Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 176 Penculikan Emma


__ADS_3

Vegas mencoba menelpon ke ponsel Emma beberapa kali tapi tidak ada jawaban bahkan sekarang ponsel itu dimatikan. wajah Vegas terlihat sedikit cemas. ia melepas jas putihnya dan bergegas meninggalkan rumah sakit. Kinn menunggu di mobil untuk menjemput Vegas.


"Cepat Kinn kita pergi menyusul Emma dia sedang berada di tempat sepupunya"


"Baik tuan, apa terjadi sesuatu? anda terlihat cemas?"


"Ponsel Emma tidak bisa ku hubungi sejak tadi, aku khawatir tempat itu jauh dari keramaian"


Vegas merasa terjadi sesuatu, ada yang tidak enak di pikirannya.


Setibanya di kabin benar saja tempat itu sudah kosong dan acak-acakan. Vegas menemukan ponsel Emma tergeletak pecah seperti sengaja di rusak oleh seseorang.


"Sial aku terlambat!" umpat Vegas kesal.


***


Di tempat lain di sebuah hotel seorang pria hidung belang sedang melakukan check in dengan seorang wanita yang ia pesan secara online. saat berjalan menuju kamarnya pria itu terkejut karena yang berada di dalam ruangan itu adalah segerombolan pria. belum usai dengan rasa terkejutnya pria itu di hantam kepalanya dengan botol kaca hingga botol itu pecah. lalu seorang dari gerombolan itu menyeretnya keluar hotel dan membawanya dengan mobil.


Di tempat asing yang terkesan kumuh Emma membuka matanya kepalanya terasa pening karena tadi ia di pukul hingga pingsan. Emma mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. ia di Tawan di sebuah penjara kecil.

__ADS_1


"Tidak! dimana aku?!" Emma panik mencari sosok Anna yang tidak ada di sampingnya.


"Anna?!"


"Emma aku disini!" Anna rupanya berada di penjara yang terletak berhadapan dengan tempat Emma di sekap.


"Emma aku takut.." kata Anna lirih sembari memegang kuat jeruji di hadapannya.


Tidak berapa lama datang segerombolan orang menyeret tubuh seorang pria. mereka memasukan pria itu ke dalam penjara sambil tertawa-tawa senang. pria itu adalah pria hidung belang yang mereka kerjai saat di hotel tadi.


Pandangan Emma tertuju pada seorang dokter mengenakan jas putih nampak berdiri memandang satu per satu tawanan disana termasuk Emma dan Anna. Sang dokter tertawa puas karena korban mereka terlihat sehat dan bugar.


Emma memundurkan langkahnya tubuhnya gemetar tapi ia tetap terdiam menunggu apa yang akan dokter itu lakukan padanya.


Si dokter memeriksa kondisi mata Emma dan denyut nadi Emma. lalu menempelkan stetoskop di perut Emma. dokter itu nampak mengangguk senang.


"Rawat dia dengan baik, dia akan mendatangkan pundi-pundi uang yang besar untuk kita" kata si dokter gadungan itu.


Detik itu Emma menyadari bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. peringatan Vegas kemarin terbukti benar. Emma di sekap dan akan menjadi korban kejahatan para kriminal itu.

__ADS_1


Vegas! tolong aku!


Dari pintu sel Emma dan Anna saling pandang ketakutan. akan tiba giliran dimana mereka yang akan menjadi korban. keduanya hanya bisa ketakutan dan menangis sembari berpikir cara untuk keluar dari neraka itu.


Sementara itu Vegas di temani Kinn pergi ke markas David.


Vegas menarik senjatanya yang terselip di pinggangnya. ia berhadapan dengan David saling todong senjata satu sama lain.


"Dimana Emma!" teriak Vegas marah.


"Emma?! siapa? aku tidak tahu!" kata David.


"Aku yakin kau tahu di mana dokter Emma berada, aku melihat kau memberikan selembar cek padanya!"


"Oh maksudmu psikolog forensik yang cantik itu? ya aku memang menawarinya selembar cek dengan nominal fantastis tapi dasar pembangkang di malah kekeh menolak tawaranku! tapi aku sungguh tidak tahu dimana dia berada!"


Vegas melihat kesungguhan di mata David. sesama kriminal akan tahu di saat lawan berbicara jujur atau berbohong.


Vegas berbalik di ikuti Kinn yang hampir berjalan pergi.

__ADS_1


"Aku rasa kau harus segera mencarinya siapa tahu dia jadi korban penculikan! kau tahu sendiri bukan sekarang sedang marak penjualan org*?!" David menyeringai memperingatkan Vegas akan kemungkinan bahaya yang sedang Emma hadapi.


__ADS_2