Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 33


__ADS_3

Dokter Lily Van Camont beserta rekannya bergegas berangkat menuju pemukiman. perjalanan akan dilalui selama enam jam dan menjauh dari kota besar.


Di sepanjang perjalanan Lily hanya memikirkan Lizard. saat tadi ia berpamitan dengan pria itu sepertinya Lizard sedang tidak baik-baik saja. Lily mengeluarkan ponselnya tapi Lizard tidak menelpon atau mengirim pesan padanya.


Sementara di kediaman Rudolf Van Camont suasana terasa menegangkan. Lizard dan Eric terlihat bersitegang. kali ini Lizard benar-benar menunjukan kemarahannya sampai ia berani menodongkan senjata ke kening adiknya.


Meri menangis ketakutan melihat kedua kakak laki-lakinya bertengkar hebat.


Tuan Rud di buat sakit kepala melihat Lizard dan Eric.


"Lizard hentikan! singkirkan benda itu!" Tuan Rud memperingatkan anak sulungnya.


"Kenapa kau kirim Lily ke pemukiman? kau mau membahayakannya?!" kata Lizard di depan wajah adiknya.


"Kau marah sekali, sepertinya kau sangat mencemaskan dia?" ledek Eric.


"Bukan urusan mu! kenapa kau kirim Lily ke pemukiman? kau sengaja bukan!"


"Istrimu itu seorang dokter jadi kapan pun ia di butuhkan dan dimana pun dia harus siap dengan tugasnya"


"Kau! ....aku akan membuat perhitungan dengan mu jika terjadi sesuatu padanya!" Lizard bergegas pergi tanpa berpamitan pada papa dan Meri.


Lizard memacu mobilnya bersama Timoti menuju pemukiman di area dekat pertambangan.


"Gadis bodoh itu kenapa keras kepala sekali" gumam Lizard sembari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Maaf tuan saya rasa dokter Lily tidak memiliki pilihan"


"Kau benar, Eric telah memanfaatkan situasi"


"Ponsel dokter Lily sepertinya mati tuan, saya tidak bisa menelpon atau mengirim pesan"


"Apakah mereka sudah tiba di sana?"


"Sudah sekitar dua jam yang lalu, saya rasa tim medis sedang memeriksa para pasien sekarang"

__ADS_1


"Tuan tapi apakah tidak masalah jika anda muncul di pemukiman?saya rasa para warga sedang marah dengan anda"


"Sudahlah biarkan saja mereka marah, jika di rumah aku tidak tenang memikirkan Lily"


Akhirnya anda keceplosan juga tuan jika anda mencemaskan dokter Lily itu berarti anda menyukainya....


🌵🌵🌵


Di pemukiman


Dokter Lily dan Tim nya sedang memeriksa kondisi warga yang sesak napas.


Satu persatu Lily dan dokter lainnya melakukan pemeriksaan dan memberikan obat agar mengurangi sesak dan batuk.


Selama di pemukiman Lily dan dokter lainnya tinggal di rumah kuno yang disediakan untuk mereka.


"Itu Lizard Van Camont pemilik tambang ayo kita datangi dia!" salah seorang warga berteriak memanggil temannya untuk mengeroyok Lizard yang baru saja tiba di pemukiman.


Lizard di ikuti Timoti berdiri tenang menghadapi warga yang membabi buta ingin mengeroyok mereka.


Benar saja Lizard terlihat berdiri di kejauhan sedang berdialog dengan para warga. Timoti yang berdiri di samping Lizard mencoba menenangkan warga yang sedang marah.


Seorang pria membawa tongkat baseball dan siap menghantam kepala Lizard dari belakang. Lily bergegas berlari dan menghalangi tongkat itu hingga mengenai dirinya.


Brugh...!


Lily jatuh pingsan dan ambruk di tanah. Lizard yang terkejut segera meraih Lily kedalam pelukannya.


"Lily?....Lily!" Lizard mengangkat tubuh Lily ke sebuah rumah.


"Tuan tidurkan dia disini, tenanglah ini rumah ku" kata seorang gadis.


Lizard membaringkan Lily dan mencoba membangunkannya.


Lizard sendiri yang memeriksa kondisi Lily, sepertinya Lily hanya mengalami syok karena pukulan tongkat baseball itu meleset dan hanya ujungnya yang mengenai kening Lily.

__ADS_1


Lizard menunggu Lily sadar, ia terlihat cemas dan gelisah.


Rasanya ingin sekali merokok sekarang....huft


Lizard mengeluarkan sebungkus rokok tapi ia kembali memasukannya ke dalam kantung jasnya karena Lily tidak suka melihat Lizard merokok di depannya.


"Lizard..." gumam Lily, ia sudah sadar.


"Lily....kau tidak apa-apa?" Lizard meraih tangan Lily dan menggenggamnya dengan lembut.


Lily terbangun dan bersandar pada bantal. kepalanya masih pusing.


"Syukurlah kau baik-baik saja" kata Lily sambil memegang keningnya yang lebam.


Timoti berdiri di dekat pintu mengamati kondisi Lily yang sepertinya sudah tidak apa-apa.


"Kau pikir dirimu pahlawan? apa kau sudah puas berlagak menjadi seorang pahlawan?!" kata Lizard dengan jengkel.


"Siapa yang meminta mu menyelamatkan ku?! kau pikir jika tubuh kecil mu itu terkena pukulan tidak akan patah?"


"Aku tidak menyangka kau benar-benar bodoh Lily!"


"Sudah selesai marahnya? sekarang tolong ambilkan air minum itu, aku haus" kata Lily menunjuk segelas air putih di atas meja dekat tempat tidur.


Dengan wajah menyesal Lizard mengambilkan minuman untuk Lily dan membantu meminumkannya.


"Kau juga bodoh! kenapa kemari? disini berbahaya untuk mu. kau tahu para warga sedang benci pada mu? mereka pikir kau yang menyebabkan semua masalah ini" kata Lily sambil memandang wajah Lizard.


"Aku terpaksa kemari karena...karena...."


"Karena apa Lizard?"


"Karena....." Lizard tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


Karena dirimu aku kemari! karena setengah mati aku mencemaskan mu Lily....

__ADS_1


Timoti yang sedari tadi berdiri di dekat pintu pun tersenyum melihat Lizard mati kutu di hadapan Lily.


__ADS_2