
Timoti mendatangi rumah Lizard untuk bertemu Lily.
"Tim jangan katakan apapun pada Lizard jika aku meminta bantuan padamu"
Tim hanya terdiam, ia belum pernah berkhianat pada Lizard tapi kali ini tampaknya akan berbeda.
"Katakan dokter, apa yang bisa saya bantu?"
"Tim, aku tahu hasil tes DNA menunjukan jika Ozgy adalah anak Lizard tapi aku merasa sedikit ada yang mengganjal, bisakah kau lakukan tes ulang tanpa sepengetahuan Lizard dan Grace?"
Tim terdiam, ia berpikir sejenak pengkhianatan pertama yang cukup berat bagi Tim. jika Lizard tahu ia melakukan sesuatu di belakang nya bisa jadi Lizard akan menghabisinya.
"Ayolah Tim, aku mohon" Lily membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
"Ini aku mendapatkan rambut anak itu" Lily menyerahkan helaian panjang rambut Ozgy yang terbungkus kertas. Lily sempat mengambil sehelai rambut Ozgy saat berada di mobil mengantar Grace ke rumah sakit.
Tim menerimanya dan memasukan benda itu kedalam saku jas hitamnya.
"Baiklah dokter, apapun hasilnya nanti bisakah anda menerimanya?"
Lily mengangguk, ia sudah menerima Ozgy tapi hatinya berkata lain seperti ada sesuatu yang tidak sesuai.
Deru suara mesin mobil Lizard terdengar di halaman. Lily dan Tim terlihat sedikit panik.
__ADS_1
"Bagaimana ini Tim Lizard sudah pulang! ia pasti bertanya kenapa kau disini"
"Tenang dokter, saya akan beralasan mengembalikan dokumen perusahaan ke ruang kerja tuan Lizard"
Lily mengangguk seraya bergegas pergi ke kamar anak-anaknya.
Lily terus teringat pada Ozgy dan Grace.
Jika Ozgy bukan anak Lizard aku malah dengan senang hati untuk mengasuh anak itu...tapi jika anak itu memang anak Lizard aku tetap mau mengasuhnya asalkan Grace tidak tinggal di rumah ini!
Lizard berjalan melalui Tim yang berdiri mematung di dekat pintu masuk rumah utama. Seolah Tim transparan tak terlihat sehingga Lizard mengabaikan kehadirannya.
Tim terus memandangi punggung tuannya yang berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua.
Kenapa tuan Lizard diam saja seolah tidak melihatku disini? apa ia mencurigai sesuatu?
Sementara Lizard yang tengah duduk di ruang kerjanya tersenyum kecil melihat tingkah asistennya.
Dasar bodoh! kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di sini tanpa instruksi dariku?! kau berani mengkhianati ku Tim, baiklah kita lihat sejauh mana kecerdasan mu dan Lily untuk menipuku ....
Terdengar handel pintu ruang kerja Lizard di tarik hingga pintu terbuka lebar. Lily berdiri di ambang pintu memandang ragu pada Lizard.
Lizard duduk bersandar di kursi kerjanya sembari memejamkan mata.
__ADS_1
Lily berjalan perlahan mendekati Lizard, ia berdiri di samping Lizard bersandar meja kerja. mata bulatnya sedang mengamati wajah Lizard yang tampak tertidur lelap.
"Kau kelelahan Lizard? sama aku juga lelah menghadapi mu!" gumam Lily sebelum ia berbalik.
Lizard menarik pergelangan tangan Lily hingga Lily terjatuh tepat di pangkuan Lizard.
"Aku kira kau ...." Lily tidak melanjutkan ucapannya.
"Kau kira aku tidur?" Lizard tersenyum sembari menyingkirkan helaian rambut yang menutupi sebelah mata Lily.
"Apa aku masih bisa dapat satu kecupan selamat malam?" tanya Lizard sembari menatap Lily.
Bola mata berwarna biru itu seolah menyimpan banyak misteri, rasa sedih, lelah dan juga kegaharan seorang Lizard. Lily selalu luluh jika menatap mata Lizard seperti sekarang ini. ia seperti terbius dengan keindahan warna bola mata itu.
Lily menunduk mengecup bibir Lizard sebelum ia berdiri dari duduknya dari pangkuan Lizard.
"Hmmm damai sekali rasanya di cium dokter Lily" gumam Lizard.
"Aku mau tidur, kau masih mau disini?" tanya Lily.
"Hmmm...."
"Lizard tadi Tim ....." belum sempat Lily melanjutkan ucapannya Lizard sudah menyela.
__ADS_1
"Biarkan saja dia" Lizard memutar kursinya dan duduk menghadap jendela kaca besar yang mengarah ke taman samping rumah.
Lily berjalan meninggalkan ruang kerja Lizard. ia tahu Lizard sedang ingin sendiri.