
Kris memarik tangan Kyra sampai ke parkiran.
"Kak, lepasin Kyra!" Kyra berontak dan akhirnya terlepas.
"Lo dengerin nggak sik kata nyokap lo. Jauh-jauh dari Aiden, dia hanya membawa pengaruh buruk bagi lo," ketus Kris.
"Kak, bisa nggak lo berhenti ngurusin gue. Kita itu cuma sebatas senior dan junior kenapa kakak terlalu sibuk sama hidup Kyra. Bisa nggak berhenti, atau Kyra bakalan jauhin kakak!" tegas Kyra. Dia sudah capek di perlakukan seenaknya sama orang.
"Ky, tega ya lo ngomong seperti ini sama gue. Gue itu suka sama lo." Kris sendak memegang tangannya namun ditepis.
"Kak, sudah berapa kali Kyra bilang kan. Kita berteman saja, Kyra nggak suka sama kakak.”
“Tapi gue sama lo Ky, bahkan nyokap lo saja merestui kalau kita ini jadian. Kenapa lo nggak bisa melihat cinta gue, gue itu suka sama lo sejak lo datang ke sekolah ini,” Kris mencoba membuka pikiran Kyra supaya mau menerimanya.
“Kak, perasaan ini nggak bisa dipaksakan. Kenapa nggak ngerti-ngerti sih.”
“Kyra, apa sih yang lo banggakan dari seorang Aiden? Miskin kayak begitu tidak akan bisa memberikan lo kebahagiaan dan bahagia yang mapan.” ejek Kris.
“Ini bukan tentang Ai, tapi sejak dulu gue nggak suka sama lo Kak.”
“Kalau nggak suka jangan dipaksa-paksa, nanti lo jadi terobsesi. Gila lagi, kan nggak lucu lo masuk di koran di halaman depan. Seorang anak muda stres gara-gara di tolak cinta,” ujar Aiden dengan berjalan santai mendekati Kyra dan Kris.
“Diam lo! Pergi sana jangan ganggu kami,” kata Kris.
“Lo kali yang mengganggu bukan gue,” Aiden mearik Kyra hingga berada disampingnya.
“Kyra, mending lo jauh-jauh dari dia atau lo akan kena marah mama lo.”
“Kak, Kyra sudah bilang kan jangan mengurusi hidup gue. Di marahin nyokap gue atau tidak itu bukan urusan lo.”
Emosi Kyra meluap-luap, Kris bebal sekali meskipun sudah di katakan kalau dia itu tidak suka.
“Ada apa ini ribut-ribut?” kata Selfi yang baru datang menjemput Kyra.
“Ini tante, Kyra ngeyel saya kasih tahu. Kyra masih saja dekat-dekat dengan dia. Cowok miskin nggak ada masa depannya,” Adu Kris kepada mamanya Kyra.
__ADS_1
Selfi langsung menarik kasar Kyra sampai dia berpindah tempat. “Mama sudah bilang jauhi dia. Kamu itu ngeyel, bikin mama kesal saja.”
“Memangnya kenapa Kyra harus jauhin Ai, dia orang baik,” Kyra membantah ucapan mamanya. Dia tidak mau mamanya terus menyakiti Aiden.
“Lihatkan tante, sekarang Kyra jadi pandai membantah.” Kris terus mengompori Sefi.
“Kamu benar-benar nggah tahu diri, punya telinga atu tidak!” bentak Selfi.
“Jauhi anak Kyra, saya ngomong yang terakhir kalinya atau kamu bakalan menyesal.”
Kris tersenyum penuh kemenangan, dia menang banyak dari Aiden. Kunci utamanya dia telah memegang erat, yaitu Selfi. Dia yang akan membuat dirinya jadian sama Kyra, dan dia tidak akan bisa menolaknya.
“Sabar tante, saya ke sini juga nggak mau mendekati anak tante. Saya cuma kasihan tadi melihat anak tante diseret-seret kasar sama dia.” ujar Aiden yang membuat Selfi langsung menatap Kris dengan tajam.
“Bohong tante, dia hanya ingin menjatuhkan saya di depan tante,” Kris gelagapan mendapat serangan balik dari Aiden.
“Ai nggak bohong ma, Kak Kris menyeret Kyra dari kelas sampai sini,” Kyra membantu Aiden ngomong.
