Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 154 Tabir Mulai Terbuka


__ADS_3

Vegas tiba di mansion sudah larut malam. Ia menemui Sidney yang berada di kamar mereka. Vegas menutup pintu kamar dan menguncinya.


Sidney memalingkan wajah malas melihat Vegas. Ia sudah tertipu selama tiga tahu. Sidney baru tahu siapa Vegas sebenarnya.


"Kenapa sayang? Kau merasa tertipu oleh ku?" Vegas tertawa sembari berjalan mendekati Sidney.


"Kau kira kau bukan penipu?!" Vegas meraih dagu Sidney menatap mata istrinya itu dengan tajam.


"Kau tahu aku memang gila dengan kecantikanmu karena itu aku menikahimu! Aku pikir kau gadis lugu seperti wajahmu ternyata kau ular berbisa juga!" kata Vegas kesal.


Sidney tersenyum meremehkan Vegas. Ia menyingkirkan jemari Vegas dari dagunya.


"Bukankah aku hebat? Penjahat kelas kakap sepertimu bisa juga tertipu oleh ular berbisa sepertiku?!" tantang Sidney


"Lalu apa mau mu?" Vegas meradang mendorong tubuh Sidney hingga jatuh ke atas ranjang. Ia menindih drngan kasar sembari mencengkram kedua pergelangnan tangan Sidney.


"Aku ingin kita mengakhiri semua kepalsuan ini!" Sidney menendang perkakas Vegas dengan lututnya. Ia mengeluarkan jurus beladiri yang mumpuni yang ia miliki.


Vegas memejamkan matanya menahan nyeri di bawah sana.

__ADS_1


Sial! Kenapa dia menendang di bagian bawah sana?! Bisa-bisa masa depan ku terancam!


"Jangan mimpi sayang! Aku tidak akan membiarkan mu lepas begitu saja dariku!"


Keduanya kembali bertengkar hebat, baku hantam tanpa senjata. Darah segar mengalir dari hidung Sidney. Ia mengusapnya dengan pergelangan tangannya dan kembali maju untuk menendang perut Vegas.


Vegas yang melihat Sidney sudah kewalahan menghadapi dirinya akhirnya mengalah karena tidak tega. ia hanya terdiam saat Sidney melampiaskan amarah dengan menendang perutnya yang rata.


Tuk...tuk...!!


Pintu kamar di ketuk disaat yang tidak tepat sehingga membuat Vegas dan Sidney menghentikan kegilaan mereka.


"Maaf tuan ada sesuatu yang sangat penting"


"Memang apa yang lebih penting dari rumah tanggaku yang di ujung tanduk ini?!"


"Rumah tangga nada nanti saja tuan, ini sangat urgent!" tidak ada asisten yang sebenari Kinn di dunia ini. Ia bisa dengan segampang itu menyela big bosnya.


"Maafkan aku sayang tapi sepertinya aku harus mengakhiri keseruan ini" kata Vegas sembari mengusap wajah Sidney dengan lembut. Wanita itu menangkis tangan Vegas dengan kasar. Itu semakin membuat Vegas gregetan dan tidak sabar untuk mengajak istrinya bertempur semalaman.

__ADS_1


"Cepat tuan!" Kinn kembali mengingatkan Vegas dari balik pintu kamar yang masih tertutup.


"Iya cerewet! Rasanya aku ingin memecatmu dan menggantimu dengan robot buatan saja. Mereka tidak cerewet sepertimu Kinn!"


Kinn membiarkan Vegas terus mengomel hingga keduanya tiba di ruang bawah tanah. Seorang pria duduk di kursi kayu dengan tangan dan kaki terikat kuat. Wajah pria itu di tutup karung hitam dan mulutnya juga tersumpal kertas. Anak buah Vegas berdiri mengelilingi pria malang itu yang menjadi sandra mereka.


"Siapa dia?" tanya Vegas.


"Dia terlibat dengan pembunuhan anak buah anda akhir-akhir ini tuan!" kata Kinn, ia menyibak karung hitam yang menutup wajah pria asing itu serta membuka sumpal di mulutnya.


"Hmmm menarik sekali, jadi kau yang sudah mengganggu ketenanganku?" Vegas mengamati wajah pria Asia itu. selama ini ia tidak berurusan dengan orang Asia.


"Siapa kau?! Jawab!" Vegas meninggikan suaranya, ia meraih pistol yang terselip di pinggangnya dan menempelkan ujung pistol itu di kening pria asing itu.


"Aku pelaku yang sudah membunuh anak buahmu!" jawab pria itu sambil terkekeh memancing amarah Vegas.


Jemari Vegas hampir saja menarik pelatuk pistolnya tapi Kinn segera menahannya.


"Tenang tua Vegas, saya rasa dia hanya di suruh pasti ada dalang dibalik semua kejadian ini dan yang jelas dia bukan orang sembarangan tuan"

__ADS_1


"Kau benar, kalau begitu korek informasi dari kacung ini sampai dapat! Jika dia tidak mau buka mulut bawa dia ke kandang peliharaanku hidup-hidup!" kata Vegas sembari berjalan pergi meninggalkan ruang bawah tanah. Ia tersenyum memiringkan sudut bibirnya saat melalui sebuah meja besar. Vegas tahu Sidney menguping dan bersembunyi di balik meja itu sejak tadi.


__ADS_2