
Di gedung VC group
Tim berjalan santai menuju ruang kerjanya. ia memesan kopi pada sekretarisnya.
"Katakan pada Wuri aku minta kopi seperti biasa"
"Baik ..."
Tim memainkan ponselnya dan duduk di kursi kerjanya. memeriksa email masuk melalui smartphone miliknya.
Tuk..tuk..
"Iya masuk"
"Permisi tuan, ini kopi yang anda minta"
"Hmmm" Tim mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke wajah Wuri. ia sedikit terkejut karena wajah gadis di hadapannya lebam-lebam.
"Permisi tuan" Wuri berbalik dan hampir berjalan pergi tapi Tim menghentikan nya.
"Tunggu!"
Tim berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Wuri yang menunduk mencoba menyembunyikan wajahnya.
"Ada apa dengan wajah mu?"
"Tidak apa-apa tuan, saya hanya lalai saat berjalan jadi menabrak pintu kaca"
Tim tersenyum mendengar jawaban Wuri.
__ADS_1
Gadis bodoh, kau pikir aku siapa? pria baik-baik yang tidak tahu mana lebam karena terjatuh atau akibat pukulan?!
"Berapa jumlah hutang yang kau miliki?"
Wuri terkejut mendengar tiba-tiba Tim bertanya soal hutangnya.
Kenapa tuan ini tiba-tiba bertanya apa dia tahu aku berbohong atas lukaku ini?
"Maaf tuan saya permisi" Wuri bergegas pergi dari ruang kerja Tim.
Tim menelpon anak buahnya untuk mencari tahu tentang Wuri.
"Cari tahu tentang gadis yang fotonya aku kirim pada mu, aku mau tahu semua tentang dia dan termasuk tunggakan apa yang ia memiliki"
"Siap ketua" jawab seseorang di telepon.
Tim berjalan menuju ruang kerja Lizard .
"Tentu saja, oh ya Tim cari tahu tentang Laura aku curiga dia bersekutu dengan salah satu rival ku"
"Kenapa anda berpikir demikian tuan?"
"Kau ingat Laura yang dulu bukan? mengejutkan sekali dia bisa seperti sekarang. dari seorang karyawan biasa menjadi CEO perusahaan besar. aku curiga ada yang membantu langkahnya mencapai karirnya itu. dan yang jelas orang itu pasti memanfaatkan Laura untuk menjatuhkan ku"
"Baik tuan akan segera saya selidiki"
"Laporkan padaku secepatnya, aku tidak mau Sampai wanita itu berhasil mencari celah dan membuat kita kerepotan"
Tim mengangguk dan kembali ke ruang kerjanya. Kali ini ia sendiri yang akan membuntuti Laura.
__ADS_1
Tim pulang ke apartemennya berganti pakaian dan mobil. Saat membuntuti orang ia harus berganti mobil agar tidak ada yang curiga dan mengenali nya.
Tim menunggu di depan perusahaan tempat Laura bekerja sembari mengamati kalau wanita itu pergi ke suatu tempat.
Tidak berapa lama Laura keluar dari loby perusahaan dan terlihat menumpangi sebuah mobil menuju suatu tempat. Tim terus mengikutinya dari kejauhan. Sampai mobil Laura tiba di sebuah lapas.
Kenapa Laura kemari? ada urusan apa dia ke kantor polisi?
Karena Laura memasuki kantor polisi Tim tidak bisa mengikutinya sampai ke dalam.
Di lapas Laura menemui seorang pria yang merupakan tahanan disana.
"Apa kau yakin tidak ada yang mengikuti mu?" tanya pria itu.
"Iya aku yakin"
"Apa kau sudah masuk ke wilayah Lizard?"
"Sudah aku telah berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan Lizard. dan dia tidak curiga apapun ke padaku"
"Kau jangan terkecoh dulu Laura, Lizard adalah pria cerdas yang licik dan manipulatif. Dia bisa tahu sesuatu tapi pura-pura tidak tahu. jangan sampai lengah atau kita berdua dalam bahaya, kau tahu reputasi Lizard Van Camont bukan?!"
"Baiklah aku mengerti" jawab Laura sembari menyerahkan kantung makanan pada pria itu lalu ia pergi dari lapas.
Sementara di seberang jalan Tim terlihat melapor pada Lizard melalui telepon.
"Laura pergi ke lapas dimana Nicolas di tahan, tapi saya belum bisa mencari tahu siapa yang ia temui di lapas itu"
"Baiklah, segera kembali ke perusahaan sekarang"
__ADS_1
"Baik tuan"