
Lomba pacuan kuda telah usai, sudah tentu Lizard pemenangnya. Jerry yang kalah taruhan dalam jumlah besar terpaksa menepi sesaat untuk memulihkan kembali kejayaannya baru setelah itu genderang perang akan kembali di tabuh.
Pagi itu Lily seperti biasanya sudah menyiapkan sarapan untuk Lizard dan anak-anaknya. posisi duduk saat makan sudah mulai di atur dengan baik. jagoan kecil si Zack duduk di samping daddy sementara si cantik Bella duduk di samping mommy dengan kursi makan mereka yang lucu.
"Ayo Zack lihat Daddy cara memakai sendok yang benar seperti ini" Lizard sedang mengajari Zack cara menggunakan alat makan yang benar.
Zack dengan celoteh lucunya dan gerakan yang masih sedikit kaku mengikuti sang ayah menyiapkan makanan ke dalam mulut dengan sendok dan berupaya makanan itu tidak tercecer di meja.
"Hebat jagoan, memang seperti itu caranya" Lizard mengusap rambut kemerahan Zack. anak itu benar-benar mewarisi fisik Lizard bola mata biru dan rambut sedikit pirang kemerahan.
"Princess kau sudah mahir menggunakan sendok itu? bagus sekali sayang" Lizard beralih ke putri kecilnya yang manja.
Lily tersenyum mengamati Lizard yang asyik dengan kedua anaknya sampai ia terlupakan. di hadapan musuhnya Lizard adalah pria yang garang dan di segani tapi di rumah ia begitu mengayomi.
"Sayang makanlah, apa aku perlu menyuapi mu?" Lizard memperhatikan Lily yang sedari tadi hanya memandangi suami dan kedua anaknya.
"Iya...iya aku akan habiskan makanan ini" jawab Lily sembari mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Oh ya sayang Eric cuti dua hari apa kau tahu ia liburan kemana?" tanya Lily setelah selesai makan.
"Aku tidak tahu dan tidak peduli dia kemana"
"Sayang kenapa kau begitu pada adikmu? aku dengar ia sempat di culik mafia?"
"Iya benar, mafia itu saja yang bodoh kenapa menculik orang merepotkan seperti Eric"
"Ah kalian selalu saja perang dingin, aku tidak mengerti"
"Dasi ku kurang rapi Lily, ayo rapikan" Lizard duduk di sofa menarik lengan Lily untuk duduk di atas pangkuannya. Lily merapikan dasi Lizard seperti biasa.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa merapikan dasi mu sendiri?"
"Kalau ada istriku kenapa aku harus bersusah payah?"
"Baiklah sudah siang nanti kau terlambat menghadiri sejuta meeting mu itu!" kata Lily sembari berdiri dari pangkuan Lizard.
"Lily sepertinya aku akan pulang terlambat"
"Hmm baiklah...aku akan tetap menunggu mu makan malam"
"Oke sayang" Lizard mengecup bibir Lily yang lama kelamaan berubah menjadi *******.
"Sudah sana cepat berangkat!" Lily mendorong dada bidang Lizard agar pria itu mundur dan menghentikan aktivitasnya.
Lizard terkekeh sembari menjauh dan berjalan menuju mobilnya. ia melambaikan tangan pada Lily yang mengantarnya sampai di depan pintu.
Pagi itu Tim tidak menjemput Lizard jadilah ia berangkat sendiri dengan mobilnya.
Sebelum menuju VC hospital Lily sempat mampir untuk membeli kopi latte dan cake kesukaannya.
Apa aku beli dua saja ya, siapa tahu Eric sudah masuk hari ini....
Lily memutuskan membeli dua cup kopi latte dan cake strawberry. ia sengaja akan memberikannya pada Eric karena kemarin Lily tidak sempat menjenguk Eric saat adik iparnya itu habis di culik.
Lily tiba di depan pintu ruang kerja dokter Eric Van Camont.
Tuk...tuk...
Tidak ada jawaban, Lily memutuskan membuka handel pintu.
__ADS_1
"Oh maaf!..." Lily terkejut mendapati seorang gadis ada di ruang kerja Eric. sepertinya mereka sedang berbicara sesuatu yang penting karena mata si gadis nampak sembab seperti habis menangis.
Wajah Eric langsung salah tingkah begitu melihat Lily datang.
"Nanti saja aku akan kembali" Lily segera keluar lagi dari ruangan Eric dan bergegas menuju ruang praktiknya.
Siapa gadis itu kenapa sepertinya ia bersedih? ....apa dia pacar baru Eric?
Lily menyesap kopi latte-nya dan bersandar di kursinya. satu jam lagi ia baru akan mulai praktik.
"Ada apa? kenapa tadi ke ruangan ku?" Eric tiba-tiba membuka pintu ruang praktik Lily dan mengangsur kursi lalu duduk di hadapan Lily.
"Ini untuk mu" Lily menyerahkan satu cup kopi yang masih panas dan sepotong cake"
"Hmmm kakak ipar kau mulai sayang padaku rupanya?"
"Hei enak saja aku akan selalu membenci mu!" kata Lily pura-pura ketus lalu keduanya tertawa. Eric menyesap kopinya tapi ia mendiamkan cake di hadapannya. ia sama halnya dengan Lizard tidak suka makanan manis.
Apa lagi di hadapannya sudah ada yang manis.
.
.
.
*
Maaf ya ,Thor baru bisa update karena Thor ada kesibukan lainnya.
__ADS_1
Terimakasih untuk readers yang sudah setia menunggu cerita tuan Lizard dan dokter Lily...🙏