
Vegas pulang ke mansionnya sejenak melupakan permasalahannya tentang para musuh dan teror yang ia alami. Vegas terlalu banyak musuh akhir-akhir ini sampai istrinya juga ia jadikan lawan.
"Aha... akhirnya kau pulang juga!" kata Sidney yang terlihat mengenakan piama. Wajahnya polos tanpa riasan terlihat alami dan cantik. Vegas yang lelah berjalan menghampiri Sidney lalu memeluknya erat. Aroma parfum yang di kenakan Sidney serasa menenangkan di indera penciuman Vegas. Ia menelusupkan kepalanya di ceruk leher istrinya.
Sidney mendorong bahu Vegas ia merasa risih karena belum berbaikan dengan suaminya itu.
"Sekali ini saja diamlah untukku" bisik Vegas di telinga Sidney. Suaranya terdengar berat dan lelah.
"Apa yang terjadi?" tanya Sidney penasaran. Ia mengutus Jane untuk memata-matai Kinn tapi Jane gagal dan menurut Sidney sepertinya Kinn tidak mengadu pada Vegas karena pria itu terbukti tidak marah dan tidak mengamuk seperti biasanya jika ketahuan Sidney menipunya.
"Vegas apa maumu?!" Sidney mencoba melepas pelukan Vegas.
"Berikan aku anak kembar!"
"Anak?! Kembar?!! Apa kau gila?!" Sidney terkejut dengan permintaan Vegas yang sangat tidak masuk akal baginya. Memiliki anak dengan Vegas saja Sidney masih mempertimbangkannya apa lagi jika anak mereka kembar, sama sekali tidak terbayang oleh wanita itu.
"Kau istriku lalu pada siapa aku harus meminta anak kalau bukan denganmu?" Vegas menatap Sidney dengan genit. Ia meraih tangan istrinya.
Wajah cantik Sisney terlihat merah padam, Vegas menarik pinggang Sidney dan membaringkannya di ranjang.
Vegas mencium lembut bibir Sidney, lalu ******* bibir Sidney sambil memeluknya. Ia rindu kehangatan yang istrinya itu berikan. satu-satunya cara membuat Sidney bertahan bersamanya adalah dengan memiliki anak bersama. Saat ini Vegas tidak bisa memberikan momen romantis pada istrinya karena ia sedang fokus pada musuhnya. Vegas menggunakan cara andalan untuk menaklukan hati Sidney kembali.
Vegas melepaskan semua pakaiannya menendangnya jatuh kelantai berserakan. Ia menarik tali piama di pinggang Sidney dengan perlahan melepas semuanya. Malam ini akan menjadi panjang untuk keduanya.
***
__ADS_1
Kinn berada di salah satu bar ternama di Ney York. Ia meneguk minumannya dari gelas dan sesekali menghisap rokoknya. Kinn tahu saat ini dirinya sedang di awasi oleh beberapa orang yang mengintainya sejak tadi. Ia yakin orang yang mengikutinya adalah anak buah bos Yakuza.
Kinn mematikan rokoknya lalu berjalan pergi menuju mobilnya. Ia sengaja memilih memancing penguntit itu keluar dari bar agar tidak membuat kerusuhan didalam bar.
"Keluar kalian!" kata Kinn sembari melepas jas hitamnya dan menggulung lengan kemeja putihnya. Mata sipit nan tajam itu melirik ke sekelilingnya. Enam orang pria muncul mengepung Kinn dari depan, belakang dan dari samping. Mereka menodongkan senjata tajam ke arah Kinn.
"Apa seperti ini cara main kalian?! Langsung menggunakan senjata? Kenapa tidak pemanasan dulu saja?" kata Kinn sembari tersenyum meremehkan.
Dua orang mengarahkan tendangan ke perut dan wajah Kinn tapi berhasil di tangkis hingga mereka terlibat perkelahian.
Enam orang bagi Kinn bukan masalah besar. Ia bisa menghabisi mereka dengan tangan kosong saja. Tidak sampai lima belas menit ke enam Yakuza itu terkapar di pinggir jalan.
"Katakan pada pimpinan mu jika tuanku menunggunya untuk bertemu!"
Kin meludahkan darah dari bibirnya sambil melangkah menginjak salah satu Yakuza yang terkapar di hadapannya. Ia berjalan memasuki mobilnya.
"Iya dadd?"
"Vegas kemana saja? Kemarilah segera ke rumah daddy"
"Besok aku akan ke rumah daddy"
"Besok? Ini sudah pagi dan hampir siang hari Vegas!"
Vegas membuka matanya mengamati jam tangan yang masih melekat di pergelabgan tangannya.
__ADS_1
Sial aku kesiangan! Kenapa si bodoh Kinn tidak membangunkan ku?!
Vegas mematikan telepon lalu meletakkan ponselnya sembarangan di atas ranjang. Sidney masih terlelap di balik selimut tanpa sehelai benang pun. Vegas menyibak selimut bergegas menuju kamar mandi. Ia harus bersiap untuk pergi ke rumah daddynya.
Di rumah tuan Zack Van Camont telah kedatangan tamu penting dan tidak terduga sama sekali. Ia adalah Bella dan anak lelakinya yang bernama Reyzard.
Zack memeluk Bella dengan haru dan gemetar. Ia tidak menyangka jika saudari kembarnya itu masih hidup. Sementara Reyzard yang melihat suasana itu rasanya muak dan ingin meludah saking kesalnya.
.
.
.
Ilustrasi tokoh:
Vegas Van Camont
Reyzard Van Camont
__ADS_1
Kinn Jirapon