
Malam itu Tim mengantarkan Lizard pulang ke rumah. seperti biasa ia membawakan beberapa dokumen perusahaan ke ruang kerja Lizard untuk di tanda tangani besok pagi sebelum berangkat ke VC group.
Lily menyambut Lizard di ruang tengah.
Lizard mengecup bibir Lily dan memeluknya.
"Sayang aku lelah sekali, pekerjaan menumpuk dan Tim tidak membereskannya dengan benar" Lizard pura-pura mengeluh pada Lily untuk membuat Tim kesal.
Lizard memang begitu ia suka membuat orang kesal baginya itu menyenangkan.
Tim yang berdiri tidak jauh dari Lizard dan Lily mendelik dan buang muka. ia memang jengah kalau Lizard kumat sikap kekanakannya.
"Aku tidak percaya itu, sekarang cepat makan malam dan ganti baju mu" kata Lily seperti menyuruh anak nya yang baru pulang dari sekolah untuk makan siang dan ganti baju.
Ah melegakan sekali, untung dokter Lily tidak seperti bos Lizard!
"Tuan kalau begitu saya pulang dulu"
"Hmmm pergilah" kata Lizard tidak perduli karena ia sedang di paksa Lily untuk minum jus sayuran sehat.
Lizard benci sekali dengan jus itu. ia tidak suka warna dan rasa nya.
"Aku curiga pada Tim" kata Lizard.
__ADS_1
"Curiga kenapa?"
"Aku rasa dia pasti sedang dekat dengan wanita karena sikapnya jadi aneh"
"Memangnya dekat dengan seorang wanita bisa membuat pria jadi aneh?"
"Tentu saja sayang, pria setangguh apapun ketika ia dekat dengan seorang wanita sikapnya bisa berbeda dari biasanya"
"Kalau begitu kau juga seperti itu?" sindir Lily sambil duduk memperhatikan Lizard yang mencoba menghindar dari jus sayur sehat buatan dokter Lily.
"Aku berbeda kalau aku tetap konsisten seperti diriku yang dulu"
"Bagus kalau begitu habiskan jus itu sekarang" kata Lily sambil tersenyum manis. Lizard menelungkupkan wajahnya ke meja makan.
🌵🌵🌵
Tim membuka pintu apartemennya dan ia terkejut mendapati gadis asing itu masih disana.
"Hai tuan kau sudah pulang? aku masih disini karena tadinya aku pikir pergi tanpa pamit padamu adalah tidak sopan jadi aku menunggu mu pulang"
"Terserah kau saja" Tim mengendurkan dasinya dan duduk di sofa.
"Aku sudah memasak makan malam untuk mu tuan, karena di lemari es ada bahan masakan jadi aku membuatnya. Silahkan makan malam, aku pergi dulu"
__ADS_1
Gadis itu meraih jaketnya dan membuka pintu apartemen. Tim masih diam di sofa tidak bergeming.
"Tuan sekali lagi terimakasih ya, aku berhutang Budi padamu. jika suatu hari kau perlu bantuan ku, kau bisa mencari ku nama ku Wuri"
"Hmmm.. selamat tinggal! jangan lupa tutup pintu!"
Tim berjalan menuju meja makan. Disana ada hidangan sup daging. Tim segera duduk dan mencicipi makanan itu.
"Hmm rasanya lumayan tidak buruk" ia segera menghabiskan sup daging buatan Wuri.
Gadis itu lumayan juga ia pandai memasak. Tim mengedarkan pandangannya rupanya Wuri juga membersihkan dapur dan ruang tamu apartemen itu.
Tim meraih ponselnya dan menghubungi seorang anak buahnya.
"Tolong kau cari tahu tentang gadis bernama Wuri laporkan padaku secepatnya. oh ya jangan sampai tuan Lizard tahu. ini urusan pribadiku"
Tim mematikan ponselnya dan bergegas ke kamar. ia mandi air hangat dan sejenak rileks dari segala beban kerjanya.
Di bawah guyuran shower samar-samar Tim teringat wajah gadis aneh itu.
Kenapa aku jadi memikirkan nya? untuk apa aku tahu tentang dia?!
Tim keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuknya. Ia meraih ponselnya dan kembali menelpon anak buahnya.
__ADS_1
"Batalkan saja perintah ku yang tadi"