
Dokter Lily memandang Lizard yang sedang menjalani terapi untuk tangan kanannya. tangan itu dulu pernah cidera karena kecelakaan dan meninggalkan bekas rasa nyeri sampai sekarang.
Ditambah dada sebelah kanan Lizard terkena peluru dari senpi Nicolas itu memperburuk kondisi saraf tangan sebelah kanan Lizard.
Lily tidak bisa membayangkan rasa nyeri yang di tanggung Lizard saat ini. Tapi pria itu masih saja galak dan ketus ia tidak mau mengeluhkan rasa sakitnya karena gengsi. Lily hafal sekali sifat Lizard yang satu ini.
Senyum Lily musnah ketika Rachel datang menghampiri Lizard. Dengan sesuka hatinya perempuan itu mencium pipi Lizard.
Lily geram dan ingin sekali menampar wajah Rachel hasil permakan itu.
"Lily kau disini? Oh kau cemburu ya...?" sindir Eric yang entah sejak kapan ia berdiri di belakang Lily.
"Aku sedang tidak ingin bertengkar Eric" Lily berbalik dan berjalan pergi. Sementara Eric tersenyum licik melihat Lizard dan Rachel tampak mesra.
Wanita yang malang, habis manis sepah di buang! Aku tahu tabiat Lizard tidak akan berubah sejak dulu ia suka mempermainkan wanita.
Eric tersenyum sinis sambil berlalu menuju ruang kerjanya.
Siang itu Tim datang ke VC hospital untuk menemani Lizard terapi. tapi ia sedikit kesal melihat kebersamaan Lizard dan Rachel.
Lizard telah selesai menjalani terapi pertama nya. ia bergegas kembali ke kamar perawatannya.
Tim memanfaatkan momen itu untuk bicara dengan Rachel.
"Untuk apa kau melakukan semua ini?" tanya Tim geram ia menarik pergelangan tangan Rachel.
"Jangan kurang ajar padaku! jika Lizard tahu kau berani menyentuhku ia akan menendang mu jauh-jauh!"
"Benarkah? coba lakukan aku ingin melihatnya!" tantang Tim.
__ADS_1
"Apa mau mu Tim?! lepaskan tanganku!"
"Kenapa kau kembali dan mengacaukan semuanya?"
"Mengacaukan apa? Lily lah yang mengacaukan semua. dulu ia merebut Lizard dariku dan sekarang lihatlah Lizard kembali padaku dan meninggalkan dokter yang malang itu" Rachel tertawa dramatis.
"Tuan Lizard tidak meninggalkan istrinya ia hanya sedang lupa dengan ingatannya beberapa tahun ini"
"Oh ya? kalau begitu akan ku buat Lizard lupa selamanya pada Lily!"
Rachel mengibaskan tangannya yang di pegang erat oleh Tim.
"Oh ya Tim kenapa kau tidak mengurusi saja hidupmu sendiri daripada kau selalu ikut campur semua urusan Lizard. coba saja kau pacari Lily mungkin hidupmu akan berubah dan bahagia" Rachel tersenyum sinis sembari berlalu menuju kamar perawatan Lizard.
🌵🌵🌵
"Ketua ..." seorang anak buah Tim datang untuk memberikan informasi yang Tim minta.
"Gadis itu ada di tempat paman dan bibi nya di pesisir pulau A"
"Baiklah, oh ya aku akan pergi selama dua hari tolong jaga tuan Lizard dan dokter Lily"
"Baik ketua"
"Tempatkan beberapa pengawal di VC hospital. pastikan wanita bernama Rachel tidak datang mengganggu tuan Lizard"
"Tapi jika tuan Lizard bertanya kami harus jawab apa?"
"Katakan saja jika Rachel tidak datang berkunjung"
__ADS_1
"Baiklah ketua"
Tim mengemasi pakaiannya kedalam sebuah tas jinjing berukuran sedang. Ia berganti pakaian dengan stelan celana jeans dan kemeja berwarna biru. tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.
Tim tersenyum meraih sebuah gelas kecil yang sengaja di sembunyikan oleh Wuri di laci meja dapur.
Tim memasukan gelas itu ke dalam tasnya dan bersiap pergi menuju pesisir pulau yang cukup jauh dari kota.
Angin bertiup kencang saat Tim berdiri di pinggiran kapal. hari sudah gelap, turun dari bandara ia harus menyebrang kembali ke pulau kecil itu dengan kapal.
Hatinya tidak sabar ingin melihat Wuri, gadis yang beberapa hari ini membuatnya merasa bersalah dan tidak bisa tidur nyenyak.
Kapal tiba di pelabuhan kecil di pulau A. Tim melirik jam tangannya hampir tengah malam. tapi justru semakin malam di pulau itu semakin ramai nelayan datang membawa tangkapan ikan mereka. Wuri membantu paman dan bibinya berjualan ikan.
_______
Wuri terlihat tertawa lepas bersama seorang pria muda. mereka akrab dan sesekali saling melontarkan gurauan.
Sepertinya ada hubungan istimewa diantara keduanya.
"Hei sepertinya pria itu sejak tadi melihat kita" kata pria muda di samping Wuri.
Mata Wuri terbelalak melihat Tim berdiri di kejauhan memandangnya. jantungnya seakan mau lepas dari porosnya.
Wuri berjalan perlahan menghampiri Tim. ia hanya terdiam tidak berani menatap wajah Tim.
"Dia kekasih mu?" tanya Tim sembari melirik pria di ujung sana.
Wuri hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Tim barusan.
__ADS_1
"Aku kemari karena aku sudah menemukan gelas yang kau sembunyikan. ini aku kembalikan pada mu" Tim menyerahkan gelas itu pada Wuri dan berbalik berjalan pergi.
Wuri tertegun memandangi punggung Tim yang semakin menjauh. ia menggenggam gelas itu erat di tangannya.