
Lizard menyusul Lily ke ruang makan. Ia melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja putihnya.
"Ini sushi buatan Daniel, kau kesana? ada urusan apa?" Lizard melirik Lily yang tengah menikmati camilan. Lily tidak begitu suka sushi dan tadi ia juga sudah makan sup ikan buatan Daniel.
"Hanya mampir untuk memesan sushi"
"Tidak biasanya kau perhatian padaku, apa kau menambahkan racun ke makanan ini?"
"Lizard aku tidak suka meracun orang!"
Lizard tersenyum ia tahu Lily sedang menyindirnya seperti kemarin saat Lizard mengancam Lily dengan pisau.
Tidak berapa lama Tim datang menghampiri Lizard.
"Tuan saya sudah membawa pesanan anda"
Lizard mengangguk dan meletakkan sumpitnya. ia tidak mengatakan apapun pada Lily.
Pesanan apa? kenapa perasaanku tidak enak? -Lily-
Lily diam-diam mengikuti Lizard dan Tim kembali ke ruang bawah tanah. Seorang anak buah Lizard mendorong seorang pria hingga tersungkur ke lantai dengan kepala di tutupi karung hitam.
__ADS_1
Lily membekap mulutnya yang hampir berteriak karena setelah penutup wajah pria itu di buka ternyata dia adalah Eric, adik Lizard.
"Jadi kau biang keladi nya?! aku sudah menduga"
"Kakak aku tidak tahu kalau mereka sungguh akan meledakkan rumah sakit papa" Eric terlihat panik sembari menangis.
"Kau tahu lebih dari itu Meri adik kita ada disana, dan istriku terjebak di lift yang terjatuh dari lantai tujuh! apa hukuman yang setimpal untuk ini Eric?!" Suara Lizard penuh penekanan pertanda ia marah sekali pada adiknya.
Istriku? dia menyebut aku istrinya....apa ini hanya Menggertak Eric atau sungguhan dia menganggap ku istrinya?....tenang Lily jangan bawa perasaan ...Lizard pria tak berperasaan!
"Kak aku berhutang banyak pada mereka dan aku tidak bisa membayarnya"
"Aku minta pada papa tapi tidak papa berikan uang itu, jadi aku bisa apa para penjahat itu mengejar ku"
"Kakak sendiri bagaimana? kakak juga bukan orang baik aku tahu beberapa bisnis kakak ilegal"
"Siapa bilang aku orang baik?! tapi setidaknya aku tidak jadi sampah seperti mu!"
"Tim bawa dia pergi"
"Mari tuan Eric"
__ADS_1
Eric patuh saja ia terlihat mengikuti langkah Tim keluar ruang bawah Tanah dari pintu samping. Eric tahu Lizard akan membereskan semua masalahnya. hutangnya akan di bayar oleh kakaknya itu.
Tim kembali dan menghadap Lizard. Menunggu titah bosnya.
"Tim cari tahu berapa hutang Eric dan bayar semua. lalu minta dokumen penting VC hospital aku akan mengakuisisi rumah sakit papa ke dalam VC Corporation. Akan kubuat perusahaan menjadi VC Group untuk menaungi rumah sakit dan usaha ku yang lain"
"Baik tuan, tapi jika tuan Rud menolak?"
"Papa tidak akan menolak"
Tim mengangguk dan memundurkan langkahnya ia berbalik berjalan melalui Lily yang mematung karena ketahuan menguping mereka.
Lizard berjalan cepat menuju kamarnya ia tidak memperdulikan Lily yang kebingungan dan penasaran.
Lizard melepas semua bajunya, ia berendam air hangat untuk melonggarkan pikirannya. Hari ini pikirannya di penuhi permasalahan pekerjaan dan Eric.
Belum selesai urusan tambang kini Eric ikut mengacau semua.
Menjadi anak sulung memang tidak enak Lizard. batin Lizard sembari memejamkan matanya.
Lizard menengadah dan menyandarkan kepalanya di pinggiran bathub. wajah Lily melintas di benaknya.
__ADS_1
Lizard tidak tahu mulai kapan ia peduli pada Lily. tapi yang jelas ia tidak akan membiarkan dirinya jatuh hati pada gadis itu. di hatinya hanya ada Rachel. Ya Rachel seorang tidak ada yang lain.