Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 91


__ADS_3

"Kenapa lama sekali kau melakukan pekerjaan mu!" Eric membentak Nicolas dengan geram.


"Jangan berani mengaturku tuan kecil, aku biasa memerintah bukan di perintah! aku tahu saatnya kapan aku harus beraksi!" kata Nicolas tak kalah geram.


Laura sedang bersembunyi mendengarkan pembicaraan Eric dengan Nicolas.


"Hari ini Lily bersenang-senang dengan anak kembarnya yang lucu, kenapa kita harus mengganggu kesenangannya? biarkan saja dulu" Nicolas menyeringai.


"Terserah padamu! tapi aku ingin kau secepatnya memberi pelajaran pada kak Lizard!"


"Pasti dokter Eric kau tenang saja, tanpa kau minta pun aku akan memberikan pelajaran pada kakak mu yang sialan itu!"


Nicolas sudah mempersiapkan tempat untuk menyekap Lily nanti. ia akan meminta tebusan yang besar pada Lizard yaitu area pertambangan Lizard.


🌵🌵🌵


Sekembalinya dari taman safari semua segera beristirahat karena kelelahan terutama Lizard.


Zack dan Bella sudah di urus oleh suster Ana dan suster Silvi giliran dokter Lily mengurus suaminya yang seperti anak kecil itu.


"Ini minumlah" Lily menyerahkan segelas minuman hangat pada Lizard yang tengah berbaring di sofa kamar.


Lily membuka pintu balkon sehingga udara masuk ke dalam kamar. belum terlalu sore jadi mata hari belum tenggelam dan menyisakan semburat hangat.


"Kau senang?" Lizard menarik Lily berbaring di atas tubuhnya yang kekar.


"Hmm tentu saja aku senang, apa kau juga senang?"


"Tidak..."


Lily menarik hidung mancung Lizard.


"Hei sayang aku hanya bergurau, hari ini adalah hari terindah dalam hidupku kau tahu?" kata Lizard sembari tersenyum memandang Lily.


"Mungkin kita harus sering berlibur bersama seperti tadi"


"Iya tapi siapa yang mencari uang kalau aku berlibur terus?" Lizard menahan tawanya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kau mencari uang biarkan aku dan anak-anak yang berlibur"


Lizard tertawa sembari menarik leher Lily dan mencium Bibir Lily dengan gemas.


"Permisi tuan"


"Tim? bukankah tadi kau sudah pulang?" Lizard mendongakkan wajahnya memandang Tim yang berdiri tidak jauh dari sofa.


"Ada yang perlu saya beritahukan tuan"


Lizard menurunkan Lily dari atas tubuh nya. ia berjalan mendekati Tim.


"Ada apa?" Lizard membaca gelagat yang tidak beres dari asistennya.


"Mes karyawan kita di pertambangan di bakar orang tuan"


"Apa maksudmu?!" Lizard menarik kerah kaos polo yang di kenakan Tim.


"Siapa yang berani membakar Mes karyawan kita?!"


Tim sedikit berbisik pada Lizard. Lily tidak bisa mendengar yang Tim bicarakan.


Lizard meraih jaket kulitnya dan tak lupa senpi yang sudah terisi amunisi dengan penuh ia selipkan di pinggangnya.


"Siapkan mobil pribadi ku" kata Lizard sembari berjalan keluar dari kamar. ia bahkan lupa berpamitan pada Lily.


"Lizard!" Lily berlari mengejar langkah Lizard menuju garasi.


"Lily kau istirahatlah, aku akan pulang malam tidak perlu menungguku" Lizard mengecup kening Lily lalu menaiki mobil sportnya dan melaju pergi.


Tim mengejar dengan mobilnya di belakang Lizard.


Sebenarnya ada apa? kenapa Lizard terlihat sangat marah dan terburu-buru?


Lily kembali ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.


Ponsel Lily berdering ada nomor tidak di kenal tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


"Selamat sore dokter Lily?"


"Iya ..ini siapa?"


"Tuan Lizard sedang dalam bahaya, ia membutuhkan mu sekarang bisakah kau segera kemari"


"Lizard kenapa?! dimana Timoti?!"


"Orangku akan menjemputmu jadi bersiaplah untuk menemui tuan Lizard, ia terluka"


"Dimana lokasinya aku akan segera kesana!"


Lily berganti baju dan menyambar tasnya. Ia bergegas keluar rumah. sebuah mobil berwarna hitam telah menunggunya.


"Dimana Lizard?! apa dia baik-baik saja?!"


"Masuklah dokter aku akan membawamu bertemu tuan Lizard"


"Tapi Diaman Tim?!"


"Nanti anda akan menemui tuan Lizard DNA Tim di lokasi"


Tanpa pikir panjang Lily bergegas memasuki mobil itu. Ia tidak mengenal siapa yang mengemudikan mobil dan siapa yang menelpon nya tadi. saat ini ia hanya mencemaskan Lizard.


Sementara Lizard dan Tim tiba di wilayah tambang mereka. api sudah berhasil di padamkan.


Lizard terdiam sejenak, mes karyawan bukanlah sesuatu yang besar dan penting untuk bisa menghancurkannya.


Pasti ini jebakan! sial!


"Tim telepon Lily" kata Lizard yang bergegas keluar dari area pertambangan yang luas.


"Ponsel dokter Lily tidak aktif tuan"


"Brengsek! ini pasti jebakan!"


"Jebakan?!" Tim terkejut ia juga baru menyadari jika mungkin saja seseorang sengaja membakar mes untuk mengecoh Lizard.

__ADS_1


__ADS_2