Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 110


__ADS_3

Lizard sudah selesai mandi, ia mengenakan kemeja putihnya di padukan dengan dasi warna navy dengan motif bergaris plus tuksedo dan stelan jas yang juga berwarna navy.


Lily duduk di atas meja rias tepat di hadapan Lizard. ia merapikan dasi Lizard dengan santai sembari masih menggunakan kimono mandinya.


"Kau kaget? ini rutinitas ku setiap pagi, memasang dasi untuk mu dan merapikan penampilanmu" kata Lily yang melihat wajah Lizard terkejut.


Lizard diam dan memandangi Lily. ia tersenyum samar sembari meraih jam tangan di atas meja rias.


"Besok aku akan pulang ke rumah kita, aku harap kau ikut"


"Tapi Lizard aku.."


"Aku tidak menerima bantahan, jika kau memang istriku seharusnya kau ikut perkataan ku" Lizard berjalan keluar kamar dan pergi.


Lily menghela napas, ia sebenarnya masih trauma karena Lizard mengusirnya dan kedua anak mereka.


"Hai Lily kau sudah mau pergi?" Meri keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan Lily yang masih mengenakan Kimono.


"Oh belum Meri, aku akan berganti baju dulu"


"Boleh aku bermain sebentar dengan Zack dan Bella?"


"Tentu saja"


Meri bermain dengan si kembar sementara Lily merias wajahnya dan bergegas berganti baju.


Lily mengeluarkan koper besar dan merapikan barang-barangnya dan barang-barang si kembar kedalam koper.


"Lily kau mau kemana?" tanya Meri.


"Lizard mengajak kami pulang"


"Oh senangnya melihat kak Lizard sudah seperti dulu lagi" kata Meri dengan senyum lebarnya.


"Meri sebenarnya aku masih takut"


"Takut kenapa Lily?"

__ADS_1


"Takut jika tiba-tiba Lizard mengusir kami lagi"


"Tenang Lily itu tidak akan terjadi. sekarang kau bukan hanya punya aku dan papa tapi kak Eric juga ada di pihak mu sepertinya. jika kau kesulitan kapan pun kau bisa langsung menghubungi kami bertiga terutama jika kak Lizard menyakitimu"


"Ah Meri kau baik sekali" Lily berjalan menghampiri Meri yang duduk di kursi roda lalu memeluknya.


Lily juga sangat menyayangi Meri. gadis itu sangat baik, terkadang Lily ingin membantu Meri untuk menjalani terapi agar Meri bisa berjalan. tapi ia mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Meri.


"Meri apa kau pernah jatuh cinta pada seseorang?" Lily memberanikan diri bertanya.


Meri hanya tersenyum, wajah cantiknya terlihat menyimpan sesuatu. ia mengangguk malu.


"Benarkah? boleh aku tahu siapa pria beruntung itu?"


Tiba-tiba Meri terlihat panik dan menggeleng kan kepalanya.


"Baiklah tidak apa, tapi jika nanti kau berubah pikiran beri tahu aku ya siapa nama pemuda itu"


"Iya Lily, tapi jangan beritahu kak Lizard ya jika aku menyukai seseorang"


"Kenapa?"


"Bukankah itu bagus?"


"Tidak Lily aku ingin pria itu juga memberikan perasaannya secara tulus padaku bukan karena paksaan"


"Baiklah aku mengerti Meri"


Tim tiba di kediaman tuan Rud untuk menjemput Lily pulang ke rumah Lizard. ia mengetuk pintu kamar Lily.


"Iya sebentar" Lily berjalan membuka pintu kamar. Tim sudah berdiri di balik pintu, seperti biasa ia terlihat rapi dengan stelan jas hitam dan dasi warna hitam polos yang selalu terlihat menggantung di lehernya.


"Dokter Lily kata tuan Lizard ...."


"Iya kau mengerti, itu koperku dan anak-anak tolong kau bawa ke mobil"


Tim memasuki kamar Lily dimana disana ada Meri juga.

__ADS_1


"Selamat pagi nona Meri" sapa Tim.


"Pagi" ekspresi wajah Meri terlihat berbeda, ia seperti gugup dan lebih pendiam.


Lily memperhatikan Meri dan Tim.


🌵🌵🌵


Rachel turun dari mobilnya dan pergi ke sebuah rumah bergaya Victoria. ia melepas kacamata hitamnya dan melangkah memasuki rumah itu yang terlihat di jaga oleh beberapa orang.


"Apa Jerry sudah bangun?" tanya Rachel pada salah satu penjaga rumah.


"Bos Jery sedang sarapan"


Rachel berjalan masuk menghampiri pria bernama Jery yang sedang menghabiskan makan paginya.


"Pagi Rachel, info apa yang kau bawa padaku tentang Lizard Van Camont?"


"Aku tidak bisa lagi mendekati Lizard, sepertinya Tim sudah mencurigai ku soal obat yang membuat Lizard semakin lupa ingatan itu"


"Lalu?"


"Lalu aku melapor padamu memangnya aku harus bagaimana lagi?!"


Jerry menyapu sudut bibirnya dengan saputangan bersihnya.


"Hmmm repot sekali ya, baiklah aku akan mencari cara untuk menghancurkan Lizard, kau jangan cemas. dia sudah menghabisi adikku Nicolas aku akan membuatnya sengsara dan membayar perbuatannya!"


"Jangan lupakan Lily yang menjadi penyebab semua masalah ini bisa terjadi hingga adikmu pergi!"


"Lily, akan ku urus dia setelah Lizard. mudah saja untuk menghukumnya"


"Jerry sepertinya kau tidak mengenal Lizard, kau akan lebih mudah menghancurkan Lizard melalui Lily"


"Benarkah? aku baru tahu jika Lizard menganggap Lily sangat berharga. bukankah wanitanya ada di mana-mana?" Jerry mengejek Rachel yang termasuk salah satu wanita Lizard.


"Itu dulu, sekarang dia sangat berbeda"

__ADS_1


Jerry menyeringai sembari mengangkat gelas berisi jus jeruk. ia meneguknya hingga tandas.


__ADS_2