
Gita memeluk Anita yang menangis sesenggukan,
dia tidak menyangka kalau suaminya ternyata selama ini sangat membenci dirinya.
“Anita lo yang sabar
ya.” Gita mengusap punggung Anita.
“Iya Nit, lagian cowok
modelan Kak Bayu itu tidak perlu lo tangisi. Lelaki brengsek macam dia itu
harusnya di hajar.” Fara kesal. Dia ingin sekali menghajar Bayu yang membuatnya
emosi.
“Gue tidak menyangka kalau
ibu mertua gue lah yang merencanakan semua ini agar Kak Bayu mau menikah lagi
sama orang pilihannya. Selama ini gue kurang apa ya?” Katanya terbata-bata.
“Lo nggak kurang
apa-apa Anita, dia aja yang tidak bisa bersyukur mempunyai menantu seperti lo.”
Gita mengusap rambut Anita.
Gita dan Fara ikut
merasakan hancur seperti Anita, sahabat yang sudah lama pisah karena mengikuti
suaminya ternyata menderita. Mereka selalu berpikir kalau kehidupan Arumi
sangat bahagia di lihat dari kepandaian Anita dalam segala hal, memasak,
membersihkan rumah dan juga pekerjaan. Otaknya lumayan encer dibandingkan Gita
dan Fara yang kurang dari rata-rata.
“Selama ini gue sangat
nurut, gue selalu menyiapkan makana sebelum mereka bangun, pulang kerja tepat
waktu. Kenapa hanya karena gue sakit mereka mencampakan begitu saja. Kenapa mereka
menerima kalau saja tidak menyukai gue.”
“Sudah Anita, lo jangan
ingat hal-hal itu lagi. sekarang lo tenang dan pikirkan saja cara untuk
membalas dendam kepada mereka.” Kata Fara dengan wajah serius.
“Heh.. kok balas dendam
sih?” Gita bingung.
“Terus harus apa? Terima
saja perlakuan mereka. Nggak bisa harus balas dendam, kalau perlu nih lo
cepat-cepat menikah lagi.” Fara geram.
Anita duduk tegak, dia
mengusap air matanya yang terus saja mengalir.
“Nggak semudah itu
Fara, gue sayang sama Kak Bayu. Lo tahukan perjuangan gue seperti apa. Gue
relain pisah kampus sama kalian demi bisa sama dia. Masa gue harus melepaskan
__ADS_1
begitu saja.” Anita tidak mampu jika
melakukan yang dikatakn oleh Fara.
“Terus lo mau apa,
bertahan? Lo tahu nggak artinya bertahan disini itu apa?” tanya Fara. Anita
menggelengkan kepalanya.
“Berati lo mau terus
disakiti sama Kak Bayu dan keluarganya. Dia akan menikah Anita. Lo nggak paham
atau lo terlalu bodoh dengan atas naman cinta.” Emosi Fara menggebu-gebu.
“Far cukup, jangan
pojokan Anita seperti. Biarkan Anita tenang dulu baru kita bahas lagi masalah
ini.” Gita meminta Fara berhenti mengatakan kata-kata yang mendesak Anita yang
hanya akan menyakitinya. Meskipun Gita sangat setuju dengan ucapan Fara.
“Lo mau kemar dulu biar
gue temani?” tanya Gita.
“Atau lo mau makan apa
gitu biar gue beliin.” Kata Fara.
“Iya, lo lampiasin saja
sama makanan yang banyak dan bergizi biar lo lebih tenang.”
“Apa saja deh, makasih
ya kalian selalu ada di saat gue susah.” Anita memeluk Gita dan Fara bersamaan.
sih. Kita itu sahabat yang akan ada sampai kapan pun. Jangan pernah sungkan
cerita sama kita.”
“Anita.” Panggil Bayu.
“Ngapain Kak Bayu
disini?” tanya Gita.
“Gita, gue mau ngomong
sama Anita.”
“Ngomong saja, nggak
usah pakai dekat-dekat.” Gita memasang badan untuk Anita.
“Sayang, kita pulang
yuk. Kita bicarakan baik-baik masalah kita ini.” Bayu membujuk Anita.
“Nggak mau.”
“Sayang jangan begini,
kita harus membicarakan semua ini.”
“Nggak perlu, tidak ada
yang perlu di bicarakan lagi diantara kita. Pergi saja sama wanita itu yang
bisa memberikan kamu keturunan. Jangan hiraukan aku.” Kata Anita dengan
__ADS_1
menyembunyikan tubuhnya di belakang Gita dan Fara.
“Lo nggak dengar kata
Anita, dia tidak mau pulang sama lo.” Kata Fara.
“Please, kalian jangan
ikut campur urusan keluarga gue. Yang ada masalah semakin keruh kalau kalian
ikut campur.” Bayu memohon kepada Gita
dan juga Fara.
“Kami tidak ikut
campur, Anita sendiri kan yang mengatakan kalau dia tidak mau sama kamu.”
“Ada apa ini?” tanya
Gilang.
“Gilang, tolong katakan
sama istri lo ini agar tidak ikut campur urusan rumah tangga gue.” Bayu memohon
sama Gilang.
“Sayang..”
“Kak, tapi dia sudah
menyakiti Anita. Aku sama Fara hanya menjaganya saja bukan ikut campur.”
“Benar, kita hanya
melindungi Anita darikeluarga toxic dan orang yang tidak menghargainya.” Sahut
Fara.
“Melindungi kata
kalian, justru karena kalian semuanya menjadi runyam. Kalau saja kalian tidak
datang ke rumah dan menghancurkan semuanya pasti tidak akan seperti ini, semua
akan baik-baik saja.” Bayu benar-benar kesal.
“Baik-baik saja
bagaimana, kalau saja kami tidak datang lo pasti akan diam-diam menikahi cewek
itu kan. Apa itu di bilang baik, kalau lo emang sudah tidak cinta lagi lebih
baik ceraikan saja Anita.” Emosi Gita sudahsampai puncak.
“Gita cukup!” bentak
Gilang. Gita kaget, baru kali ini dia di bentak sama Gilang. Tubuhnya tiba-tiba
gemetar. Kedua mata Gita berkaca-kaca, dia pergi meninggalkan mereka semua.
“Fara lo juga cukup,
kembali ke kamar lo. Anak lo sejak tadi rewel kenpa malah disini.” Raka menarik
Fara untuk kembali ke kamarnya.
“Anita, lo harus bicara
sama Bayu.”
“Nggak akan, aku tidak
__ADS_1
mau bertemu lagi dengan dia.” Anita berlari pergi ke kamarnya.