Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 209


__ADS_3

Siang itu Zivana mengajak Celine bicara berdua. ia harus mengakhiri dinding beku antara Celine dan River.


"Celine kau sudah menandatangani perjanjian denganku, jadi aku harap kau menepatinya"


"Tentu saja" kata Celine angkuh.


"River memang pria yang keras, dingin tapi percayalah suatu saat ia akan mencintaimu lebih dari ia mencintai ku"


Celine menoleh menatap Zivana yang duduk santai di sampingnya. ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita itu. Celine baru melihat ada seorang istri yang begitu kekeh menikahkan suaminya dengan wanita lain hanya demi mendapatkan keturunan.


"Zivana kenapa kau egois? bukankah River sangat mencintaimu? yah paling tidak itu yang aku lihat. kenapa kau begitu berambisi memiliki keturunan sampai harus mengorbankan pernikahan kalian?!"


"Nanti kau akan mengerti Celine" kata Zivana dengan mata berkaca-kaca.


Celine pergi ke ruang tengah setelah selesai bicara dengan Zivana. ia melihat ruangan itu sepi. Celine beranjak ke ruang kerja River ia ingin mencari informasi yang bisa membuat River mati kutu.


Celine membiarkan ruangan kerja River gelap dengan tidak menyalakan lampu. jadi sewaktu-waktu River datang ia bisa segera bersembunyi.

__ADS_1


Celine memulai dari laci meja kerja River. disana penuh dokumen kerja yang sepertinya penting. di ruangan gelap Celine tidak mungkin membaca satu persatu dokumen itu. akhirnya Celine memberanikan diri menyalakan laptop milik River.


Tapi laptop itu tidak bisa dinyalakan, Celine mencoba mengutak atik agar benda itu bisa di nyalakan. ia harus tahu informasi di dalamnya tentang River.


"Apa yang kau lakukan disini?!" sebuah suara yang serak dan khas membuat jantung Celine hampir terhenti. ia menoleh ke belakang River berdiri tepat di belakangnya. Celine tidak menyadari sejak kapan pria itu ada disana.


"Aku...aku..."


River mencengkram tangan Celine mendorong tubuh Celine hingga membentur pinggiran meja.


"River aku...hanya kebetulan berada disini aku penasaran dengan ruangan ini" kata Celine berkilah.


"Apa kau pikir aku percaya dengan mu dokter?!" River mendekatkan wajahnya ke wajah Celine. jemarinya membelai kulit wajah Celine yang halus.


Celine merinding saat tangan River menyentuh kulitnya.


"Jangan berani menyentuh ku!" Celine menangkis tangan River dengan kasar. itu membuat River semakin gemas pada wanita cantik di hadapannya.

__ADS_1


"Kau dan istrimu sama gilanya! dengar aku tidak akan Sudi kau sentuh meski kita sudah menikah!" kata Celine tegas tanpa rasa takut.


River menjambak rambut Celine, rasanya ia ingin menggigit leher Celine saking kesalnya dengan gadis lancang itu.


"Kalau bukan karena istriku aku juga tidak sudi dengan wanita manja seperti dirimu! kita lihat saja nanti apa yang bisa aku perbuat padamu gadis terhormat!" kata River mengejek Celine yang memang selalu bertingkah sok princess dan paling terhormat. River menarik pinggang Celine hingga tubuh keduanya saling bersentuhan dan tidak berjarak.


Celine mendorong dengan kasar dada River agar memberi celah diantara tubuh mereka.


River kembali tersenyum sinis. ia masih belum melepaskan Celine.


"Kau bisa menjadi dokter bukan karena kehebatan mu tapi karena keluargamu! apa kau masih ingat apa yang kau lakukan pada adikku?!".


"Tidak River, sudah aku bilang aku tidak membunuh Don di meja operasi. adik mu mengalami komplikasi jadi kondisi nya memang sulit saat itu"


"Berhenti mencari alasan! bagiku kau yang paling bersalah atas kematian Don! lihat saja apa yang bisa ku perbuat padamu"


Celine mendorong kasar tubuh River, ia berjalan pergi meninggalkan ruangan kerja River menuju kamarnya. Celine mulai mengeluarkan ponsel pemberian Maxime tadi siang.

__ADS_1


Celine mengetik nama River Vanares di kolom pencarian. foto River terpampang beserta penjelasan panjang lebar tentang pria itu.


__ADS_2