
"Selamat siang dokter Lily Van Camont" sapa seorang pria yang siang itu datang ke VC hospital sebagai pasien dokter Lily.
"Selamat siang"
"Aku Jerry pasien yang sudah membuat janji dengan mu dokter"
"Iya silahkan duduk Mr. Jerry"
Jerry duduk di kursi di depan meja kerja Lily. pria itu terlihat rapi dan sopan. penampilannya hampir mirip Lizard.
"Oh ya dokter nama belakang mu tidak asing di ingatanku" kata Jerry.
"Iya itu nama keluarga suamiku, sejak menikah dengannya aku menggunakan nama belakang yang sama"
"Oh pasti suami anda orang yang hebat"
Lily tersenyum ia kurang suka membagi urusan pribadi dengan siapapun termasuk pasiennya.
"Baiklah mari kita periksa lukamu dulu" Lily mengajak Jerry ke ruang pemeriksaan di ikuti dua orang perawat.
"Maaf bisa buka baju mu?" kata dokter Lily sembari mengenakan sarung tangan kesehatan yang sudah menjadi prosedur medis saat akan memeriksa pasiennya.
"Tentu saja dokter aku tidak keberatan" Jerry mulai membuka jas dan kemejanya.
Mata Lily terbelalak, bukan karena memandang tubuh Jerry yang atletis tapi tato di bahu kiri hingga ke lengannya yang membuat Lily terkejut.
"Ada apa dokter? sepertinya kau terkejut melihat badanku?"
"Tidak apa, dimana lukamu?"
"Disini" Jerry menunjuk bekas luka yang lebar di bagian rusuknya. Luka itu sebenarnya sudah mengering di bagian luar tapi meninggalkan luka dalam yang harus mendapat pengobatan segera.
"Sepertinya tulang rusukmu retak, luka ini bekas senjata tajam?" tanya dokter Lily sembari memegang bekas luka yang sudah di jahit tapi tidak rapi.
"Dua tahun yang lalu seorang pria melukaiku dengan samurai" Jerry tersenyum melirik wajah manis Lily.
"Samurai?"
"Benar dokter Samurai, bukankah dia jahat sekali melukaiku sampai seperti ini. padahal kami berteman layaknya saudara"
Lily hanya terdiam tidak menanggapi ocehan Jerry. pria itu membelakanginya mengenakan kembali kemejanya . Lily sempat melirik tato itu lagi. ia yakin tato itu mirip dengan yang ada di tubuh Lizard.
Tidak mungkin ini sebuah kebetulan, terlalu aneh jika hanya kebetulan saja.
Tato itu mirip sekali sama-sama bergambar wanita Jepang dengan baju adat dan sanggul serta menggigit pisau di bibirnya. Jika tato Lizard berada di sebelah kanan sedang milik Jerry ada di sebelah kiri. bedanya tato punya Jerry lebih berwarna sedangkan milik Lizard di dominasi warna gelap.
Lily segera menghalau pikirannya yang berkelana seperti detektif yang mencoba memecahkan teka teki sebuah tato.
"Mr. Jerry dua hari lagi datanglah kemari karena akan ada pemeriksaan lanjutan berupa Rontgen. aku ingin melihat seberapa parah kerusakan pada tulang rusuk mu"
__ADS_1
"Baiklah"
"Apa kau merasa nyeri di bekas lukamu itu sampai mengganggu aktivitas mu?"
"Iya terkadang nyeri sekali saat aku baru selesai menghajar orang"
Lily menghela napas perlahan, pria ini sungguh mengingatkannya pada Lizard.
"Baik aku akan memberimu obat anti nyeri, minumlah jika terasa sakit saja"
"Terimakasih dokter Lily" Jerry mengerlingkan sebelah matanya menggoda Lily.
Lily memandangi Jerry yang berjalan semakin menjauh.
"Apa pasien mu itu sangat istimewa sampai kau memandanginya seperti itu?" suara Eric mengagetkan Lily.
"Eric? tidak aku hanya ....sudahlah, kau mau makan siang?" tanya Lily.
"Hmmm"
"Aku ikut"
Keduanya pergi ke kantin rumah sakit yang menyediakan menu cukup enak.
"Eric apakah kau mengenal pria tadi?"
"Pria yang mana?"
"Mana aku tahu"
"Apakah Lizard pernah berteman dengannya?"
