Cewek Gendutku 2

Cewek Gendutku 2
Sibuk mencari kado


__ADS_3

Gita masih sibuk brosing tentang kado-kado aneh di google. Dia niat sekali memberikan hadiah yang tidak bisa di lupakan oleh Bayu dan Vivi.


"Git, sejak tadi lo sibuk banget pentengin hp mulu. ada apa?" Fara menggeser kursinya sehingga mengarah ke tempat Gita.


"Palingan juga nonton drakor." Sahut Vian tanpa melihat ke arah mereka berdua.


"Ini gue lagi cari kado unik buat Kak Bayu sama si Vivi. Jadi nanti kado gue pasti akan diingat sampai kapan pun.


"Wah, ide bagus tuh. Gue lihat Git, sudah dari kemarin cari nggak ada yang bagus." ujar Fara sambil mendekat ke kursi Gita.


"Kasih aja kecoa setruk pasti hebohnya sampai dunia." Ujar Vian.


"Ide yang sangat bagus, tapi tidak bisa di jalankan." Kata Gita masih saja menscrol layar ponselnya.


"Sayang ya.. Padahal gue mau bangun tempat pemeliharaan hewan disana sebenarnya. Gue kasih kecoa, tikus, katak, ular."


"Yang ada lo itu sebenarnya ternak ular." Sahut Gita.


"Kok bisa?"


"Itukan semua yang di lepas makanan ular semua."


"Benar juga."


"Nggak apa-apa, nanti kan jadi gede ularnya terus makan mereka. Bukan kah sangat indah." Jawab Vian.


"Kalian pada ngomongin apaan sih seru banget." Anita yang baru saja selesai ketemu klien langsung gabung sama mereka.


"Anita, lo sudah siapain kejutan apa untuk pelakor?" tanya Fara.


Anita terbelalak, ternyata temannya fokus di kantor bukan bekerja melainkan membuat kejutan untuk Vivi.


"Nggak ada." Jawabnya sambil duduk di kursinya.


"Loh, kan harusnya lo siapin apa kek bom atau apa gitu." Kata Gita.


"Tenang saja, kejutan yang gue siapkan lebih dari bom. Jadi kalian nggak usah repot-repot buat kejutan lagi untuk mereka." Kata Vian sambil memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan cewek-cewek.


"Yakin lo bakalan spektakuler, nanti kita-kita tidak siapin biasa saja nggak ada gregertnya." Gita menaruh ponselnya.


"Tenang aja, lo harus percaya sama gue kali ini." Vian meyakinkan sahabatnya. "Kalau rencana gue gagal tinggal tarik aja taplak meja, biar jatuh semua makanannya.


"Kalian kenapa sampai segitunya, kalian datang saja sudah jadi kejutan kan buat dia." Kata Anita antara terharu sama bingung.


"Ya gimana, salah dia sendiri kenapa jahatin sahabat kita. Mana kejam lagi, kalau gue yang di gituin sejak awal sudah gue acak-acak itu semua orang." Ujar Gita kembali tersulut emosi.


"Nggak hanya itu, gue mutilasi itu si Bayu."


"Uuhh... Sadis." Kata Gita, Vian, dan Anita bersamaan.


"Biarin saja, sakit hati kan bisa membuat orang jadi psikopat." Fara masih saja mengebu-gebu buat merusak pernikahan Bayu dan Vivi.


"Emang nggak takut masuk penjara?" tanya Gita.


"Ya takut, tapi kan gue nggak salah." Kilah Fara.


"Nggak salah gimana, orang lo yang mutilasi dia."


"Ya tapikan dia dulu yang mulai, dia sakitin gue. Gue sakitin balik." Fara kekeh dengan argumennya.


"Tapi konsepnya nggak begitu juga Fara pe'a." Gereget Vian.


"Ya tapi kan Vian, harusnya kan dicari masalah dari awal."


"Ya..ya...ya... Wanita memang selalu benar kan. Ok gue diam saja." Vian tutup mulut rapat. Debat sama Fara bisa darah tingi Vian.

__ADS_1


"Sudah, jangan di terusin, tidak ada gunanya membahas dia lagi. Terlalu senang nanti namanya di debut-sebut mulu."


"Kenapa nih dempet-dempetan, gibah lagi?" Tegur Win yang baru saja masuk.


"Nggak mas, kita tuh lagi diskusi tentang perilaku manusia si sekitaran." Jawab Gitan


"Ngeles aja, memang kerjaan sudah kelar?" Tanya Win lagi.


"Tentu saja belum." Jawab Fara sambil kembali ke kursinya lagi.


"Kebiasaan ya kalian, number one gibah kerjaan number sekian."


"Mas Win jangan ngomel-ngomel saja, nanti cepat tua." Kata Gita.


"Kamu lagi, jangan mentang-mentang dapat hak istimewa jangan ngelunjak." Win menatap Gita.


"Gue aduin loh mas, berani sama ibu negara." Ancam Fara.


"Aduin aja sana, memangnya gue takut."


Tuk...tuk...


Gilang datang mengetuk pintu.


"Nah.. Lo.. Datang orangnya." Kata Vian.


"Ada apa?" tanya Gilang.


"Itu Mas Win.."


"Em.." Win ketakutan dia aslinya bercanda saja namun Gilang tiba-tiba datang membuatnya dia panik Gita dan yang lain ngadu.


