
Kinn menemui Sidney di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Ia menekan tombol di pintu. Kinn sengaja memandang kearah cctv dengan senyum yang di buat-buat.
Jane membuka pintu apartemen dengan wajah malas. Wanita berkulit hitam manis itu terlihat enggan bicara dengan Kinn.
"Hai nona Jane, apa kekasihmu yang mencampakanmu sudah kau bunuh? Atau dia masih hidup dan berkeliaran dengan wanita lain?" tanya Kinn menohok. Jane terkejut pria di hadapannya bisa mengetahui kehidupan pribadinya.
"Hei apa maumu?!" tanya Jane meradang.
"Mau bertemu nyonya Sidney" jawab Kinn sembari tersenyum.
"Ia tidak ada di dalam"
"Oh ya? Apa nyonya Sidney ada di perusahaan? Kalau begitu aku akan menyusul"
"Tunggu! Dasar menyebalkan!" Jane menarik lengan Kinn. Jika Kinn sampai mendatangi perusahaan mereka itu akan jauh lebih berbahaya.
"Sidney maafkan aku, aku tidak bisa menghandelnya" kata Jane menoleh ke belakang tempat Sidney bersembunyi sejak tadi.
Kinn tersenyum puas mengerjai para wanita itu. rasanya ia ingin tertawa terbahak karena ia merasa lebih pintar dari Vegas dalam menghandel para wanita.
__ADS_1
"Katakan pada Vegas aku tidak akan pulang!" kata Sidney.
"Saya tidak mengerti urusan diantara anda dan tuan Vegas tapi tugas saya adalah menjemput anda dengan selamat dan membawa ke hadapan tuan Vegas" kata Kinn yang mulai serius.
"Kau mau memaksaku?! Coba saja jika bisa"
Sidney menutup pintu apartemennya tapi sebelah kaki Kinn mengganjalnya dengan kuat.
"Kinn! Apa maumu?! Pergi atau aku harus terpaksa melumpuhkanmu!" Sidney dengan geram hampir menusuk sepatu Kinn dengan pisau. Tapi pria itu sangat lihai dan bisa menghindar. Dengan sebelah tangannya Kinn mendorong pintu apartemen hingga terbuka lebar. Jane dan Grace bersiap membantu Sidney melawan Kinn.
Kinn bukan tandingan para wnaita itu dalam berkelahi, Vegas saja tidak sehebat Kinn.
"Sebaiknya anda ikut dengan saya nyonya setelah itu silahlan selesaikan permasalahan anda dengan tuan Vegas"
"Kenapa kau bawa aku pulang?! dimana Vegas bukankah dia di kantor?"
"Benar nyonya, tuan saat ni sedang meeting jadi silahkan anda tunggu di mansion saja. Saya aka menjemput tuan Vegas jika meeting sudah selesai"
Sidney sangat kesal dengan Kinn, ia meraih sebuah pisau kecil dari dalam tas tangannya, Membayangkan ia akan menikam leher Kinn dari belakang membuat ekspresi senang terlihat di wajah Sidney.
__ADS_1
Kinn melirik dari kaca spion lalu tersenyum kecil.
"Saya harap anda bisa sedikit kooperatif nyonya, sesuai Standar operasional kerja saya pada tuan Vegas, saya di izinkan membela diri jika merasa terancam. Jadi anda pasti mengerti maksud saya nyonya"
"Brengsek!!" umpat Sidney sembari menendang kursi kemudi di hadapannya. Ia menghela napas menangkupkan kedua tangannya sembari membuang pandangan keluar kaca mobil. Pria di depannya ini sangat cerdas dan licik melebihi Vegas.
Kinn menambah kecepatan mobil, ia memacu mobil menuju mansion milik Vegas.
***
Vegas berdiri mengamati beberapa lembar foto yang diperlihatkan oleh Eddie.
"Kau lihat mereka, semua terluka akibat benda tajam! Siapa yang kau curigai? Lama kelamaan anak buahku bisa habis di bantai dan aku tidak tahu siapa pelakunya!" kata Eddie nyaris frustasi.
Vegas mengamati dengan seksama, jika melalui foto ia tidak bisa menganalisa dengan jelas. Di awal Vegas mencurigai Sidney pelakunya tapi melihat salah satu korban itu terluka karena sayatan, Vegas yakin pelakunya orang profesional di bidang pembedahan. Pisau yang di gunakan juga bukan sembarang pisau.
Vegas duduk di kursi kerjanya sambil berpikir siapa musuhnya kali ini, ia bukan orang sembarangan dan tentu saja juga bukan Sidney. Wanita itu ahli menggunakan semua jenis pisau tapi ia tidak mungkin meggunakan pisau bedah dan melukai korbannya dengan sangat rapi.
.
__ADS_1
.
Note: Ayo Vegas putar otak tunjukan kalau kamu ahli forensik, meski tidak praktek. bisa jadi musuhmu masih ada hubungan dengan keluarga Van Camont 😎