"Lily aku tidak tahu siapa saja teman Lizard, dia itu temannya banyak sekali dan yah hampir mirip semua dengan nya"
"Maksudmu mirip?"
"Kelakuannya sama saja, jika kau merasa pasien mu tadi mirip kak Lizard bisa saja memang dia temannya"
Lily meletakkan sendok nya dan berpikir sejenak.
Apakah aku perlu menceritakan ini pada Lizard?
🌵🌵🌵
Lily pulang sore hari, ia bergegas ingin sampai di rumah untuk bertemu Zack dan Bella. kedua anak itu sudah bisa berlarian sekarang dan Lily rindu sekali ingin segera bermain dengaan kedua anaknya. Zack dan Bella sudah bisa berbicara beberapa kata. ia sering memanggil daddy dan bukan mommy. entah kenapa kedua anak itu begitu mencintai daddy mereka yang selalu sibuk itu.
Lily membuka pintu rumah, bau harum masakan menyeruak sampai ruang utama. Lily berjalan cepat menuju pantry disana ada Lizard sedang memasak sesuatu. pria itu terlihat sexy dengan apron putih ia kenakan hanya sebatas pinggang mirip handuk.
Kemeja biru nya ia gulung sampai se siku memperlihatkan dengan jelas jam tangan bermerek yang ia kenakan di pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Hai sayang..." Lizard menyapa Lily dengan suaranya yang terdengar dalam dan sedikit serak.
"Kau sudah pulang?" tanya Lily sembari menyapa Lizard. ia mengecup bibir Lizard yang sedang sibuk mengaduk telur didalam mangkuk dengan sumpit.
"Oh menyenangkan sekali disapa istriku dengan cara seperti ini"
"Diam kau .." Lily duduk menunggu Lizard menyelesaikan masakannya.
Lizard membuat steak dan tamagoyaki serta salad segar dengan sedikit mayonaise.
"Ini steak istimewa untuk dokter Lily Van Camont" Lizard meletakkan piring berisi steak yang sudah di percantik dengan toping di bagian pinggir.
Lily memandang lengan kanan Lizard yang di penuhi tato, ia teringat pasiennya tadi siang.
"Ayo sayang kita makan aku lapar sekali" kata Lizard sembari menuang wine ke gelasnya. untuk Lily ia lebih suka air putih saja.
"Kau tidak mengerjai ku lagi kan? ini daging biasa saja bukan?" tanya Lily penuh curiga.
Lizard tersenyum menahan tawanya yang hampir meledak. ia ingat dulu Lily begitu ketakutan memakan steak buatannya.
"Tenang sayang itu daging sapi import terbaik , cobalah pasti enak"
Lizard mengunyah potongan daging dengan nikmat sembari meminum sedikit wine di gelasnya.
Lily terus memandangi tangan Lizard yang dengan lihai sedang memotong steak di piringnya.
Apa sebaiknya aku bertanya saja apakah Lizard mengenal Jerry.
"Dimana anak-anak?" tanya Lily.
"Zack dan Bella sudah tidur dengan suster"
Lily terlihat sedikit ragu. ia memegang lembut tangan Lizard.
Lizard mengentikan gerakannya memotong daging steak dan beralih memandang istrinya.
"Hmmm"
"Lizard tadi siang aku mendapat seorang pasien pria"
"Lalu.. apa dia macam-macam padamu?!"
"Sama sekali tidak, tapi aku sempat memeriksa tubuhnya yang terluka di bagian rusuk dan aku melihat tato di tubuhnya"
"Bagus, kau mulai melihat pria bertato lainnya"
"Bukan begitu bodoh! tatonya sama persis dengan milikmu hanya saja dia di bagian sebelah kiri"
Lizard terdiam meletakkan garpu dan pisau di sebelah piring. senyum lenyap dari bibir tipisnya. ia memainkan gelas wine sambil memutar ingatan masa lalu. Lizard mendorong sedikit kursinya dan ia berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Lanjutkan makan malam mu, aku ada urusan sebentar" Lizard mengecup rambut Lily sebelum melangkah pergi.
Lily melihat ada yang aneh pada Lizard setelah ia bercerita tentang pasiennya tadi. bahkan Lily belum menyebutkan nama pasiennya tapi Lizard sudah keburu pergi.