Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 93


__ADS_3

Lizard terlihat panik sejak tadi ia berjalan mondar mandir tidak jelas.


"Tim siapkan dirimu sepertinya aku akan melepas tambang kita"


"Tapi tuan...."


"Lily lebih penting di banding tambang itu"


"Apa tidak ada cara lain tuan?"


"Jika ada pilihan lain aku sudah melakukannya Tim, kau lihat si licik Nicolas memasang peledak di tubuh istriku"


"Kalau begitu saya akan buatkan surat palsu untuk tuan tandatangani. kita bilang ke Nicolas jika dokumen penyerahan itu resmi dan asli juga berkekuatan hukum"


"Tapi..." Lizard sedikit ragu karena ide Tim cukup berbahaya. Jika Nicolas sampai tahu nyawa Lily taruhannya.


"Tuan apapun pilihan yang akan tuan pilih, kita tetap menghadapi resiko berbahaya. semakin lama dokter Lily di sandera di sana akan semakin berbahaya"


"Kau benar sekali Tim, baiklah ayo kita beraksi!"


Tim mengangguk mantap. ia segera mempersiapkan dokumen palsu untuk penyerahan tambang milik Lizard.


🌵🌵🌵


Nicolas duduk di hadapan Lily, membuka plester yang membungkam mulut Lily.


"Makan dulu Lily" kata Nicolas sembari menyuapi Lily.


Lily tak mau membuka mulutnya ia berpaling tidak mau memandang wajah Nicolas. air mata meleleh di pipi Lily.


"Tidak Lily jangan menangis, ini bukan salahku tapi salah Lizard. kau tahu dia pecundang buktinya ia tidak segera menyerahkan tambangnya padaku untuk keselamatan mu"

__ADS_1


Lily tetap diam, tidak mau memandang Nicolas.


"Lily jangan sampai kesabaran ku habis, cepat makan!" bentak Nicolas.


Nicolas kembali duduk di hadapan Lily. ia mencoba menyentuh wajah Lily.


"Aku kecewa pada mu Nic...." kata Lily lirih.


"Tidak Lily....jangan bicara begitu"


"Kau lebih dari saudaraku tapi lihatlah karena keserakahan mu terhadap harta dan kekuasaan Lizard kau bisa berbuat seperti ini padaku"


"Lily dia lebih dulu yang membuat masalah dengan ku! dia merebut mu dariku!"


"Lizard tidak pernah merebut ku dari siapapun. kau juga bukan kekasih ku tapi aku menganggap mu seperti saudaraku. Lizard tidak tahu apa-apa ia hanya di jodohkan dengan ku"


"Lily......" Nicolas kehabisan kata-kata meyakinkan Lily tentang perasaannya selama ini.


"Nicolas!!! keluar!" teriakan itu sangat Laura kenal.


Itu Lizard!


"Oh cepat sekali kau kemari? apa sudah kau putuskan untuk menyerahkan tambang mu pada ku?" Nic tertawa menyeringai menantang Lizard.


"Tim..." Lizard memanggil Tim yang berdiri di belakangnya. Tim menyerahkan dokumen pertambangan pada Nicolas.


"Laura sayang periksa dokumen itu asli atau palsu" kata Nicolas sembari menodongkan senjatanya pada Lily yang sedang terduduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat serta mulut di lakban.


Lizard sengaja tidak memandang Lily karena ia selalu tidak berdaya jika melihat Lily tersiksa.


Laura membolak balik dokumen di tangannya. ia tersenyum memandang Lizard penuh arti.

__ADS_1


"Nic bagaimana jika aku saja yang memegang senpi itu dan kau urus mereka. dokumen itu palsu" kata Laura mengambil alih senpi dari tangan Nicolas.


"Beraninya kau Lizard! aku tidak akan memberimu pilihan lagi sekarang!".


Lizard dan Nicolas terlibat perkelahian. sementara Tim melawan anak buah Nicolas yang tiba-tiba berdatangan dari pintu belakang.


Sial rupanya dia sengaja menyembunyikan anak buahnya dan membuat ku sibuk secara tiba-tiba untuk melawan mereka. -Tim-


Perkelahian tidak terhindarkan. Nicolas dan Lizard saling pukul, saling tendang dan saling melukai.


Semua terhenti ketika Laura menembakkan senpinya ke udara yang berhasil membuat semua terkejut dan memandang ke arahnya.


"Bagaimana jika peluru ini aku tembakan pada nya?!" Laura menodongkan senjatanya pada Lily.


"Laura jangan sayang" kata Nicolas membujuk Laura.


"Laura,... Lily tidak bersalah, kau jangan menyakitinya" kata Lizard cemas.


"Hahaha! kalian berdua memang pria bod*h, kalian memperebutkan dia? apa istimewanya wanita ini?" tanya Laura sedih.


"Nicolas aku tahu kau hanya memanfaatkan ku untuk mendapatkan wanita ini bukan?! apa kau pikir aku tidak tahu kau setengah mati menyukainya?"


"Tidak Laura, aku mohon" Nicolas mengiba. jika ia menodongkan senjata pada Lily jelas itu hanya menggertak Lizard tapi jika Laura yang memegang senjata ia pasti benar-benar akan mencelakai Lily.


"Laura...." Lizard mencoba menenangkan Laura yang kehilangan kendali.


"Silahkan berunding bagian mana yang harus aku lukai lebih dulu. wajah manisnya? tangan atau kaki atau mana?" tanya Laura sambil setengah tertawa meremehkan Lizard dan Nicolas.


"Lihat dirimu Lily kau seperti selebriti sampai kedua pria itu memperebutkan mu seolah tidak ada wanita lain di dunia ini. keberadaan mu membuatku muak Lily!"


Laura bersiap menarik pelatuk, Lizard dan Nicolas sampai bingung harus bagaimana. jarak mereka sekitar tiga meter dari Lily dan Laura berada. jika Lizard berlari mendekat pasti Laura benar-benar menarik pelatuknya.

__ADS_1


__ADS_2