
Lizard tiba di rumah lebih dulu di banding Lily. Ia sedang duduk di sofa besar yabg berada di ruang tengah. Lizard menaikan kaki panjangnya ke atas meja di hadapannya sementara Zack duduk di pangkuannya dan Bella duduk diatas perut nya.
Lizard asyik menyuapi para balita lucu itu dengan es krim coklat strobery. Zack terlihat memejamkan mata saat merakan es krim yang sangat dingin menyentuh lidahnya. Lizard tertawa senang melihat si lucu Zack.
Sementara Bella lebih tidak sabaran ia sangat menyukai es krim rupanya. Daddy Lizard menggodanya dengan pura-pura menyuapkan es krim kepada Bella padahal sendoknya kosong. Bella menangis jengkel dan itu sangat menggemaskan sekali.
Tidak berapa lama terdengar salah satu mobil Lizard kembali ke garasi. Lily telah tiba di rumah ia bergegas masuk kedalam ruang utama.
Suara tawa anak kembarnya terdengar di ruang tengah. Lily bergegas menghampiri Lizard dan anak-anak.
"Lizard kenapa kau menyuapi anak-anak es krim?!"
"Memangnya kenapa? Anak-anak suka sekali es krim, lihatlah mereka lucu sekali"
"Suster Ana, suster Silvi tolong bawa anak-anak ke kamar dan gantikan baju mereka"
"Baik nyonya"
Lily menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Lizard terlihat sedikit bingung dengan kemarahan Lily.
Lily melepas aksesoris di tubuhnya dan berganti kimono mandi.
Lizard menggulung lengan kemejanya, ia meraih bahu Lily dengan lembut.
__ADS_1
"Ada apa sayang? Kenapa marah-marah? Apa aku ketahuan selingkuh?" Lizard menahan tawanya sembari menciumi wajah Lily.
Lily yang muak dan kesal mencoba menghindari sentuhan Lizard. Ucapan Laura rupanya berhasil memprovokasi Lily.
"Jangan bercanda Lizard!"
"Baiklah katakan ada apa?" Lizard duduk di kursi depan meja rias. Ia menarik Lily ke pangkuannya.
"Aku sedang benci pada mu! Lepaskan!"
Lily melangkah menuju kamar mandi dan mengunci pintu.
Lizard tersenyum tipis, ia meraih ponselnya menelpon seseorang sambil menunggu Lily selesai mandi.
Keluar dari kamar mandi Lily sudah berganti piama. Sementara Lizard melepas kemejanya tato terlihat memenuhi dada kanan hingga ke lengan atasnya. Terkadang melihat tato itu Lily bergidik ngeri sebenarnya Lizard itu mafia atau Yakuza dari Jepang.
"Lepaskan aku Lizard!"
Lily memberontak karena Lizard memeluknya dengan kuat dan membenamkan wajahnya ke rambut Lily.
"Hmmm tidak mau" Lizard terus menciumi Lily.
Lily memejamkan matanya mengingat ucapan Laura tadi siang.
__ADS_1
"Lepaskan aku Lizard!" Lily terus mendorong tubuh Lizard bahkan sekarang ia mulai menangis saking jengkelnya.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu mu sayang" Lizard melepas pelukannya. Disaat yang sama ponselnya berbunyi ada panggilan telepon dari Tim.
Lizard beranjak dari tempat tidur dan membuka lemari meraih sebuah kemeja putih yang masih baru. Ia bergegas mengenakan kemeja, jam tangan dan tak lupa meraih sebuah senpi dari dalam lemari penyimpanan senjata.
"Lizard kau mau kemana?!" Lily berlari mengejar Lizard.
"Tidurlah sudah malam, jangan menunggu ku"
Lily menggeleng sambil menahan lengan Lizard. Dengan satu gerakan Lizard meraih dagu Lily dan ******* bibir Lily setelah itu bergegas pergi.
🌵🌵🌵
Laura kembali bertemu Nicolas di lapas. dalam hitungan hari Nicolas akan bebas dari tahanan dan bebas dari semua dakwaan padanya .
"Apa kau berhasil membuat Lily cemburu?" tanya Nicolas.
"Iya aku rasa begitu, meski dia tidak mudah untuk di pengaruhi tapi aku rasa ucapan ku berhasil memancing kemarahannya"
"Baiklah setelah aku bebas kita jalankan aksi kita. Untuk beberapa hari ini aku akan menyuruh orang untuk membuat Timoti sibuk jadi Lizard akan terpecah fokusnya!"
"Sayang sebenarnya motivasi mu menghancurkan Lizard apa? Aku yakin bukan untuk sekedar menguasai pertambangan milik Lizard"
__ADS_1
"Karena Lizard dan asistennya yang brengsek itu telah berani membuatku di pecat dari kepolisian dan menjebloskan ku ke lapas ini"
Laura tersenyum tetapi ia menyimpan kecurigaan bahwa salah satu alasan Nicolas menghancurkan Lizard adalah karena Lily.