
Lizard menelpon Meri mencoba bertanya apa Lily ada di rumah papa Rud.
"Kak Lizard aku di rumah sendiri, Lily tidak kemari"
"Baiklah Meri nanti akan ku telepon lagi"
Lizard menelpon papa Rud di rumah sakit.
"Pa apa Lily di rumah sakit?"
"Tidak Lizard, seharian Lily tidak ke rumah sakit. bukankah kalian berlibur hari ini?"
"Iya pa, nanti aku telpon lagi"
Lizard menghentikan mobilnya di halaman rumah. ia tahu Lily sudah tidak berada di rumah. Lizard memastikan kedua anaknya dan seluruh penghuni rumah dalam keadaan aman.
"Tim ayo kita pergi, aku rasa aku tahu dimana Lily berada"
"Baik tuan"
Tim duduk di samping Lizard mengisi amunisi senjatanya. sementara Lizard mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tidak berapa lama Lizard dan Tim tiba di pinggiran dermaga. disana ada sebuah bangunan yang terbengkalai. bangunan itu dulunya adalah markas para pasukan khusus polisi sebelum menjalankan perintah lapangan.
Dor!..dor!
Lizard menembakan senpinya ke udara. Seseorang muncul dari dalam ruangan gelap.
__ADS_1
"Aku sudah mengira kau biang keladinya!!"
Nicolas tertawa licik menyambut kedatangan Lizard.
"Insting mu luar biasa Lizard, aku tidak memberi tahu apapun tapi kau tahu keberadaan ku"
"Dimana Lily?" tanya Lizard menahan amarahnya.
"Tenang Lizard, ia aman bersama ku!"
Laura memegangi Lily yang terikat tangan dan kakinya. mulutnya di tutup lakban dan matanya juga tertutup kain hitam.
"Ini dia si cantik dokter Lily, kira-kira apa Lily layak jika kau tukar dengan wilayah tambang mu yang luas itu Lizard?!" tawa Nicolas pecah membayangkan Lizard kebingungan diantara dua pilihan penting dalam hidupnya.
"Aku memberimu waktu dua puluh empat jam untuk menyerahkan tambang mu padaku, kau tinggal tanda tangan saja"
"Brengsek!" Lizard maju untuk menghampiri Nicolas yang berdiri di samping Lily yang tak berdaya.
Lizard dan Tim menghentikan langkahnya.
"Jika aku menekan tombol kendalinya bom ini akan meledak dalam hitungan detik".
"Lily....." Lizard sudah nyaris frustasi melihat Lily di Sandra dan di pasangi peledak di pakaiannya.
"Tim ..." Lizard melirik Tim yang berdiri di sampingnya mencoba meminta ide dari asistennya itu.
Tim menggeleng perlahan. ia juga tidak tahu apa yang harus di lakukan sekarang.
__ADS_1
"Hei sudahlah para pecundang, sekarang kalian letakkan senpi itu ke tanah! jangan berlagak jagoan di hadapan Nicolas!" kata Nic sembari tersenyum licik.
Lizard dan Tim meletakkan senjata mereka di tanah dan mengangkat kedua tangan.
"Sayang ku Laura pastikan mereka tidak memiliki senjata lain"
Laura berjalan dengan cepat menghampiri Lizard menggerayangi tubuh Lizard memastikan tidak ada senjata yang masih tersimpan di pakaian Lizard.
Laura menemukan pisau lipat disaku Lizard. ia mengambilnya.
"Laura pikirkan sekali lagi, si brengsek itu tidak pernah mencintai mu, lihatlah betapa ia terobsesi pada Lily" bisik Lizard di telinga Laura.
"Hei! jangan berani berbisik pada kekasihku!" teriak Nicolas.
Laura hanya tersenyum lalu berpindah ke Tim.
Setelah memastikan Lizard dan Tim tidak memiliki senjata lagi ia segera kembali ke Nicolas. ketiganya masuk ke dalam mobil.
Lizard tidak kuasa mengejar mobil Nicolas karena takut keselamatan Lily terancam.
"Brengsek! sialan!" Lizard marah dan menendang semua yang ada di dekatnya.
"Tenang tuan kita pikirkan bagaimana menghadapi Nicolas"
"Tenang katamu?! bagaimana aku bisa tenang sementara Lily terancam?!" Lizard menarik jas hitam yang di kenakan Tim.
Nicolas! lihat saja aku tidak akan membiarkan mu hidup-hidup!!
__ADS_1
**
Hai readers tolong dukung karya Thor ini ya kasih bintang 5 dan Like yang banyak. semoga bisa masuk ke rekomendasi NT agar Thor semakin semangat up.