
Timoti membawakan makan siang untuk Lily. Sesuai perintah Lizard Tim harus menunggu Lily sampai selesai makan.
"Silahkan dokter ini makanan kesukaan anda sup ikan pedas" Tim meletakkan nampan berisi satu porsi sup dan satu gelas jus buah segar dan camilan di atas meja kecil.
"Apa ini?" tanya Lily setengah mual.
"Sup kesukaan anda, tuan Lizard meminta chef Daniel untuk memasaknya langsung"
"Singkirkan Tim aku mual, aku ingin jus dan camilan saja" kata Lily. ia sendiri bingung kenapa tiba-tiba tidak berselera dan mual melihat makanan kesukaannya.
"Tapi dokter .."
"Hoekk!" Lily menahan muntah dan Tim segera membawa pergi makanan itu.
"Anda baik-baik saja?"
"Iya aku tidak apa-apa, mungkin hanya sedikit tidak enak badan saja"
"Saya akan memberi tahu tuan Lizard jika anda sakit"
"Tidak perlu aku tidak mau melihatnya"
"Kalau begitu biar saya memanggil dokter untuk anda"
"Tidak, aku baik-baik saja Tim" kata Lily sambil menahan mual.
Tim menelpon VC hospital untuk mengirimkan dokter ke rumah Lizard karena Lily sedang tidak enak badan.
Eric mengutus seorang dokter untuk ke rumah Lizard sekaligus meminta sang dokter memata-matai apa yang sebenarnya terjadi antara Lizard dan Lily.
Setelah menunggu setengah jam akhirnya dokter tiba di kediaman Lizard. Tim mengantarnya ke ruang bawah tanah dan membuka pintu kamar Lily.
"Hai nyonya Lily Van Camont" sapa dokter itu yang sebenarnya juga rekan kerja Lily di rumah sakit.
"Ah sudahlah jangan formal begitu, aku hanya sedikit tidak enak badan kau bisa memeriksa ku?"
"Tentu saja"
Dokter melakukan pemeriksaan seperti tensi dan denyut nadi.
__ADS_1
"Baiklah aku akan memeriksa perutmu apakah kau mengalami gangguan lambung"
Dokter memeriksa perut Lily, ia terdiam sejenak dan menatap wajah Lily yang pucat.
"Sejak kapan kau mengalami mual?"
"Baru beberapa hari ini"
"Lalu kapan terakhir kau mendapatkan menstruasi mu?"
Lily mencoba mengingat bulan ini ia belum datang bulan. Lily menutup mulutnya tidak percaya.
"Tidak mungkin!" teriak Lily hingga Tim yang berjaga di luar kamar masuk kedalam untuk melihat keadaan Lily.
"Ya aku rasa kau perlu memeriksakan dirimu ke spesialis kandungan dan aku tidak akan meresepkan obat apapun padamu sebelum kau berkonsultasi lebih lanjut"
Lily menutup wajahnya dan menggelengkan kepalanya. ia tidak percaya jika dirinya hamil.
Padahal hanya dua kali aku dan Lizard.....tapi kenapa aku hamil?!
"Baiklah Lily aku akan kembali ke rumah sakit, apa tuan Rud boleh tahu kabar bahagia ini?" tanya sang dokter.
"Tidak! jangan beritahu siapapun tentang kehamilanku. aku akan memastikan besok ke rumah sakit"
Timoti yang sedikit banyak menguping pembicaraan Lily dan dokter nya pun tahu jika bosnya akan memiliki anak dari Lily.
🌵🌵🌵
Drtttt....drtttt
Ponsel Lizard bergetar diatas meja. Ia mengabaikannya karena sedang meeting dengaan kliennya.
Selesai meeting Lizard memeriksa ponselnya ada enam panggilan tidak terjawab dari Timoti.
Wajahnya berubah cemas karena menebak mungkin sesuatu terjadi pada Lily.
"Ada apa Tim?" Suara Lizard terdengar sedikit cemas di telepon.
"Saya rasa dokter Lily sedang kurang sehat jadi apa anda akan pulang sekarang?"
__ADS_1
"Kau sudah memanggil dokter?"
"Sudah tuan"
"Lalu apa kata dokter?"
"Dokter mengatakan sepertinya dokter Lily...."
"Lily kenapa? kau jangan membuatku cemas!"
"Hamil..."
Hening tidak ada jawaban dari Lizard. malah Lizard mematikan teleponnya.
Lily hamil? apa benar dia hamil? hamil anakku? itu artinya aku akan jadi ayah?
Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Lizard. antara siap dan tidak siap ia menjadi seorang ayah.
"Bagaimana ini?" Lizard mengaduk rambutnya dengan gemas. ia tidak memprediksi sebelumnya tentang kehamilan yang akan terjadi pada Lily.
Lizard menyambar kunci mobilnya dan bergegas pulang. di perjalanan pulang Lizard sempat berhenti untuk merokok menghilangkan ketegangannya.
Tidak terpikirkan sebelumnya jika Lizard akan memiliki anak dari Lily. Bagaimana ia akan merawat anak dan membesarkannya serta mendidiknya semua belum ada di pikiran seorang Lizard Van Camont.
Selesai merokok Lizard kembali ke dalam mobilnya dan tak lupa mengunyah permen mint agar bau rokonya tidak tercium oleh Lily.
Lily akan selalu bawel dan mengomel jika aku bau rokok!
Setibanya di rumah Lizard bergegas menuju ruang bawah tanah dan menemui Timoti bukan Lily.
Lagi-lagi Lizard tidak bernyali bertemu dengan Lily.
"Bagaimana keadaan Lily?"
"Tuan bisa melihatnya langsung" kata Timoti sedikit heran.
"Emmm baiklah, buka pintu kamarnya"
Tim membuka pintu kamar dan dengan ragu Lizard masuk kedalam. hal pertama yang ia lakukan adalah memandangi Lily yang sedang duduk menyisir rambutnya.
__ADS_1
Lizard hanya diam ia belum berani bertanya apapun pada Lily. sementara Lily memasang wajah datar yang membuat Lizard semakin tidak bernyali untuk memulai pembicaraan dengan Lily.
Dasar pengecut, ayo Lizard ajak dia bicara ..dia adalah ibu dari anakmu nanti!