
Eric memandang Lily yang sedang bercerita seolah tanpa beban siang itu ia terlihat bahagia dan tertawa.
Kau terlihat senang sekali, pasti karena hubungan mu dengan Lizard sudah membaik...
Eric mendengarkan cerita Lily sesekali ia menimpali dan ikut tertawa bersama.
Lily terlihat sangat cantik saat sedang tertawa. wajahnya terlihat ceria dan bersinar. sejenak Eric terhipnotis dengan aura Lily.
"Eric..! Eric!" Lily sampai harus memanggil nama Eric beberapa kali karena pria itu terlihat melamun.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Lily memandang lekat wajah Eric yang mirip dengan sang kakak.
"Tidak ada, aku hanya senang saja melihat mu kembali ceria"
"Wow sejak kapan kau mempedulikan ku sejauh itu?"
"Sejak kak Lizard menyakitimu"
"Lizard hanya lupa karena itu ia tega menyakitiku, kalau ia tidak hilang ingatan aku yakin Lizard tidak akan melakukan hal bodoh padaku"
"Iya baiklah kalian memang pasangan serasi dan bodoh"
"Hei kau ini..." Lily mencubiti lengan Eric yang sedang memegang sendok sup.
"Hey Lily Awas! makanan ku bisa tumpah!"
Keduanya terlihat sangat akrab dan dekat. sampai mereka tidak sadar dari kejauhan ada yang sedang mengamati dan mengabadikan momen itu dengan kamera.
🌵🌵🌵
Lizard pulang larut malam ke rumah papa Rud.
Meri yang membukakan pintu karena yang lain sudah di kamar masing-masing.
"Hai anak manis" Lizard menyapa adik kesayangannya.
"Kak Lizard? kau baik-baik saja?" Meri terlihat senang melihat Lizard malam itu.
"Iya aku sudah tidak apa-apa"
__ADS_1
"Bagaimana dengan ingatan mu?"
"Ingatanku? sudah tidak masalah aku bisa mengingat mu"
"Berarti Kakak juga sudah mengingat Lily?"
"Ya sedikit" Lizard mendorong kursi roda Meri menuju ke kamar.
"Sekarang beristirahatlah, aku akan ke kamar ku"
Melihat wajah kakaknya yang lelah Meri tidak bertanya lagi. ia membiarkan Lizard menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.
Kamar Lizard yang dulu di rumah itu kini di tempati Lily dan anak-anak.
Lizard membuka pintu kamar perlahan takut membangunkan Zack dan Bella.
Lily tertidur di ranjang memeluk sebuah buku tebal. Lizard berjalan perlahan mendekati tempat tidur Zack dan Bella. ia memandangi kedua anaknya. kecupan mendarat di pipi Zack dan Bella.
Lizard beralih ke Lily yang terlelap, ia mengambil buku tebal dari pelukan Lily dan meletakkannya di atas meja dekat ranjang king size di kamar itu.
Lizard meraih bantal dan selimut. ia lalu berjalan menuju kamar Eric.
"Minggir aku mau tidur disini!" kata Lizard mendorong Eric yang tengah berbaring di ranjangnya untuk sedikit menyingkir.
"Kenapa kau tidak tidur dengan istrimu?!"
Lizard mengalah dan berjalan menuju sofa di sudut ruangan kamar Eric. disana ada sofa merah berukuran besar.
Lizard berbaring di sofa menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar.
"Kau tidak nyaman bersama istrimu sendiri?" ejek Eric sembari menarik selimutnya.
Lizard tidak mempedulikan ocehan adiknya. ia hanya diam lalu memejamkan mata dan tertidur.
Paginya Lily bangun lebih awal, ia melihat buku tebalnya di atas meja.
Apa Lizard pulang tadi malam? siapa yang memindahkan buku itu ke atas meja? tidak mungkin Meri, pasti Lizard.
Lily bergegas turun dari ranjang merapikan piamamya dan melihat anak kembarnya yang masih terlelap.
__ADS_1
Saat keluar kamar Lily berpapasan dengan Eric yang sudah rapi karena ia ada jadwal praktek pagi.
"Eric kau sudah mau berangkat?"
Eric hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Lily ia berlalu menuju meja makan. wajah Eric nampak kesal.
"Oh ya Lily bangunkan suamimu ia tidur di kamar ku" kata Eric sembari menunggu pelayan menyiapkan sarapan untuknya.
"Lizard tidur di kamar mu Eric?" tanya papa Rud yang juga sudah terlihat rapi pagi itu.
"Iya pa, aku rasa kakak sudah gila! dia memaksa tidur di kamarku. bahkan dia tidur di sofa semalaman"
Lily termenung mendengar ucapan Eric. berarti Lizard masih belum nyaman dengan keberadaannya.
"Lily bangunkan Lizard suruh dia sarapan" kata papa Rud.
"Baik pa"
Lily berjalan menuju kamar Eric untuk membangunkan Lizard. pria itu meringkuk di sofa tidak mengenakan kemeja. tubuhnya yang di rajah tato terlihat menakutkan.
"Lizard ..." Lily mengguncang perlahan bahu Lizard.
"Bangunlah sudah siang"
Lizard menggeliat dan menarik lengan Lily hingga Lily jatuh kepelukannya.
Lizard memeluknya dengan kuat seperti gemas.
"Lizard lepaskan! tulang ku bisa remuk!"
Disaat yang sama Eric masuk ke kamarnya untuk mengambil tas kerjanya. ia melihat adegan itu dan semakin muak dengan Lizard.
"Kau tadi malam memaksa tidur disini dan sekarang lihatlah apa yang kalian lakukan di kamar ku! sungguh menyebalkan!"
Eric menyambar tasnya lalu pergi. sementara Lizard terduduk dan memijat kepalanya.
"Kepala mu sakit?" tanya Lily.
"Sedikit, aku akan mandi dulu" kata Lizard menurunkan Lily dari atas tubuhnya dan berjalan pergi.
__ADS_1
"Kau mandi di kamar kita saja, akan ku siapkan air hangat untuk mu"
Lizard mengangguk setuju, ia berjalan ke kamarnya memandangi sejenak anak kembarnya yang masih terlelap sembari menunggu Lily menyiapkan air di bathtub.