
Celine sedang sibuk mencari-cari kejahatan River untuk bisa menyeretnya kedalam bui. Ia dendam sekali dengan pria itu. Harga diri Celine, reputasinya dan VC hospital tercoreng gara-gara fitnah River tentang kematian Don.
Di sela emosinya yang menggebu, Celine merasakan kerongkongannya kering. Ia bergegas keluar dari kamarnya untuk mengambil minum. Saat melewati kamar River dan Zivana tidak sengaja Celine mendengar suara ******* dari dalam ruangan itu.
Dasar mesum!
Tidak di pungkiri pikiran Celine jadi liar gara-gara suara yang ia dengar tadi. Pikiran nakalnya berkelana membayangkan otot sempurna di tubuh River.
Bodoh! Apa yang kau pikirkan Celine?!
Celine melihat botol air mineral di atas meja makan. Ia langsung meraihnya dan meneguknya hingga tersisa sedikit. Air itu bisa mengobati dahaga Celine ia lekas kembali ke kamarnya.
Tidak berapa lama Celine marasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Ia merasa panas dingin di sekujur tubuhnya. Wajahnya memerah seperti orang mabuk dan pikirannya semakin kacau membayangkan adegan tidak senonoh.
Apa yang terjadi kenapa dengan ku?!
Celine menyibakkan rambutnya dan mengusap lehernya sendiri sembari memejamkan matanya. ada kenikmatan menjalari tubuhnya saat ia menyentuh lehernya.
Wajah River yang tampan terbayang di benaknya. Ia semakin gila dan menjadi-jadi. Tidak berapa lama pintu kamar Celine seperti di buka paksa. Dua orang pria menyeretnya keluar dari kamar sembari membekap mulut Celine.
"Hmmmphhh!" Celine mencoba berontak dan ia sempat menendang pintu kamar River dengan sebelah kakinya.
__ADS_1
Celine di bawa ke ruang rahasia oleh dua orang pria yang sepertinya adalah anggota Loco. mereka tertawa melihat Celine menahan diri akibat air yang tadi ia minum.
"Hai cantik bagaimana rasanya meminum air campuran obat perangs*ng?" tanya salah seorang dari mereka.
Obat perangs*ng?!
Celine kini paham apa yang terjadi pada dirinya. Jika obat itu bereaksi tidak ada penawar lain kecuali...
"Bagaimana jika kami saja yang menjadi penawar obat itu? Tuan River tidak peduli padamu. Dia sangat mencintai istrinya jadi ia tidak akan mau menyentuh mu!" tawa kembali pecah membahana di ruang rahasia itu.
Beberapa dari anggota Loco sudah mengincar Celine sejak ia menjadi tawanan River. Wajahnya yang sangat cantik dan sikapnya yang angkuh serta berani dengan River itu membuat Celine begitu menggoda anggota Loco lainnya.
"Tidak aku mohon jangan menyentuh ku!" Celine menjerit saat kaki jenjangnya di usap salah satu pria itu. Ia meronta menangis tapi tubuhnya bereaksi lain.
Suara pukulan yang keras terdengar, dua orang pria dihadapan Celine langsung tumbang tidak bergerak. River berdiri di hadapan Celine sekarang dengan wajah marah.
River menggendong paksa Celine yang terus berontak karena tidak mau River menyentuhnya.
"Diam!" bentak River sembari melepaskan Celine ke atas ranjang dengan kasar. ia setengah membanting tubuh Celine di atas ranjang itu.
"Auh sakit!" protes Celine. Ia yang masih dalam pengaruh obat itu segera mendekati River dan menggigit lengan River.
__ADS_1
"Hei ada apa dengan mu dokter? Kau baik-baik saja?" River terlihat cemas. ia tahu jika anak buahnya tidak sempat menyentuh Celine tapi melihat reaksi Celine sepertinya gadis itu mengalami sesuatu yang janggal.
"Kenapa ruangan ini jadi panas sekali?!" Celine melepas baju atasannya dan melemparkan tepat ke wajah River.
Kulit Celine yang mulus sekarang terpampang di depan mata River.
"Sudah hentikan!" River meraih selimut mencoba menutupi tubuh Celine.
"Minggir!" Celine terus memberontak bola mata birunya terkesan sayu dan kedua pipinya terlihat memerah.
Celine mendekati River lalu memeluknya dengan erat. Sekuat tenaga River menahan dirinya untuk tidak berbuat apapun pada Celine.
River mendorong kasar tubuh Celine hingga terjatuh di ranjang. Rok yang di kenakan Celine tersingkap membuat mata River terbelalak. Ia segera mengalihkan pandangannya.
"Tunggu disini aku akan membuatkan segelas susu hangat untuk mu" River pikir susu akan bisa menetralkan obat perangs*ng yang tidak sengaja Celine minum.
Baru beberapa langkah River hampir berjalan keluar kamar Celine, gadis itu sudah memeluknya dari belakang. Celine menarik kaos hitam yang di kenakan River hingga robek.
"Dokter kendalikan dirimu!"
"Kenapa? Bukankah kau tadi bersenang-senang dengan Zivana? Bukankah aku juga istrimu lalu kenapa kau tidak memberikan hak ku?!" Dengan berani Celine melayangkan protesnya.
__ADS_1
Sekuat diri menahan godaan, River adalah pria normal yang juga memiliki hasrat tinggi. Apa lagi melihat wanita cantik di hadapannya bertingkah di luar kendali. River mengunci kamar Celine dari luar lalu pergi ke dapur untuk membuat segelas susu hangat.
"Ayolah minum ini" kata River sembari menyerahkan segelas susu pada Celine. tanpa protes Celine meminumnya. dalam hitungan menit Celine terlihat lebih tenang. ia mulai memejamkan matanya lalu tertidur.