
"Aku tanya padamu kau berhubungan dengan Jerry?" Lizard sedang menginterogasi Rachel di apartemen wanita itu.
"Jerry siapa? aku tidak kenal dengan Jerry"
"Benarkah? tapi kenapa aku melihatmu bersamanya?" Lizard menunjukan sebuah video dari smartphone miliknya yang menunjukan Rachel tengah berbicara dengaan Jerry di sebuah gedung parkir pusat perbelanjaan.
"Kau mau mengelak?"
"Lizard itu hanya kebetulan saja, aku tidak mengenalnya! sungguh!"
"Baiklah, tidak masalah kalau kau tidak mengakui Rachel, tapi kau ada dalam pengawasanku jika kau berani berbohong maka...." Lizard menempelkan ujung senpinya di pelipis Rachel.
Keringat dingin terlihat di kening Rachel, ia gemetar di kursinya.
Lizard menyeringai melihat Rachel ketakutan, ia pergi meninggalkan apartemen wanita itu.
Menjelang pagi Lizard baru tiba di rumahnya. ia turun dari mobilnya dan Lily berlari menyambut sembari memeluk Lizard.
"Kau darimana saja?"
"Lily kau tidak tidur semalaman?" Lizard mengusap wajah lelah Lily.
"Aku tidak bisa tidur karena mencemaskan mu"
__ADS_1
"Baiklah, mari kita beristirahat. kau masuk ke kamar lebih dulu aku akan bicara sebentar dengan Tim"
"Iya..."
Tim mengikuti langkah Lizard menuju ruang kerjanya yang berada di lantai dua rumahnya.
"Tim kau awasi Rachel, aku rasa dia tahu dimana markas Jerry. wanita itu pasti bekerja sama dengan Jerry"
"Baik tuan"
"Sekarang pergilah, kau bisa beristirahat dulu, sebelum jam sembilan pagi kau sudah harus ada di VC group untuk mewakili ku dalam meeting"
"Baik tuan"
Setibanya Tim di apartemen Wuri ternyata sudah menunggunya. gadis itu nampaknya juga tidak tidur semalaman seperti Lily yang menunggu Lizard.
"Kakak kau darimana? kenapa baru pulang?" tanya Wuri. sejak menjalin hubungan dengan Tim ia memanggil pria itu dengan sebutan kakak.
"Aku ada urusan jadi baru bisa pulang. maaf tidak menjawab telepon darimu"
"Tidak apa"
"Kau sudah makan?"
__ADS_1
Wuri menggeleng, ia sebenarnya sudah memasak dan menunggu Tim pulang untuk makan bersama.
"Wuri aku ingin bicara" wajah Tim terlihat lebih serius dari biasanya.
Wuri merasa berdebar menunggu ucapan Tim. ia berpikir Tim akan membahas hubungan mereka kedepannya.
"Dengar Wuri, aku berbeda dengan dirimu mungkin akan ada baiknya jika saat ini kita berpisah"
"Apa maksud kakak? kenapa bicara begitu?"
"Wuri aku minta maaf tapi, akhir-akhir ini aku akan sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk mu. mungkin sekali dua kali kau bisa mengerti tapi aku tidak yakin kau akan bisa memahami semua pekerjaan ku ini"
"Aku bisa menerima dan memahami kak, tidak masalah kalau kita tidak bertemu beberapa hari"
Tim terdiam, sebenarnya ia tidak ingin Wuri terseret dalam pekerjaannya yang berbahaya. bekerja dengan Lizard ibarat taruhan nyawa setiap saat bisa saja musuh akan memanfaatkan kedekatan Tim dengan Wuri.
Saat ini ia harus fokus pada keluarga Van Camont jika harus mengawasi dan menjaga keselamatan Wuri ia merasa kewalahan.
"Wuri aku sedang berhadapan dengan bahaya, jika kau masih tetap ingin bersamaku bisakah saat ini kau menjauh dulu dariku? besok aku akan mengantarmu pulang ke rumah paman dan bibi mu"
Wuri terdiam, matanya berkaca-kaca keputusan yang diambil oleh Tim pasti sudah dipikirkan dengan baik.
"Baiklah kak, aku akan pulang dulu besok. tapi jika kau sempat, tolong kirim kabar padaku"
__ADS_1
Tim tersenyum ia meraih gadis itu ke pelukannya sembari mengusap rambut Wuri.