“Itu karena lo ngeyel masih saja dekat-dekat sama dia,” akhirnya Kris mengaku karena sudah tersudut.
“Anak kecil sok kasih tahu orang tua, tante ingatkan sekali lagi jangan dekat-dekat sama Kyra. Atau kamu akan tahu akibatnya,” ancam Selfi.
Aiden menghentikan langkahnya, dia membalikan badanya.
“Baik tante, Ai akan menjauhi Kyra seperti yang tante mau. Kita juga tidak akan saling mengenal. Tapi saya memiliki syarat,” kata Aiden.
“Ai,” tubuh Kyra bergetar, matanya berkaca-kaca mendengar persetujuan Aiden.
“Apa?”
“Jangan terlalu menekan Kyra, dia bisa stres kalau terus-terusan di jadikan seperti boneka Anda.” Aiden meninggalkan meraka.
Kyra metitihkan Air mata, baru saja dia mersakan kenyamanan yang di berikan Aiden. Kini harus kehilangannya orang bisa membuatnya tersenyum lagi setelah terpuruk karena diputus Rendi. Dan juga mampu menjalani tekanan demi tekanan dari mamanya dengan semangat-semangat yang dia berikan.
“Dasar sok tahu, bagaimana bisa mengatur orang tua,” ujar Kris mencari simpati Selfi.
__ADS_1
“Mama memang orang tua terbaik, dalam menghancurkan kesenangan, mimpi dan masa depan anaknya sendiri demi obsesi mama.” Kyra menghapus air matanya.
“Kalau boleh meminta sama Tuhan, lebih baik ambil saja nyawa Kyra saat ini juga,” tambahnya sembari berlari meninggalkan Kris dan mamanya.
“Kyra! Kamu mau ke mana!” teriak mamanya namun tidak digubris sama sekali.
Kyra terus berlali keluar sekolahan, dia mencari taksi untuk pulang lebih dulu. Keputusan Aiden menjauhinya menjadikan dia patah hati yang luar biasa. Kyra menangis sesenggukan di dalam taksi. Ingin sekali dia mengakhiri hidupnya saat ini juga. Hidupnya seakan sudah tidak berarti lagi.
Kyra pergi menenangkan diri di kolam renang tempatnya les dulu. Dia mengganti semua bajunya lalu terjun ke dalam air. Dia ingin mendinginkan kepalanya yang panas.
Kyra melakukan beberapa kali putaran untuk melampiaskan emaosinya, setelah sedikit tenang dia duduk di tepi kolam. Tatapannya lurus dan kosong, namun isi kepalanya berisik. Semua ucapan mamanya mengiang-ngiyang di kepalanya.
Matanya beralih ke air yang biru dan melimpah, seakan ketenangan ada di dalam sana. Kyra melihat sekeliling, dia ingin menenggelamkan dirinya.
*****
Hari mulai menjelang malam, Kyra belum sampai rumah. Mamanya menelepon Kyra berkali-kali namun tidak ada jawaban.
“Kyra!” panggil mamanya saat terdengar pintu utama terbuka.
“Ada apa Ma?” tanya suaminya yang baru saja pulang dari kantor.
“Pa, Kyra belum pulang. Mama nggak tahu dia pergi ke mana ini sudah menjelang malam,” ujar Selfi cemas.
“Coba telepon Dinda, siapa tahu dia sedang bersamanya.”
Sedang dalam kebingungan Kyra tiba-tiba muncul dari balik pintu. Rambutnya masih basah, kakinya sudah memakai sendal.
“Kyra kamu dari mana saja, mama cemas mikirin kamu tahu,” kata mamanya. Dia mengurungkan menelepon Dinda.
“Kyra, kenapa kamu diam saja. Terus kenapa dengan kamu bisa basah seperti itu rambutnya?”
Kyra tidak menjawab, dia nyelonong masuk saja. Hatinya masih dongkol mengingat kejadian di sekolah tadi.
Kyra menutup pintu kamar dan menguncinya agar tidak ada orang yang masuk dan banyak bicara kepadanya. Kyra duduk di kursi, memandang coklat pemberian Aiden. Dia megambil satu lalu memakannya, agar hatinya menjadi tenang.
__ADS_1