendekat dan mendengarkan cerita dari Anita.


“Ada apa?” Fara beranjak dari kursinya untuk menimbrung.


“Tadi Kak Bayu memaksa gue agar menerimanya lagi, dia bilang mau menceraikan istrinya yang sekarang.”


“Terus lo mau?” Fara langsung ngegas, dia akan sangat marah kalau Anita mau balikan sama Bayu.


“Nggak lah. Gue sudah mau hidup tanpa bayang-bayang dia. Lagian ini ya kalau aku balik sama dia, belum tentu bahagia seperti yang gue harapkan.”Anita sudah mulai membuka matanya lebar-lebar, ia tidak mau di butakan dengan cinta.


“Bagus, ini baru sahabat gue.” Fara lega nggak harus marahan lagi dengan Anita.


“Terus tadi Vian datang bantuin gue, dia bilang kalau gue calon istrinya.” Anita melihat ke arah Fara dan Gita. Mereka berdua pun langsung melongo mendengar cerita Anita.


“Lo ngggak salah dengar kan?” tanya Fara.


“Kayaknya sih nggak, orang gue dengar dengan jelas. Malah ini ya tadi ngomong lagi di depan kantor.’


“Lo nggak lagi halu kan?” Gita memastikan, takutnya Anita terobsesi sama Vian jadi sampai halu.


“Nggak, orang dia nanti malam minta traktiran gue.”


“Wah.. Jangan-jangan dia mau tembak lo.” tebak Gita.


“Masa sih, dia kan lagi balikan sama Bella.” Anita tidak yakin kalau Vian bakalan menyatakan cinta sama dia.


“Iya juga sih, kita juga tahu kemarin mereka berpelukan di tempat umum.” Fara membenarkan pikiran Anita.


“Tapi kenapa firasat gue mengatakan lain ya?” Gita menggaruk-garuk kepalanya.


Gita menatap Vian, ia melihat dengan detail wajah Vian. Wajahnya terlihat sangat bahagia dari biasanya.


“Jadi dia bahagia karena balikan sama Bella atau mau menyatakan cintanya sama Anita ya?” batin Gita.


“Ngapai lo ngelihati geu sampai segitunya?” Vian curiga dengan tatapan Gita.

__ADS_1


“Lo kayaknya happy banget?” Gita kepo.


“Gue juga biasanya bahagia, lo saja yang nggak lihat gue. Negatif terus kalau sama gue.” katanya santai.


“Lo balikan sama Bella?”


“Kepo banget sih lo.” Vian tidak mau menceritakan sama Gita.


“Dih, pelit banget sih lo. Awas ya lo kalau sampai sakit hati lagi.” ancam Gita yang tidak mau menghibur saat dia terpuruk.


“Nggak akan, weekk.” Vian menjulurkan lidahnya.


Gita kesel karena Vian tidak mau memberitahunya, malah mengejekknya.


“Ih..ngeselin banget sih Vian.”


“Udah deh, nggak usah di urusin lagi. Oiya gue datang ketemu Vian gini saja apa bagaimana?”


“Em, bagaimana kalau lo ganti baju pakai gaun yang cantik. Buat Vian menyesal karena sudah memilih Bella bukan lo.” Ide Gita.


“Benar itu, gue setuju banget. Lo harus dandan cantik banget malam ini.” Fara setuju.


“Tapi kan nggak ada waktu gue harus kesalon dan membeli gaunnya.” Anita juga mau terlihat cantik, tapi dia juga bingung soalnya Vian mengajak perginya selepas pulang kerja.


“Tenang saja, yuk ikut gue.” Gita menarik tangan Anita. Membawa pergi ke ruangan Gilang.


“Ada apa sayang?”


“Em, ini kan belum pulang kerja. Bisa nggak kita ijin sebentar?” tanya Gita.


“Mau kemana?”


“Ke salon.”


“Ngapain ke salon, kamu mau pergi kemana?” Gilang curiga kalau Gita akan aneh-aneh.


“Yang mau ke salon itu Anita, dia mau dinner sama Vian. Jadi aku mau buat dia jadi sangat cantik.”


“Beneran?”


“Bener Lang, tanya saja sama Vian.” Fara membantu Gita ngomong.


“Nggak usah ke salon, tukang salonnya saja panggil kesini.” Kata Gilang.


“Beneran boleh?”

__ADS_1


“Iya boleh.”


“Ok, makasih sayangku.” Gita mendekati Gilang lalu memeluknya.


***


Saat Anita sedang di dandanin, Gita dan Fara sibuk memilihkan baju untuk Anita. Tadi sebelum salon datang, Fara menyuruh Anita agar orang rumahnya mengirimkan beberapa baju untuk di pakai Anita.


Gita dan Fara memilihkan dress hitam di atas lutut dengan tanpa lengan, mereka berdua pikir Anita pasti akan terlihat sangat anggun. Dan lebih sedikit sexy daripada biasanya.


“ Ini apa nggak terlalu berlebihan, gue kayak mau ke pesta.” Anita ragu memakai gaun itu.


“Lihat deh, ini itu cocok banget sama lo. Lo terlihat sangat cantik banget, Vian pasti tergoda apa lagi kalau bibir lo itu merah merona pasti nggak akan bisa menahanya.” Kata Fara.


“Heh.. Jangan kebablasan begitu, mereka belum nikah.” Kata Gita takut Vian khilaf.


“Mbak, liptiknya jangan yang menggoda ya.” kata Gita.


“Ih.. Biarin saja.”


“Nggak mau ah Far, lo mah sesat.” ujar Anita.


“Iya, jangan samakan kalau lo lagi merayu Raka kali.” kata Gita.


Anita berdiri di depan cermin, dia memang terlihat sangat anggun menggunakan baju pilihan dari Gita dan Anita.


“Beneran ini gue nggak apa-apa pakai gaun ini?” Anita masih saja ragu menggunakannya.


“Iya nggak apa-apa. Buruan deh sana.” Gita menyuruh Anita buruan nyamperin Vian.


Dengan malu-malu dia berjalan ke luar kantor, jantungnya berdetak luar biasa. Sebenarnya dia takut kalau di cap aneh sama Vian. Orang cuma makan biasa dia menggunakan dress seperti mau kencan. Mana dia sengaja mengundang tukang rias lagi. Kalau sampai Vian tahu pasti dia akan sangat malu.


“Vian.” panggil Anita pelan.


Vian menoleh, mulunya langsung melongo melihat Anita malam ini yang sangat cantik. Dia benar-benar terhipnotis dengan dandanan Anita.


"Ya Tuhan, ini benar Anita kenapa semakin cantik. Jantung gue kenapa jedak jeduk begini." ujarnya dalam hati.


"Vian.." panggil Anita lagi.


"Ah.. Iya.." jawabnya gugup.


"Jadi makan nggak? Kalau nggak gue mau pulang." kata Anita dia berperan seperti biasa agar tidak terlalu mencolok kalau dia mempersiapkan diri malam ini.


"Iya jadi, ayo.." Vian mengajak ke mobilnya. Vian pun membukakan pintu untuk Anita.

__ADS_1


"Makasih." kata Anita sambil masuk.


"Sama-sama." Ujar Vian, ia menutup pintu pelan.


__ADS_2