Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 161 Misi 1


__ADS_3

Kinn menemui Luke di perusahaan multi internasional milik Luke. Dengan seenaknya Kinn melepaskan tembakan ke kanan dan ke kriri, ke depan dan ke belakang menembak satu persatu anak buah Luke yang akan melukainya.


Kinn berjalan tenang dan santai menuju ruang kerja Luke yag dindesain kedap suara.


"Keledai itu tidak akan mendengar keributan di luar ruang kerjanya! Dasar bodoh!" maki Kinn sembari menembak dan menendang pintu ruang kerja Luke yang terbuat dari kaca tebal tidak tembus pandang dan juga anti peluru.


"Kau?! Siapa kau kenapa bisa masuk ke perusahaanku?!" Luke terlihat panik. Ia bangkit dari tempat duduknya meraih senjata di laci meja kerjanya.


"Kalau jadi bos jangan dungu! Kau tahu anak buahmu sudah aku habisi di luar dan kau berada di ruangan ini kedap suara enak-enakan bersantai! Seharusnya aku meledakkan perusahaanmu dari loby saja agar aku tidak perlu bekerja keras menghabisimu!"


"Siapa kau?!" Luke dengan panik menembak ke arah Kinn. Tembakan mengenai perut sebelah kanan tapi Kinn masih berdiri kokoh. Ia mengenakan rompi anti peluru di dalam jas nya karena itu saat Luke menembaknya ia tidak apa-apa.


"Namaku Kinn aku asisten tuan Vegas Van Camont!"


Luke tersadar jika pria asia di hadapannya sangat berbahaya. Ia menekan tombol darurat yang menyambung ke perangkat ponsel milik Sidney, Jane dan Grace. Tiga anak buahnya yang sangat bisa diandalkan.


Tidak berapa lama Sidney dan kedua temannya tiba di ruang kerja Luke. Pria itu sudah dalam keadaan terikat di kursi kerjanya badannya di pasangi bom oleh Kinn.

__ADS_1


"Kinn?!" Sidney terkejut melihat Kinn berada di ruangan itu.


"Hmmm benar sekali nyonya, bagaimaan kerjaku apa sudah memuaskan?" tanya Kinn sambil memainkan tombol remot yang terhubung pada peledak di tubuh Luke.


"Diam kau Kinn! Kemarikan remote itu!" teriak Sidney. Percuma sekarang Sidney menodongkan senjata pada Kinn.


Sidney memberi kode pada Jane dan Grace agar menyerang Kinn. Sementara itu Sidney akan merebut rempot yang di pegang oleh Kinn.


"Baiklah sebelumnya aku tidak pernah berkelahi dengan wanita tapi tidak masalah anda bertiga termasuk pengecualian!" Kinn memasukan remot itu ke dalam kemejanya hingga menyulitkan Sidney untuk mengambilnya.


Jane dan Grace menyerang Kinn bersamaan tapi bela diri Kinn belum terkalahkan. Vegas saja bahkan tidak bisa menang melawan Kinn.


Sidney tidak bisa berbuat apa-apa ia merasakan perutnya sangat sakit sekali. Ia hanya terdiam mematung memandang kegilaan Kinn.


"Saya harap dengan sadar diri anda bertiga segera pergi dari tempat ini atau...." Kinn meletakkan jari jempolnya tepat di tombol warna merah yang akan meledakkan bom di tubuh Luke.


"Ayo Sidney kita tidak punya waktu...." Jane menarik tangan Sidney untuk segera berlari.

__ADS_1


Dan ...Boooommm!! ...Ruanga Luke meledak hebat. Kinn turun melalui kaca jendela dari lantai empat puluh meluncur cepat dengan tali yang sudah ia pasang sebelumnya.


Gedung perusahaan milik Luke hancur dan roboh menjadi kepingan. Sementara Kinn belum melihat Sidney dan kawanannya keluar dari gedung itu. Tiba-tiba rasa cemas menjalari pikiran Kinn.


Bagaimana jika nyonya tewas didalam?


Kinn terhuyung berjalan menuju mobil van hitam yang ia parkir jauh dari perusahaan milik Luke.


Setibanya di mansion Kinn menghadap Vegas yang sedang minum di ruang bawah tanah. Vegas terlihat menggenggam cincin pernikahannya dengan Sidney.


"Tuan Vegas...."


"Kinn?! Apa kau sudah melakukan tugasmu?"


"Sudah tuan, Luke sudah meledak bersama gedung perusahaannya dan...."


"Dan apa?!"

__ADS_1


"Saya tidak berhasil menyelamatkan nyonya ...."


Vegas memejamkan matanya ia menggenggam erat cincin pernikahannya dengan Sidney.


__ADS_2