Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 157 Teror


__ADS_3

"Tidak mungkin itu terjadi Vegas! Daddy tidak menemukan aunty Bella dimanapun"


"Daddy pernah mencarinya ke Jepang?"


"Pernah hanya saja tidak menemukannya"


"Kalau menurutku aunty Bella masih hidup dan bisa saja ia menikah dengan Yakuza yang dulu menculiknya lalu punya anak"


"Tidak Vegas kau jangan mengarang cerita!"


"Aku tidak mengarang dadd, tapi ini kemungkinan yang bisa saja terjadi karena baru-baru ini aku mendapat teror dari seseorang"


"Lalu apa hubungannya teror dengan aunty Bella?" tanya tuan Zack bingung.


"Pria yang menerorku itu adalah pimpinan Yakuza ia bernama Reyzard Van Camont! Apa menurut daddy ada Van Camont lain yang di lahirkan di Jepang selain anak aunty Bella?"


Tuan Zack terdiam, ia terduduk lemas di sofa.


Apa benar Bella masih hidup?.....tapi kenapa ia tidak pernah menghubungiku?


***

__ADS_1


Kinn tengah mengikuti seseorang yang baru saja keluar dari restoran. Seorang pria dan wanita paruh baya. Pria itu mengenakan topi hitam dan jaket berwarna hitam. Keduanya melangkah memasuki mobil mewah yang terparkir di depan restoran.


"Awasi mereka jangan sampai lepas!" Kinn memasang earpice dan menekan tombol di ponselnya yang menghubungkan dengan ponsel anak buah Vegas yang lain.


Kinn sedang bekerja memata-matai musuh tapi ia juga di mata-matai oleh Jane. Sidney meminta Jane mencari tahu sebenarnya masalah apa yang di hadapi Vegas.


Kinn memarkir mobilnya di tempat sepi. Ia keluar dari mobil berjalan santai melepaskan earpice dari telinganya. Ia melepas jas hitam yang di kenakannya dan meletakkan jas itu di pundaknya. Kinn berjalan menyusuri lorong gelap di lorong itu banyak hewan pengerat yang membuat bulu kuduk berdiri.


"Ahhh hei minggir pergi!!" terdengar teriakan seorang wanita di tengah lorong gelap. Kinn tertawa hingga suaranya bergema di sepanjang lorong dan di dengar oleh gadis yang sejak tadi mengikutinya. Gadis itu tidak lain adalah Jane.


"Nona Jane kau suka padaku? Kenapa sampai mengkutiku kemari?" tanya Kinn yang berdiri di ujung lorong.


"Tolong aku, singkirkan hewan ini...ahhhh!" seekor tikus besar menjamah kaki Jane. Ia berteriak dan berlari kearah Kinn.


"Hah ternyata hanya sebatas ini kemampuanmu nona Jane?"


"Diam! Ayo cepat keluar!" Jane mendorong tubuh Kinn agar berjalan di depannya.


Setibanya di tempat terang dan bersih Jane bergegas pergi meninggalkan Kinn yang mencemoohnya sejak tadi. Ia harus melapor pada Sidney jika ia gagal memata-matai Kinn.


Kinn mengirim pesan singkat pada Vegas.

__ADS_1


[Sepertinya nyonya Sidney meminta rekannya untuk mengikuti saya tuan]


Begitulah Kinn si tukang mengadu, sedikit-sedikit ia akan mengadu pada Vegas karena itu memang pekerjaannya dan ia di bayar untuk mengadu.


Vegas yang berada di perusahaan membuka ponselnya dan membaca pesan singkat dari Kinn. Ia tersenyum sinis mendengar Sidney mencari tahu tentang permasalahannya.


"Dasar wanita suka mencampuri urusan pria!!" gerutu Vegas.


[Biarkan saja aku akan mengurusnya!]


"Selamat siang tuan Vegas, ada kiriman paket untuk anda" kata sekretaris Vegas yang menyerahkan sebuah aplop coklat berukuran cukup besar.


"Paket? Dari siapa?"


"Tidak tertera nama maupun alamat pengirimnya tuan, apakah anda ingin saya membuka paket ini?"


"Tidak perlu, pergilah"


Vegas membuka sendiri paket itu, ia memasukan tangannya kedalam kantung kertas berwarna coklat muda itu. Vegas mengeraskan rahangnya saat dua paasang potongan tangan ia keluarkan dari dalam kantong paket itu.


"Brengsek! Berani sekali dia menerorku!"

__ADS_1


Vegas membanting potongan tangan itu ke lantai ruang kerjanya. Ia mengusap telapak tangannya dengan saputangan lalu meraih ponselnya dan menelpon Kinn.


__ADS_2