"Ada apa Win?"


"Nggak apa-apa Bos, cuma bercanda saja." Gita tidak tega melihat wajah Win yang pucat.


"Ini kan sudah jam pulang, kalian tidak mau pulang?" tanya Gilang.


"Eh.. Udah jam pulang ternyata." Vian menengok jam di tangannya.


"Udah buruan beberes, nggak usah ada yang lembur hari ini." Kata Gilang.


"Siap Bos." jawab serentak.


Semua langsung bergegas bebenah untuk siap pulang.


"Vian, jangan lupa anterin Anita ya. Awas kalau lo nggak nganterin dia. Gue coret lo dari Kartu pertemanan." bisik Gita yang di bubuhi ancam.


"Hhm.." jawab Vian.


"Gue duluan ya semua." Gita melambaikan tangan.


...----------------...


Gilang menggandeng erat tangan Gita saat keluar Kantor. Seperti biasa, menjadi sorotan anak-anak kantor.


"Tumben kamu jemput aku, memangnya lagi nggak sibuk?" tanya Gita.


"Iya, lagi kosongin waktu saja. Kita berdua kan sudah lama tidak jalan-jalan jadi hari ini aku ajak kamu jalan-jalan." Kata Gilang sambil membukakan pintu mobil.


"Beneran?" tanya Gita dengan wajah sumringahnya.


"Iya."


"Harusnya sama baby Ai." Kata Gita tiba-tiba ingat Aiden. Sekarang setiap dia mau berpergian selalu ingat Aiden.

__ADS_1


"Besok lagi kita pergi bertiga, sore ini kita pacaran lagi saja." Gilang mengusap kepala Gita.


"Siap."


"Tadi ada apa dengan Win, kok pucat begitu mukanya?" tanya Gilang.


"Nggak kenapa-kenapa, cuman tadi itu isengin aku. Sama Vian mau diaduin katanya, dia bilang nggak takut eh.. Kamunya datang. Langsung deh pucet gitu wajahnya." Kata Gita sambil tertawa.


"Ada-ada saja." Gilang menggelengkan kepalanya.


Gilang memparkirkan mobilnya di restauran, dia membawa Gita makan ke restauran yang sangat bagus.


"Wah.. Ini keren banget tempatnya." Kata Gita.


"Tentu saja, untuk orang yang spesial dalam hidup aku." Gilang merangkul Gita.


"Sayang, kamu kenapa kok hari ini sepertinya berbeda." Gita sedikit aneh dengan Gilang yang menbawanya ke tempat yang sangat indah. Sudah lama sekali mereka tidak pergi berdua seperti ini.


"Kan aku sudah bilang, aku mau pacaran lahi sama kamu." Kata Gilang sambil menarik kursi untuk Gita. "Jangan mikir aneh-aneh." Gilang langsung mencegah Gita untuk berpikiran buruk saat diajak makan.


"Iya sayang."


"Mbak, bisa lihat menunya." Gilang mengangkat tangannya untuk memanggil waiters.


"Baik." Waiters memberikan buku menu.


"Sayang mau pesan apa?"


Gita melihat menu, dia memesan beberapa menu seperti cumi asam manis, cumi goreng, ice cream dan beberapa makanan lain.


"Boleh kan?" tanya Gita.


"Boleh, pesan semua yang kamu mau." Kata Gilang. "Oiya, nanti pesan juga buat Bik Siti sama yang lain soalnya aku udah bilang nggak usah masak." Tambah Gilang.


"Ok."


Gita menunggu makanan datang sambil mainan hp. Dia masih fokus mencari kado buat Vivi.


"Katanya tadi mau berduaan, giliran udah berduaan akunya di cuekin." Gilang mengambil ponsel Gita.


"He-he.. Maaf."


"Kamu masih cari beginian. Sayang, sudahlah jangan terlalu."


"Iya..iya... tadi masih penasaran saja." Gita meringis.


"Udah ya jangan bikin ulah, kita datang saja nggak usah bawa-bawa kado lagi." Pinta Gilang.


"Baiklah." Gita mengguk cepat, dia berhenti mencari kado karena Vian berkata sudah menyiapkan kejutan yang keren.


Gilang mengerutkan keningnya, tumben Gita nurut saja. Biasanya harus debat dulu dan belum tentu Gilang menang.


"Kenapa Kak Gilang memandangi Gita seperti itu?" Gita bingung melihat exspresi Gilang.


"Nggak apa-apa cuma aneh saja, biasanya kamu bakalan debat kok langsung setuju."


"Oh.. Itu karena Vian sudah menyiapkan yanh spektakuler katanya." jawab Gita sambil menarik es cream yang baru saja datang.


"Pantes." Gilang menyenderkan tubuhnya di kursi.


"He-he.. Kenapa memangnya kamu kok kayak nggak senang."


"Ya pantes aja adem ayem, orang udah ada yang bikin rencana. Mbak bisa minta tolong fotoin kita." Pinta Gilang.


"Baik Mas." Gilang memberikan ponselnya.

__ADS_1


Mereka berpose sangat manis, hari ini adalah hari yang aneh buat Gita. Namun sangat menyenangkan, Gilang memang tidak bisa di tebak kalau mau memberikan kejutan. Namun dia memang selalu manis jika bersama Gita.


__ADS_2