Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 105


__ADS_3

Eric mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Lily yang duduk di kursi belakang menahan tangisnya sembari memeluk Zack dan Bella.


Eric tersenyum melihat Lily dari kaca spion mobilnya.


"Sepertinya kau menderita sekali dengan kakak ku?" celetuk Eric.


Lily hanya terdiam malas menanggapi ucapan Eric yang membuatnya down.


"Apa kau benar-benar mencintainya?" tanya Eric. kali ini Lily melirik tajam ke arah adik iparnya itu.


"Menurut mu?!" jawab Lily ketus.


"Sebenarnya kalau aku lihat kak Lizard juga mencintai mu, aku tidak pernah melihatnya sebodoh itu dengan seorang wanita. mungkin kau memang harus bersabar kali ini. Aku rasa tidak lama ingatannya bisa pulih"


"Benarkah?"


"Lily dia seperti itu juga karena menolong mu bukan? dia menyelamatkan mu lalu tertembak dan terluka parah dan sekarang dia jadi gila. ku rasa ini harga yang memang harus kau bayar demi keselamatan yang kau dapat"


Lily terdiam mengingat bagaimana Lizard melindunginya saat ia di culik Nicolas dan hampir di habisi oleh Laura.


"Sudahlah aku akan membantu mu untuk mengembalikan ingatan Lizard"


"Bagaimana caranya?"


"Terapi dan obat"


"Eric apa kau sungguhan?"


"Dia juga kakak ku meski aku sangat kesal padanya tapi dia tetap kakak ku. aku juga ingin dia waras kembali meski itu tidak menguntungkan bagiku"


Lily tersenyum kecil hatinya menghangat mendengar ketulusan Eric pada kakaknya. selama ini Eric memang menyebalkan tapi rupanya ia sangat menyayangi Lizard.


"Kau banyak berubah Eric, kau berbeda dengan yang dulu" kata Lily sembari tersenyum.


"Benarkah?"


"Baiklah kalau begitu mohon bantuan nya dokter Eric" kata Lily sembari melihat ke arah kaca spion yang Eric pandang.


"Siap dokter Lily Van Camont"


Keduanya tertawa bersama, sejenak Lily melupakan perangai Lizard padanya tadi.

__ADS_1


"Eric apa kau tidak memiliki kekasih?" tanya Lily.


"Tidak"


"Apa kau tidak sedang menyukai seorang gadis? mungkin aku bisa membantu mu"


"Aku menyukai seorang gadis tapi dia sudah menjadi milik orang lain"


"Oh kasihan sekali kau Eric, kenapa kau bisa terlambat sampai dia jadi milik orang lain?"


"Karena aku terlambat menyadari keistimewaan yang di miliki gadis itu"


"Itu salah mu kau tidak jeli memandang seorang gadis"


"Ya kalau urusan wanita aku memang selangkah lebih lamban dibanding Lizard"


"Bagus kau tidak seperti Lizard dia terlalu banyak wanita aku sampai pusing di buatnya"


"Kalau di awal papa meminta mu memilih antara aku atau Lizard, siapa yang akan kau pilih?"


🌵🌵🌵


"Tim kau tahu aku kesal sekali pada wanita itu!"


"Siapa maksud tuan?"


"Siapa lagi kalau bukan dokter itu"


"Dokter Lily? kenapa dengannya?"


"Dia bersama Eric dan kedua anaknya piknik di taman kau tahu? mereka akrab sekali bahkan pakai menyuapi makanan"


"Wah romantis sekali mereka...." kata Tim sembari tersenyum.


"Apa maksud mu?! kau malah bilang mereka romantis?!"


"Lalu saya harus bilang apa tuan? bukankah Anda benci dan tidak menginginkan dokter Lily?"


"Iya ...aku...aku memang tidak peduli padanya tapi..." Lizard terlihat salah tingkah dan gusar.


"Tapi apa tuan?"

__ADS_1


"Tapi dia kemarin bersikeras memintaku mengakuinya sebagai istri dan kau lihat sekarang dia malah bersama Eric!"


Tim terdiam, memang sedikit mengherankan kenapa Lily dan Eric bisa tiba-tiba menjadi dekat satu sama lain.


"Lalu apa yang akan anda lakukan?" tanya Tim


"Aku harus melakukan apa memangnya?" Lizard memegangi pelipisnya kepalanya terasa pening.


"Tim tolong ambilkan obat di laci mejaku"


"Baik tuan"


Tim mengambil obat di laci meja Lizard dan segelas air putih.


"Ini tuan minumlah".


Lizard meminum obat itu ia lalu duduk di sofa yang berada di ruangan kerjanya.


"Apa Rachel mencari ku tadi?"


"Iya tuan, nona Rachel kemari tapi ia pergi lagi begitu anda tidak ada di sini"


"Kenapa akhir-akhir ini kepalaku sering pusing dan pandangan ku sedikit kabur"


"Lebih baik kita ke VC hospital untuk memeriksa kondisi anda"


"Aku akan ke VC hospital sendiri, kau handel semua pekerjaan hari ini"


"Baik tuan"


Lizard bergegas ke rumah sakit menemui papanya. ia menyetir dalam keadaan sedikit pusing dan mual.


Setibanya di loby rumah sakit seorang perawat memapah Lizard.


"Tuan anda baik-baik saja?"


"Apa dokter Rud ada?" tanya Lizard sembari memijat pelipisnya.


"Iya dokter Rud ada di ruangannya tuan"


Brughhh!!

__ADS_1


Lizard jatuh pingsan, perawat berlarian untuk segera memberi pertolongan.


__ADS_2