Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 22


__ADS_3

Tuan Rud mengundang Lizard dan Lily untuk makan malam bersama. Sekaligus ingin merayakan ulang tahun mendiang ibu Lizard.


Malam itu adalah momen yang tergolong langka karena si kakak beradik Lizard dan Eric duduk satu meja meski hanya saling diam.


"Ah Lily kau pasti baru pertama kali melihat foto ibu Lizard, Eric dan Meri" kata Tuan Rud dengan senyum mengembang menunjukan sebuah foto wanita cantik dengan bingkai keemasan berukuran besar.


Lizard dan Eric masih sama hanya terdiam.


"Sungguh cantik ..." Kata Lily yang benar-benar mengagumi paras wanita di dalam foto itu.


Sekarang Lily mengerti dari mana ketampanan Lizard dan Eric serta kecantikan Meri. Mereka bertiga adalah perpaduan sempurna tuan Rud yang warga asing dan nyonya Rud warga campuran lokal dan asing.


"Iya dia juga seorang dokter sama seperti dirimu Lily...Lizard pasti menyukai dirimu Karen kau mirip dengan ibunya"


Mirip?! apanya yang mirip? Mamaku wanita sungguhan dan Lily itu wanita jadi jadian yang tidak takut tikus dan hal menggelikan lainnya ...! batin Lizard kesal.


Eric melirik Lily, sebelum ia akan beranjak pergi.


"Eric! Tetap di kursi mu!" Suara tuan Rud terdengar tegas pada Eric.


Dengan wajah jengah Eric kembali duduk berhadapan dengan kakaknya yaitu Lizard.


"Lily kemarilah, papa ayo kita mulai makan malamnya" kata Meri yang sudah paham situasi mulai memanas antara Lizard dan Eric.

__ADS_1


"Baiklah, ayo Lily kita makan bersama"


Lily duduk di samping Lizard dan menikmati makan malam dengan senang. Ia banyak mengobrol dengan ayah mertua dan adik iparnya. Kedua pria muda di meja itu sepertinya tidak peduli dan sudah tidak tahan duduk bersama.


"Eric kalau kau apa hobi mu?" Tanya Lily yang sedang mengobrol kan hobi dengan Meri dan tuan Rud.


Eric hampir tersedak makanannya saat Lily bertanya padanya. Lizard mendelik ke arah Lily.


Apa maksud gadis bodoh ini?! Apa dia sengaja beramah tamah dengan Eric!


Lizard yang kesal segera meletakkan sendok nya dan meraih gelas air putih di hadapannya.


"Hobi? Apa itu hobi?" Kata Eric meledek Lily.


"Dia bertanya pada mu, jawab saja jika kau pengangguran dan hobi mu membuat masalah!" Lizard menyahut dan suasana mulai memanas.


Eric kini terlihat sangat marah dia langsung pergi meninggalkan acara makan malam itu.


"Sudah Lily jangan kau ambil hati, kak Eric memasang seperti itu jika bertemu kak Lizard" kata Meri santai. Ia sudah terbiasa dengaan perkelahian Lizard dan Eric.


"Oh ya kalian menginap saja di sini, kalian bisa bermalam di kamar Lizard dulu" kata tuan Rud.


"Iya kamar kak Lizard masih rapi seperti sedia kala, setiap hari di bersihkan oleh pelayan" tambah Meri.

__ADS_1


"Baiklah kami akan menginap" kata Lily spontan dengan tawaran itu. Lizard terkejut tapi tetap diam.


Itu tandanya kita akan sekamar dan kau jangan bermimpi dokter untuk bisa tidur di ranjang! Kau tidur di lantai! Ranjang adalah milikku....


"Baiklah kalian bisa beristirahat" Tuan Rud mengantarkan Meri ke kamarnya lalu pergi ke VC hospital karena ada pasien yang sedang membutuhkannya.


Kamar Lizard luas dan di desain serba berwarna cokelat dari cat dinding hingga lantai kayu yang berwarna cokelat tua.


"Tidak ada sofa di kamar ini?" Lily mengedarkan pandangannya ruangan itu hanya di isi satu buah ranjang berukuran sedang, lemari pakaian yang besar, kamar mandi dan meja tv.


"Makanya jangan sok tahu! Kau tidur di lantai malam ini!" Kata Lizard sembari membuka stelan jas dan kemejanya. Kini ia bertelanjang dada.


"Kau mau apa?!" Lily memalingkan wajahnya dari pandangan tidak senonoh di hadapan nya. Tubuh atletis dengan tato yang terlihat maskulin.


Lizard menyeringai, berjalan mendekati Lily.


"Kau takut? Atau kau tergoda?" Lizard memegang pergelangan tangan Lily.


"Ahhhh! Apa mau mu!"


"Sttt! Diam apa kau sudah gila? Kau bisa membuat Meri dan para pelayan terbangun!"


Lily terdiam sementara Lizard menuju kamar mandi.

__ADS_1


Lily segera mencuri momen itu untuk tidur nyenyak di atas ranjang.


Biarkan saja Lizard tidur di lantai, dia pikir tidak dingin kalau tidur di lantai! Rasakan kau Lizard...


__ADS_2